
" Naik ke lantai atas aja Yud, nih ruang ngumpulnya gedek, Tata suka tidur di sini .
Renata turun, melihat Zizi dan Coco , kedua anjing itu cepat banget akrabnya .
" Namanya Coco atau Koko?".
" Dari C, coco....bukan Koko Ta".
" Hmmmm".
" Kurus banget, " ujar Renata.
" Sama kayak kamu Ta, lagi broken heart, makannya dikit".
" Ihhh, masa aku di samain sama guk guk sihh, tuh Zizi aku aja semok, bahenol, " ujar Renata.
" Zizi tuh obesitas, " ujar Bima tertawa.
" Tapi aku suka, lucuuuu, jalan nya lengak lenggok lucu......, " ujar Renata.
" Zizi biasa milih banget sama sesama anjing, nih anteng banget, " ujar mami Renata.
" Kayaknya mereka jatuh cinta pada pandangan pertama dehhh, " ujar Bima.
" Ngacoooo, " ujar Renata tertawa.
Yudha bengong melihat Renata bisa tertawa. Bima memang sangat kocak, gak sia- sia dia minta Bima juga pindah, buat menghibur Renata.
" Tinggian Coco ya mas..., " ujar Renata.
" Zizi betina, Coco jantan, " ujar Yudha.
" Tau dari mana mas? Renata sampai ngangkat Coco , kemudian angkat Zizi."
" Emang waktu di beri mami William gak nanya jantan atau betina Ta?".
__ADS_1
" Enggak mas".
" Lihat nih beda kan".
Renata mengangguk .
" Kalian mau makan apa, biar mami masak," ujar mami Renata.
" Gak usah Tan, saya bisa masak kok, " ujar Yudha.
" Kamu sama banget kayak papi Tata, pandai masak, Tata gak bisa masak, sama sekali."
Renata hanya golek di sofa.
" Mami saya juga gak bisa masak sama sekali Tan, papi yang selalu masak, selain itu, pakai mbok, mbok yang masak, kalau papi sibuk."
Renata dan Bima bengong .
" Baik banget papi nya mas, bisa ngerti in isteri gitu, biasa pria nuntut wanita masak, ngurus anak, semua serba bisa", ujar Renata.
" Ciyeee co cwiiitttt, " ujar Bima.
Mami, papi dan.Bima tertawa, sedangkan Renata hanya diam. Yudha menatap Renata .
Yudha memasak nasi goreng, Renata dan Bima makan , bareng .
" Enak banget, " ujar Renata.
" Makan rame yah enak nak, kamu makan nya nambah ya nak, liat kamu kurus banget, di tempat tugas rajin - rajin masak Yud, biar gak tulang aja nih Tata, " ujar Mami Renata .
" Beres Tan," ujar Yudha.
Renata keselek, Yudha buru- buru memberikan Renata minum .
Bima dan mami Renata tersenyum.
Malam itu, Renata sudah tertidur di sofa , ada 3 sofa besar disana .
__ADS_1
" Liat sorot mata Tata , sedih banget ," ujar Bima.
" Bukan hal mudah, melalui kepaitan, rasa sedih Bim, tapi Renata sejauh ini sudah lumayan kuat, hanya butuh waktu , " ujar Yudha.
" Jenderal cinta banget sama Tata".
" Keluatan Yah?".
" Bangettttt, " ujar Bima.
" Aku akan bantuin, CLBK kalian.Cinta lama belum kelar, " ujar Bima .
" Situ bisa jadi mak comblang ? pacar aja gak punya ," ujar Yudha.
" Ku awalnya suka sama Tata, tapi nyadar, Tata hanya teman, ku dah lama move on, sejak itu beberapa polwan suka , tapi gitu jalan, hancurrr, mereka matre dan gak setia, nagapain di jalani, " ujar Bima.
" Tata cantik banget ya Jen, langsung lamar aja," ujar Bima.
" Beres , " ujar Yudha.
Mereka pun tertidur.
Di pagi hari, Yudha sudah membereskan Zizi dan Coco, memberi mereka pempers ,dan sudah mengurus surat menyurat mereka , buat di karantina , dan di kirim ke Papua.
Renata, Yudha dan Bima pun ke bandara, papi dan mami Renata mengantar mereka.
Renata , Yudha dan Bima sibuk main game, mengatasi kebosanan .
πΆπ©πβπ¦ΊπΆπ©πβπ¦ΊπΆπβπ¦Ίπ©πΆπβπ¦Ίπ©πΆπβπ¦Ίπ©
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1