Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Benar atau Salah


__ADS_3

Benar ya benar, salah ya salah.


Renata berusaha menahan peperangan.Panas lawan panas, bisa hancur dunia persilatan.


" Saya hanya menganggap anda bos dan atasan saya pak, gak lebih, saya lelah dan jangan memperkeruh suasana. Saya gak pernah menganggap lebih pada siapapun."


" Saya maunistirahat," ujar Renata.


Renata membalikkan wajahnya dan kembali menutup selimutnya, menutupi wajahnya.


" Dia bakalan marah lagi, bakalan seperti apa , aku gak tahu, Oh Tuhan , ada saja cobaan hidupku, dulu hidup ku tenang, namun berakhir kekacauan, saat ini hidupku dari awal sangat kacau, aku benar - benar lelah".


Sepeninggal Mark, Yudha pun membuka suara.


" Kamu buat papi dan kedua mas marah, sebenarnya kenapa bisa sampai begitu? " tanya Yudha.


" Bukannya rasa trima kasih yang aku harapkan, aku hanya gak mau di salahkan kamu mas Yudha, jika sesuatu terjadi pada papi dan kedua iparnya, tetapi malah marah dan menampilkan wajah tidak terima, hatiku sakit."


" Dan aku gak mau , merusak konsentrasimu , kamu sedang bertugas, jadi aku bisa menghandle sendiri, jika papi dan ipar gak terima, aku bisa buat apa, terserah saja, baiknya aku menjauh, terkadang berbuat baik, belum tentu di anggap baik , "ujar Renata.

__ADS_1


" Kenapa harus lari? kenapa harus ke Medan? kamu mau tinggal di rumah William, mengenangnya kembali?".


" Aku memang ke makam William, dan tidak ke rumah nya, aku tahu posisi ku siapa, aku sudah menjadi menantunorangnlain, sudah menjadi isteri orang lain, tidak semua manusia berhati lapang, memandang hubunganku dengan kedua orangtua William baik, kalau dia jodohku, gak akan mungkin aku menjalani garis takdir yang kacau balau, tetapi aku juga tidak bisa membuang mereka, mereka selama ini sangat menyayangi ku, tidak bisa berjodoh, paling tidak kami masih saling bersilahturahmi, dan sangat menyakitkan aku gak menemui mereka , ":ujar Renata.


" Mas mau anggap apa terserah, mau bilang apapun terserah, aku terima, aku bukan isteri yang mudah mas atur, bukan isteri penurut layaknya yang lain, aku mas bilang kekanakan, aku terima. Aku sudah mengurus kepindahanku ke pelosok, dan ada baiknya kita pisah bertugas, aku gak akan mempengaruhi kinerja mas, mas juga gak usah lindungi aku, .Kita berjalan di jalan karir masing- masing, aku gak akan melibatkan mas dalam apapun ," ujar Renata.


" Ta, bisa gak kamu melihat, kenapa kita bisa seperti ini, kamu keras dan mas keras. "


" Sudahlah yaaang, maaf kan mas, jangan kita saling menyalahkan, mas ingin kita sama - sama , kamu gak merindukan mas? ".


" Mas langsung kembali setelah bertugas, kamar sepi, mas merindukan wangi badanmu, mas sangat rindu, mencarimu kemana mana, ke Solo kamu gak ada.Yaaang, sesulit apapun masalah kita, please jangan pernah pergi, jangan saling meninggalkan, bisa kan? berjanjilah saling bertahan, berjanjilah saling percaya. Mas sungguh sungguh mencintai kamu Ta, mas janji gak akan sia - siakan kamu."


" Mas gak mau, nyawa kamu dan keluarga terancam karena setiap misi yang mas lakukan, terlalu beresiko, sudah lama mas pikirkan".


" Dan kamu, bekerjalah di perusahaan papi Ta, kita menjalani kehidupan normal, "ujar Yudha.


" A...apa? mas...., aku gak pernah memikirkan profesi lain seperti saat ini, kalau mas mau pensiun dini, terserah, namun aku gak."


" Baik, mas gak akan maksa, dan jujur mas sangat mengkhawatirkan kamu. Mas masih bertahan karena kamu Ta".

__ADS_1


" Mas salah, kalau bertahan itu, karena mas memang menginginkan bertahan, tanpa di pengaruhi siapapun, jalani apa yang menurut mas benar, jangan karena desakan pihak lain, pikirkan sebelum memutuskan, aku gak pernah menduga , mas bisa berpikiran melepas segala perjuangan dan titik keringat darah mas, sebagai bawahan mas, aku kecewa, " ujar Renata .


Yudha memeluk Renata dengan erat. Mengelus rambut Renata.


" Keluarga di atas segalanya yaaang, tidak ada kesuksesan , tanpa keluarga, setinggi apapun jabatan, jika keluarganya berantakan, tidak ada artinya, 6 ponakan, kakak ipar, mami, papi, dan kamu, dan kedua bayi kita, kalian dalam masalah, mas memperjuangkan apa? ".


Renata hanya diam .


" Mas yang memutuskan sendiri , pilihlah apa yang menurut mas benar".


♤♧♤♧Kalau kalian di posisi Yudha dan Renata? milih apa yah????


🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2