
" Suami mbak Romantis gak?".
" Gak , sama dengan Yudha, tapi masih mendinglah Ta, ultah, valentine , ngasih cokelat, cake, buket bunga.Kalau Yudha mah akut, gak peka, " ujar mbak kedua tetawa terbahak bahak.
" Siapa yang menceritakan putera nya mami? ":ujar mami Yudha.
Renata dan mbak kedua saling berpandangan.
" Kalian makan kue , gak ngajak ngajak, " ujar sang mami .
" Mami sudah melihat 2 kotak besar?" tanya Mbak kedua.
" Sudah nak, di kamar kamu atas, ada kejutan, "ujar sang mami tersenyum, apa udah liat?.
Renata menggeleng.
" Liat nya nanti aja, mami laper, mau lapis legit, " ujar sang mami tersenyum.
" Mi, bawa aja beberapa kotak, banyak dari mami William.Mami gak marah kan?".
" Mami William itu memang orangnya baik, ramah, mami ngapain cemburuan, yang menyayangi kamu banyak Ta, kamu juga banyak kesedihan pada masa lalu, mami ngerti".
Renata mengusap air matanya.
" Tata takut, mami tersinggung dan gak enakan."
" Jangn melow melow nak," ujar sang mami berbaring di samping Renata.
" Yudha sering mami marahin, gak romantis, gak peka, gak ajakin kamu dinner, dia beda banget sama papi nya. Kekakuan nya rada aneh, ujar sang mami."
" Biar aja mi, apa adanya, "ujar Renata.
" Bisa gak makan nih kita, makan kue aja," ujar snag mami tertawa.
" Siapa yang bilang Yudha gak romantis?".
" Kami...," ujar Tata, mbak kedua dan sang mami berbarengan .
Mereka saling mandang dan tertawa.
" Bawain klien, bisa mi,ke resto gedek, bawain isteri nehi nehi dendi, " ujar Renata.
" Payah..., " ujar sang mami.
" Lebih enak makan di rumah mi, " ujar Yudha.
" Sesekali enak di luar, " ujar Renata sang mami dan mbak kedua serentak.
Yudha menggaruk kepalanya.
__ADS_1
" Tata lagi hamil, gak boleh banyak micin".
" Alasan, " ujar Renata, sang mami dan mbak kedua kembali berbarengan.
Mereka saling memandang dan terkikik tertawa.
" Tiduran di ambal? acara apa yaaang?".
" Pesta kue, " ujar Renata tersenyum.
" Mami mau ajak kalian ke rumah, mami ada
masak ".
Renata dan Yudha mengangguk .
" Mami balik dulu, nanti ada mister arogan ngamuk, katanya gak bisa liat kalian berduaan, " ujar sang mami.
" Mbak juga balik, nanti di bilang gak pengertian".
Renata menahan senyum nya.
" Liat mas di resto?".
" Hmmm, klien yang cakep, " ujar Renata.
" Hanya klien yaaang, gak lebih".
" Dan aku bersyukur mas, kamu ada di dalam hatiku", ujar Renata.
" Kasih sayang mas selalu mengalir,penuhi kehidupan Tata, mas selalu setia menguatkan Tata , di dalam badai hidup yang Tata lalui.Mas merangkai jagad raya, yang terbingkai,indah, ujar Renata, hmmm tumben ya mas , bsia puitis begini".
Yudha memeluk Renata dengan erat.
"Saat dunia kecewakan, dan tak ada satupun yang mengerti dan peduli,mas peduli,saat dunia menyakitkan, bahkan yang terdekat pergi meninggalkanku, mas ada".
Renata mengusap wajah Yudha.
" Mas hanya tahu, sejauh doa mas lantunkan, hanya satu pengharapan, kita bisa hidup bersama,mungkin gak semua apa yang mas lakukan kamu mengerti yaaang, dan mas mengerti setiap air matamu, berupaya memulihkan keadaan di antara kita, kisahmu , lukamu, bukan hal mudah kamu bisa hidup dalam dunia mas, " ujar Yudha.
" Segala yang terjadi, semua dalam rancangan Tuhan , lewati hari- hari, ku selalu merasa tak sendiri, ada mas yang selalu disisi," ujar Renata membenamkan wajahnya di dalam dada bidang Yudha, tempat paling favorite nya.
Belum mandi ya yaaang?".
Rensta menggeleng.
" Mandi sama?".
" Hmmmmm".
__ADS_1
" Apa mual hari ini yaaang?" tanya Yudha sambil menggendong Renata.
" Sedikit mas".
" Kotak apa gini gedek yaaang?".
" Paket dari mami William mas".
" Mas marah?".
" Gak yaaang, mas tahu, mami William menyayangi kamu, lagian William kan sudah bilang maminya, agar perhatiin kamu, siapapun jodoh kamu kelak."
" Mas tahu dari mana?".
" Mami dan papi William bicara sama mas, waktu William akan di kremasi."
Yudha membuka kamar mereka. Dan Renata terkejut melihat kejutan dari sang mertua.
" Mas turunin," ujar Renata.
Renata melihat beraneka dres, pakaian dalam, bra, sepatu disana.
" Hmmm, aku punya mami, mereka sangat memperhatikan ,iya kan mas".
" Hmmm, maaf yaaang, mas gak begitu paham".
" Mas gak peka, " ujar Renata mencubit pipi Yudha.
" Maaf yaaang,".
" Bra Tata semakin sempit, baju masih muat ,".
" Dan baby twins sedikit membuncit yaaang, " ujar Yudha.
" Apa kita bisa menjadi orangtua yang baik biat anak anak kita mas?".
" Tata gak ingin anak kita keras , seperti karakter kita".
Yudha tersenyum.
" Setiap anak , ada bawaan lahiriahnya Ta, kita lewati aja prosesnya, Tuhan bentuk, pelihara keluarga kita," ujar Yudha
Renata mengangguk.
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment