Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Akhirnya


__ADS_3

Renata tidak ada semangat makanan di kantin, padahal makanan yang dia pesan, Renata larut dalam pikirannya.


Renata menelepon Willy, sosok duplikat William kecil .


πŸ“ž Hallo......


πŸ“ž Hallo Ta, apa kabar?


πŸ“ž Baik ii, kabar ii himana ?


πŸ“ž Baik juga Ta. Apa masih di Papua?


πŸ“ž Masih ii.


πŸ“ž Kembalilah ke Semarang Ta, atau kemanapun, kamu udah cukup lama disana. Baru baru ini aa kejadian kan,penembakan polisi yang bertugas di perbatasan. Hati- hatilah Ta.


πŸ“ž Iya ii....


πŸ“ž Puanglah, kasihan mami dan papi kamu. Kamu anak tunggal.


πŸ“ž Boleh bicara sama Willy ii?


πŸ“ž Nih dia, ujar Mami William.


πŸ“ž Hallo Willy , apa udahterima hadiah dari aunty?


πŸ“ž Sudah aunty, makasih......


Renata memandangi Willy. Kembali perasaannya merindukan sosok Willy.


πŸ“ž Apa sudah ujian Will?


πŸ“ž Udah aunty


πŸ“ž Ya udah, yitip salam sama mami yah, kapan ada waktu, aunty akan ke Medan.


Renata menutup telepon .


Hati Renata sangat sedih.


Renata kembali ke ruangannya, melihat polwan wanita itu berpapasan dengannya. Renata mengangguk tersenyum dan kembali duduk di gudang .


Bima sudah tidak ada , gak tahu kemana.


Renata larut dalam pekerjaannya .


Bagaimana bisa aku merasakan perasaanku gak nyaman, wanita itu manis, tinggi, sesuai dengan Jenderal.


" Ta...., Bima mana ?".


Renata menatap Yudha.

__ADS_1


" Gak tau Jenderal, " ujar Renata kembali dengan panggilan formal."


" Ta, kenalkan ini Nadya , rekan mas dari Tanggerang ."


Renata mengingat satu Nama Nadya saat mereka bersama, ternyata benar, polwan ini menyukai Yudha., bahkan bisa datang sejauh ini , ada perasaan sedih dalam hati Renata .


" Aa...ah..Ya..., kenalakan saya Renata, " ujar Renata memaksakan senyumannya.


" Nadya , "ujar Polwan itu.


Saya masih sibuk, maaf .., saya balik bekerja, ujar Renata sengaja melakukan pekerjaannya kembali.


Yudha tersenyum melihat kegugupan Renata dan kelihatan Renata cemburu .


Setelah 10 menitan, Renata larut dalam dunia kerja nya .


Sesosok Tangan , memeluk nya dari belakang.


Renata menoleh, dan disana ada Yudha.


Renata menepis tangan Yudha .


" Jangan begini Jen, ini kantor ,lagian Nadya nanti melihat Jenderal."


" Kamu cemburu liat dia?".


" Gakkkk, aku siapanya mas? "


" Kekasih....,ujar Yudha mengunci gerakan diri Renata di dinding.


" Kamu hanya bingung Ta, satu sisi perasaanmu kembali, buat hubungan kita, disatu sisi lain ada kenangan sosok William . Please Ta, jangan paksa buat melupakan William, semakin kamu paksa , semakin kamu mengingatnya, jalani, buka hatimu, jangan menolak perasaanmu yang baru."


" A....aku....aku gak bisa mas...., " ujar Renata.


" Aku gak mau nyatiki perasaan mas".


" Mas mampu, mas bisa, mas tahu, sesulit apa kegundahan kamu, mas tahu, please....".


" Siapa wanita itu , mas lembur , mas keluar malam dengannya ya ?".


" Kamu cemburu ya Ta?".


" Ya...., " ujar Renata menunduk.


" Kamu cemburu, beneran?".


Renata mengangguk .


Yudha tersenyum memeluk Renata.


" Dia bukan siapa - siapa yaaaang ....", ujar Yudha.

__ADS_1


" Beberapa hari mas ke mana ?".


" Mas tugas, mencari kelompok yang membuat kerusuhan dan ada kesibukan mas sendiri."


" Gak salah? mas ke cafe,dan Nadya bergelut manja dengan mas".


" Ya , pertemuannya di cafe, dia mendatangi mas, tetapi kamu gak tau kan Ta, mas gak mau dekat dengan dia, mas menolak perasaannya."


" Trus dari tadi mas di ruangan bersama dengan dia".


" Dia kerja Ta, mas juga kerja. "


" Mas sengaja buat kamu cemburu."


" Mas gak akan kesini yaang, jauh dari keluarga mas, jauh terpencil, kalau bukan karena kamu, karena mas hanya mau kamu, ".


Yudha ******* bibi ranum Renata. Yudhamelakukannya dengan penuh penghayatan.


" Kita balik ke Solo ya, mau kan yaaaaang?".


" Mas ada tugas, mas gak bisa ninggalin kamu disini, gak bisa menghindari tugas mas ."


Renata mengangguk .


Yudha kembali meraih wajah Renata , mereka saling bertautan , larut dengan perasaan mereka.


" Kamu pacar nya mas kan yaaang."


" Ya...," ujar Renata.


Yudha sangat bahagia.


" Makasih sayaang, kasih, mas gak akan mengulangi kebodohan mas lagi. Mas akan menyayangi kamu,Ta....percayalah".


" Nadya.....?".


" Dia bukan siapa - siapa , dia akan kembali ke Jakarta , malam ini".


Kembali Yudha duduk memandangi Renata .


" Kita akan bertugas di pedalaman, mau kan yaaang".


Renata mengangguk.


Bima tersenyum , usulan dan gosip yang dia buat cukup sukses memangfaat kan keadaan , menyadarkan Renata , akan perasaannya .Keluar dari zona amannya .


πŸ‘§πŸ§‘πŸ‘§πŸ§‘πŸ‘§πŸ§‘πŸ‘§πŸ§‘πŸ‘§πŸ§‘πŸ‘§πŸ§‘


Jangan Lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2