
Renata tidak ada semangat makanan di kantin, padahal makanan yang dia pesan, Renata larut dalam pikirannya.
Renata menelepon Willy, sosok duplikat William kecil .
π Hallo......
π Hallo Ta, apa kabar?
π Baik ii, kabar ii himana ?
π Baik juga Ta. Apa masih di Papua?
π Masih ii.
π Kembalilah ke Semarang Ta, atau kemanapun, kamu udah cukup lama disana. Baru baru ini aa kejadian kan,penembakan polisi yang bertugas di perbatasan. Hati- hatilah Ta.
π Iya ii....
π Puanglah, kasihan mami dan papi kamu. Kamu anak tunggal.
π Boleh bicara sama Willy ii?
π Nih dia, ujar Mami William.
π Hallo Willy , apa udahterima hadiah dari aunty?
π Sudah aunty, makasih......
Renata memandangi Willy. Kembali perasaannya merindukan sosok Willy.
π Apa sudah ujian Will?
π Udah aunty
π Ya udah, yitip salam sama mami yah, kapan ada waktu, aunty akan ke Medan.
Renata menutup telepon .
Hati Renata sangat sedih.
Renata kembali ke ruangannya, melihat polwan wanita itu berpapasan dengannya. Renata mengangguk tersenyum dan kembali duduk di gudang .
Bima sudah tidak ada , gak tahu kemana.
Renata larut dalam pekerjaannya .
Bagaimana bisa aku merasakan perasaanku gak nyaman, wanita itu manis, tinggi, sesuai dengan Jenderal.
" Ta...., Bima mana ?".
Renata menatap Yudha.
__ADS_1
" Gak tau Jenderal, " ujar Renata kembali dengan panggilan formal."
" Ta, kenalkan ini Nadya , rekan mas dari Tanggerang ."
Renata mengingat satu Nama Nadya saat mereka bersama, ternyata benar, polwan ini menyukai Yudha., bahkan bisa datang sejauh ini , ada perasaan sedih dalam hati Renata .
" Aa...ah..Ya..., kenalakan saya Renata, " ujar Renata memaksakan senyumannya.
" Nadya , "ujar Polwan itu.
Saya masih sibuk, maaf .., saya balik bekerja, ujar Renata sengaja melakukan pekerjaannya kembali.
Yudha tersenyum melihat kegugupan Renata dan kelihatan Renata cemburu .
Setelah 10 menitan, Renata larut dalam dunia kerja nya .
Sesosok Tangan , memeluk nya dari belakang.
Renata menoleh, dan disana ada Yudha.
Renata menepis tangan Yudha .
" Jangan begini Jen, ini kantor ,lagian Nadya nanti melihat Jenderal."
" Kamu cemburu liat dia?".
" Gakkkk, aku siapanya mas? "
" Kekasih....,ujar Yudha mengunci gerakan diri Renata di dinding.
" Kamu hanya bingung Ta, satu sisi perasaanmu kembali, buat hubungan kita, disatu sisi lain ada kenangan sosok William . Please Ta, jangan paksa buat melupakan William, semakin kamu paksa , semakin kamu mengingatnya, jalani, buka hatimu, jangan menolak perasaanmu yang baru."
" A....aku....aku gak bisa mas...., " ujar Renata.
" Aku gak mau nyatiki perasaan mas".
" Mas mampu, mas bisa, mas tahu, sesulit apa kegundahan kamu, mas tahu, please....".
" Siapa wanita itu , mas lembur , mas keluar malam dengannya ya ?".
" Kamu cemburu ya Ta?".
" Ya...., " ujar Renata menunduk.
" Kamu cemburu, beneran?".
Renata mengangguk .
Yudha tersenyum memeluk Renata.
" Dia bukan siapa - siapa yaaaang ....", ujar Yudha.
__ADS_1
" Beberapa hari mas ke mana ?".
" Mas tugas, mencari kelompok yang membuat kerusuhan dan ada kesibukan mas sendiri."
" Gak salah? mas ke cafe,dan Nadya bergelut manja dengan mas".
" Ya , pertemuannya di cafe, dia mendatangi mas, tetapi kamu gak tau kan Ta, mas gak mau dekat dengan dia, mas menolak perasaannya."
" Trus dari tadi mas di ruangan bersama dengan dia".
" Dia kerja Ta, mas juga kerja. "
" Mas sengaja buat kamu cemburu."
" Mas gak akan kesini yaang, jauh dari keluarga mas, jauh terpencil, kalau bukan karena kamu, karena mas hanya mau kamu, ".
Yudha ******* bibi ranum Renata. Yudhamelakukannya dengan penuh penghayatan.
" Kita balik ke Solo ya, mau kan yaaaaang?".
" Mas ada tugas, mas gak bisa ninggalin kamu disini, gak bisa menghindari tugas mas ."
Renata mengangguk .
Yudha kembali meraih wajah Renata , mereka saling bertautan , larut dengan perasaan mereka.
" Kamu pacar nya mas kan yaaang."
" Ya...," ujar Renata.
Yudha sangat bahagia.
" Makasih sayaang, kasih, mas gak akan mengulangi kebodohan mas lagi. Mas akan menyayangi kamu,Ta....percayalah".
" Nadya.....?".
" Dia bukan siapa - siapa , dia akan kembali ke Jakarta , malam ini".
Kembali Yudha duduk memandangi Renata .
" Kita akan bertugas di pedalaman, mau kan yaaang".
Renata mengangguk.
Bima tersenyum , usulan dan gosip yang dia buat cukup sukses memangfaat kan keadaan , menyadarkan Renata , akan perasaannya .Keluar dari zona amannya .
π§π§π§π§π§π§π§π§π§π§π§π§
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment