Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Perhatian nya


__ADS_3

Ketika jam makan siang sudah lewat, Yudha menanyakan pada salah satu staf, bahwa IPDa Renata belum makan siang. Yudha tahu pekerjaaan Renata lumayan banyak, apalagi Bima dan beberapa kaki tangannya selama ini , yang ada di semarang, tidak bersama nya. Renata perlu adaptasi.


Yudha memesan makanan dari salah satu cafe, dengan menggunakan aplikasi .Yudha dengan sabar menunggu grabfood.


Ketika makanan itu tiba, tidak lupa Yudha memberikan tip buat grabfood.


Yudha membuka ruangan Renata, rambut Renata sangat berantakan, demikian juga cara duduk Renata, walau pakai rok, kalau udah kerja , terkadang Renata sering lupa dengan sekitar nya.


" Mulai besok, pakai celana aja yaaang, kamu sembarangan duduk", ujar Yudha.


" Makan dulu yaaang, udah jam 2 juga".


Renata mengangguk .


" Mas pesan ya? apa mas udah makan?".


" Tadi di ajak pimpinan makan sambil ketemu membahas pekerjaan.Makanya mas gak bisa sama kamu makan siang. Mas juga baru sampai."


Renata mengangguk.


Tiba tiba perutnya berbunyi.


Yudha dan Renata pun tertawa.


" Kamu nahan lapar yaaang, kenapa gak ke kantin saja?".


" Banyak orang, malas, " ujar Renata.


" Maaf , kamu di semarang , semuanya udah kenal, pindah gini, kamu jadi perlu adaptasi yaaang".


" Hmmm, gak apa - apa mas, nanti juga bakalan dapat teman, kan beberapa kali juga Tata pindah tugas. "


" Minat ke papua lagi?".


Renata hanya tersenyum mengingat, hari - harinya jadi vegetarian, makan buah dan sayuran.


" Gak mas, Renata menunduk malu.Ke ingat mereka selalu sibuk ngatai sang Jenderal."


Gimana perhatian nya Yudha , sampai mengorbankan dirinya , mengikuti Renata ketika Renata ngotot mau ke Papua bertugas.


Renata mengenang mereka berbelanja bersama .


" Sedikit bosan dengan makan makanan siap saji," ujar Renata.


" Nanti pulang kerja, kita ke supermarket ya yaaang, belanja buat stok dapur, buah juga, kamu kan pengagum banana ," ujar Yudha tertawa terkekeh.

__ADS_1


Yudha mendapat telepon, memberi kode pada Renata .


Renata mengangguk .


Renata makan dengan cepat, kemudian mengerjakan perbaikan sistim di kantor tersebut .


Sistim data base dan perbaikan sistim pun selesai, Renata sangat lega. Di setiap tempat baru, selalu kejadian yang sama terjadi .


Tidak terasa ,waktu menunjukkan pukul 5 sore, Renata merapikan mejanya dan membereskan laptop dan peralatan tulisnya.


Renata keluar dari ruangannya, menghampiri ruangan Yudha. Renata melihat , disana Yudha sedang bicara dengan Liana . Renata hanya menunggu di bagian depan.


Renata tersenyum saat melihat telepon dari Sinta.


πŸ“žHallo...


πŸ“ž Hallo Ta..


πŸ“ž Apa kabar manten baru nihhh? seger amaat😁.


πŸ“ž Biasa aja Sin, jujur many problems, gak ada Bima , asisten handal.


πŸ“ž Tuh Bima juga menggerutu, dapat atasan bawel, perfectionis banget .


πŸ“ž Bima gak semangat, ku jadi kasihan sama dia.Apa Jenderal cemburu, makanya pisahin kalian Ta?


πŸ“ž Gak tau juga Sin, aku nanya , ku kan sama Bima profesional aja , mana ada gimana - gimana.


πŸ“žAku LDR gak apa - apa Ta, nih juga udah mau di pindahin ke Solo, buka cabang baru, kantor aku disana.


πŸ“ž Sudah dapat teman disana ?


πŸ“ž Belum, asistennya cupu, era tahun 40 an, hehehehe.


πŸ“ž Beneran?


πŸ“ž Gak percaya ?


πŸ“ž Gak...


πŸ“ž Ya udah...,ujar Renata tertawa .


πŸ“ž Udah dulu ya Ta, bos manggil nih.


πŸ“ž Kirim salam sama bos mu Sin.

__ADS_1


πŸ“ž Dia ngebet sama kamu Ta, ku sampaikan ya.


πŸ“ž Ja ...jangan , becanda. Beneran jangan Sin, gawat , dia nanti ke Solo , bisa hancur dunia persilatan.


πŸ“ž Bos ku orangnya asik, kok kamu gak minat Ta, tajir lohhh.


πŸ“ž Udah cukup promosinya non, aku udah nikah


πŸ“ž Udah ahhhh, bye yaaahhh


πŸ“žHmmmm, bye , titip salam sama kacung aku, pesan aku, yang tabah di medan juang, hehehehe.


πŸ“žDasarrrrr....


Renata tersenyum menutup teleponnya .


" Kenapa nunggunya di sini yaaang?".


Renata menaikkan kepalanya , dan tersenyum .


" Mas lagi sibuk."


" Mas tadi ke ruangan kamu, tetapi kamu sudah tidak ada, dan ternyata di sini nungguya " ujar Yudha.


Renata berdiri dan Yudha memngangkat tas laptop Renata .


" Kamu cemburu yaaang? liat Liana ?".


" Gak, ujar Renata sambil melihat handphone nya .


" Kalau gak cemburu, katanya gak sayang yaaang?".


Renata menatap ke arah Yudha ,kemudian hanya tersenyum .


Renata menyimpan ponsel nya .


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2