Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Pasukan Kendali


__ADS_3

" Bersiap pasukan kendali dan pasukan pembersih misi, "ujar Yuhda.


" Ta...tetap di ruangan, mas akan kesana".


" Ya mas, " ujar Renata.


Yudha dan anggotanya menghidupkan lampu emergency , mereka pun melewati tangga darurat, beberapa tembakan Yudha dengar, Yudha mempercepat langkahnya , beberapa kali melakukan tembakan pada musuh.


Yudha pun sampai ke ruangan Renata, Yudha terdiam saat melihat Azka sudah berada disana , membantu Renata menembaki musuh .


Yudha menarik Renata di sisi bagian Kirinya.


Yudha memberi kode pada anggotanya, berputar mengarah ke arah bagian ruangan dimana musuah disana sangat banyak.


" Pasukan pembersih, lantai 10, pembersihan dimulai, agar data keluar, dan pasukan kendali ,bersihkan atap, lindungi helikopter yang akan datang,begitu save , daerah lantai 10, ujar Yudha. Laksanakan, " ujar Yudha dengan memberikan kode penugasan pada anggotanya.


" Siap Jenderal, " ujar pasukannya.


Renata menatap tajam Yudha . Yudha tetap memeluk erat Renata. Ketika Renata bergerak, Yudha langsung mem back up nya.


" Ini tugas atau mau bergelut sihhh, bisik Renata di kuping Yudha."


Renata menginjak kaki Yudha dan melepaskan diri dari Yudha.


" Mas membuat aku menjadi badut, mas buat aku jadi gak berguna, Renata dengan sorot mata kesalnya."


" Ta, patuhi atasanmu".


" Atasan ngeyel banget, pak Jenderal meragukan aku, apa terlalu lemah?".


" Tidak Ta, cukup tembakan terakhir."


" Aku udah mas kasi rompi anti peluru, yang benar aja, mungkin kalau ada rompi anti peluruh di wajah, mas juga pasti pakaikan aku, Renata sangat kesal."


" Kepercayaanmu minim Jenderalll".


Renata menajuh , kembali menembak musuh , Azka tersenyum, melihat aksi Reneta. Renata cukup bandel pada beberapa atasannya .


Renata tidak mau menjadi beban bagi kesatuannya .

__ADS_1


Tim Yudha membersihkan musuh dari belakang. Yudha bergerak cepat, meraih tangan Renata.


Renata memberikan data yang dia sadap dan amankan, harddisk dan beberapa file penting lainnya, Yudha memasukan nya di dalam tas box pelindung data,tas yang tahan api .


Yudha mengangkut Renata dalam gendongannya ,seperti seKarung beras .


" Lindungi dari belakang Azka, Bima, Taka, dan Samuel, " ujar Yudha.


Ke empat anggota Renata menahan tawa meljhat aksi sang jenderal.


Mereka bengong melihat sang Jenderal menaiki tangga darurat, sedikitpun tidak kesusahan menggendong Renata.


Setelah naik 3 lantai, Yudha memerintahkan 2 helikopter menuju landasan pacu di lantai atas.


Pasukan pembersih masih melakukan penembakan pada sebuah helikopter .


Renata dengan jeli melihat ada drone di sekitar mereka.Renata meraih senjata laras panjang Yudha yang berada di genggamannya.


Renata pun membidiknya.


Yudha mengeraskan pelukannya, namun Renata kembali membuka dekapan tangannya , dengan sugap menembak drone tersebut.


" Duaaaarr...suara drone pun jatuh hancur berkeping keping".


" Good , " ujar Yudha tersenyum.


Renata kembali berbalik dan kembali menembak di sisi timur, kembali terdengar ledakan duaaar, drone berikutnya pun hancur berkeping keping.


Senyuman Yudha mengembang.


" Ada manfaatnya mas gendong kan yaaang".


" Mas membatasi langkahku, Renata menatap tajam Yudha."


" Kamu bawahan ku syaaang, dan keselamatan isteriku juga tanggung jawabku sebagai seorang suami".


" Kesambet, " ujar Renata memasuki helikopter.


Yudha memberi kode pada Azka dan lainnya ,masuk ke helikopter lainnya. Bima satu helikopter dengan Renata dan Yudha.

__ADS_1


" Pak, mendarat di kantor pusat, " ujar Yudha.


Renata memperhatikan pemandangan langit, bintang dan bulan purnama begitu indahnya .


Renata menyandarkan kelalanya ke bahu sang Jenderal .


Yudha mengecup puncak kepala Renata.


Bima tersenyum.


" Pacaran ke bulan, aku jadi kasim nya dehhhh, ujar Bima".


" Bim, lengan kamu kenapa? " tanya Renata .


" Kena sudut besi, ketika mati lampu bos.".


" Tuh , mas jenderal juga, di sebelah lengan kiri," ujar Bima.


Renata menegakkan badannya , melihat luka Yudha.


" Ini kena apa mas?".


" Sudut lemari box, "ujar Yudha.


" Kamu gak ada luka kan yaaang?".


" Gak mas".


Mereka pun mendarat di atap kantor kepolisian pusat.


Yudha mendapat laporan ,semua pasukan aman, ada terluka beberapa tembakan, mereka menuju rumah sakit dekat kantor pusat.


" Satu jam lagi saya datang, setelah melakukan rapat korsinasi, " ujar Yudha.


πŸ‘₯πŸ‘₯πŸ‘₯πŸ‘₯πŸ‘₯πŸ‘₯πŸ‘₯πŸ‘₯πŸ‘₯πŸ‘₯πŸ‘₯


Jangan lupa


like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2