
Asisten Yudha, Andre menjadi sasaran ,mengendarai mobil Yudha. Membuntuti si bos dan sang nyonya.
" Jangan bawa mobil lagi yaaang, perut sudah keliatan , bahaya yaaang, mas kasi asisten satu ya, jadi supir".
" Boleh dengan beberapa persyaratan mas".
" Syaratnya apa?".
" Syarat 1: Baik, waras ,tidak penguntit dan agen mata - mata.
Syarat ke 2:Tampan, lembut, gak kasar, humble, ujar Renata."
" Yaaaang, syaratnya seperti syarat pacar atau suami, beneran nihhh yaaang?" tanya Yudha.
" Beneran dong yaaang".
" Gak akan mas setujui syaratnya yaaang, terima aja apa yang akan mas berikan , pokoknya surprise ," ujar Yudha.
" Mas cemburu yaaa, kalau supir nya Tata tampan, hayoo ngaku, " ujar Renata bersandar di bahu Yudha.
" Cemburu banget yaaaaang, mana ada pacar, suami mau, gebetannya, isterinya dekat dengan pruia tampan, sama Bima aja mas jealous ,beneran yaaang".
" Bima itu teman, rekan yang baik mas, dia akan study ke Rusia, pasti kelabakan ngikut belajar bahasa Rusia, " Renata tertawa membayangkan wajah anggotanya, yaitu Bima.
Ketika sampai di rumah, Renata melihat begitu banyak tanaman hias memenuhi halaman rumah mereka, dari anggrek, aglonema dan berbagai tanaman lainnya.
Renata sangat bahagia, juga ada tukang kebun pak Iwan disana.
" Dari mana bunga gini banyak pak?".
" Dari mas, buat kamu", ujar sang Jenderal.
" Beneran yaaaang".
Yudha mengangguk.
Renata memeluk Yudha.
" Mas gak suka memberi buket bunga, kalau beli bunga yang hidup, bisa di rawat, diliat, kapan mas ngasihnya, bisa bertumbuh dan berkembang, kalau buket, bunganya udah kering, tinggal di buang."
" Setujuhhhhhh, " ujar Renata.
" Kok belinya borong sih mas".
" Hmmm, awalnya mas liat beberapa cantik, namun ketika memandang beberapa pot, mas gak tahan mau beli lagi, jadi mas beli, mas nebak, apa yang kamu suka yaaang, apa suka semua nya?".
" Suka ,pakai bangetttt, kaptus dari mas juga bagus, makasihhhh honeeeeyyyy".
" Cik cik.... ginih nihhh, kalau lagi happy honeyyyy. kalau lagi kesal, kamu...aku, kalau lagi melow bilangin masss nya panjang".
" Ihhh apaan sih mas".
Yudha tersenyum menggandeng tangan sang isteri .
__ADS_1
" Mau makan apa malam ini yaaaang?".
" Apa aja mas, masakan mas enak".
" Hmmm,benar ?".
Renata mengangguk .
Renata dan Yudha naik ke lantai 3, di lantai 3 ada kolam renang indoor, bathup besar.
Renata membuka pakaian nya, Yudha langsung tersenyum melihat perut sang isteri .
" Mas kenapa senyum senyum?".
" Sudah mulai keliatan yaaang, lumayan besar. seperti di sulap. Tiba - tiba gedek.Ini juga ikutan gedek yaaang".
" Ihhhh masssss".
Renata mencubit kedua pipi Yudha.
Yudha ******* bibir Renata.
Yudha pun menanggalkan pakaiannya.
" Siapa suruh mas ikutan mandi?".
" Mas pengen yaaang,please....".
" Sogokan dikit, minta jatahnya banyak, akal banget sihhhh".
wajah Renata memerah.
♡♡ 2 Bulan kemudian.
Kandungan Renata sudah menginjak usia 6 bulan, Renata sudah memakai pakaian dinas longar dan buatpakaian dinas ibu hamil .
Kehamilan Renata menjadi kabar bahagia buat kesatuannya, apalagi di kabarkan baby Renata kembar, semua merasa takjub.
Renata melihat Yudha memakai pakaian dinas nya.
" Mas mau ke mana?".
" Panggilan tugas negara yaaaang".
" Kasus?".
" Prostitusi online".
" Waawww," ujar Renata.
" Melibatkan artis dan model yaaang, juga melibatkan beberapa pengusaha berkelas ".
Yudha mencium bibir sang isteri, beralih ke perut Renata.
__ADS_1
" Apa berat yaaaang?".
" Lumayan mas, kadang nyesak, mudah lelah".
" Ini susu yaaang, jangan lupa minum".
Renata mengangguk. Yusha memberikan secangkir susu buat Renata.
Rapat pun berlangsung, Yudha saling beradu pendapat dengan beberapa rekannya.
Renata ikut menyimak.
" Beberapa target sudah di rinci di sebuah kertas,Renata membacanya satu persatu.
Renata membantu hanya di kantor, sedang pelaksanaan lapangan , anggotanya.
Renata sibuk melacak momor handphone target.
Renata menggeleng gelengkan fakta yang dia dapati.
Bima ,Taka, Samuel dan Bian terkejut .
" Lembut gitu, jauh dari gosip, bisa mainnya cantik , sama pejabat, pengusaha, " ujar Renata.
" Dunia sudah kotor, gak takut dosa, " ujar Renata.
Renata melacak data para pengusaha pengguna jasa mereka, berbagai nama pengusaha kondang pun tertera .
" Lagi lacak apa yaaang".
" Nama pria buaya darat. Pengusaha kondang, penyuka jajanan malam, " ujar Renata.
" Awas saja nama mas ada disini, Tata gantung di jembatan , gantungnya di pedalaman 5 hari 5 malam," ujar Renata.
" Gak yaaang, mas dari muda, tidak pernah bertarung membobol gawang, baru sama kamu, tubuh ini kudus, bukan buat obralan, bukan hanya tubuh wanita kudus, tetapi pria juga wajib menjaga kekudusan dirinya, buat anak dan isteri."
" Pegang kata - kata mas, nanti puasa 40 harian, awas kalau mas sampai membobol gawang wanita lain , tiada maaf bagimu mas."
" Baik sayang," ujar Yudha mengacak rambut panjang sang isteri.
" Menjerat pengguna jasa mereka, bukan hal mudah, berhadapan dengan geng dan mafia, maka hati - hatilah yaaang."
" Tata gak kelapangan mas, Tata stay di kantor, gak ikut bagian penyelidikan".
" Ya, mas juga, sudah cukup insiden keluarga kita yang lalu, mas hanya memberi strategi dan arahkan anggota, mereka sudah terlatih, sudah biasa dalam arahan mas".
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment