Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Kenapa


__ADS_3

Ada tanya dalam hatiku, kenapa di bawah alam sadar mu, kamu memanggil ku untuk ke dua kalinya , bukan menyebut nama ku.


Sebuah tanya dalam hatiku .


Terbuat dari apakah hati kekasihmu, dia tidak komplain, malahan menyemangatimu untuk sadar.


Perlahan kelopak mata Renata terbuka.


" Ko,...," ujar Renata.


Sebuah senyuman William berikan, dan tak henti hentinya William mengucap syukur pada Tuhan.


William mencium dahi dan bibir Renata.


" Ehemmmm.....," ujar mami Renata.


William dan Renata tersenyum.


" Kapan koko datang?".


" Baru sampai Ta, begitu di kabari, koko langsung menuju bandara, koko sangat cemas.Kenapa sampai kena tembak?".


" Maaf ko, aku gak hati - hati, peluru ku habis dan terjadi begitu saja, kurang beruntung, sudahlah yaaaang," ujar Renata dengan manja.


" Iya, koko gak marah, lain kali tugas ,hati- hati , ingat ada banyak orang yang menyayangimu sayang".


" Kamu memisahkan diri , dari back up Yudha. Nakalllll, " ujar mami Renata


Renata melirik papi nya, Renata membuang pandangannya.


" Apa koko tergoda dengan cewek di kampus ?".


William terseenyum.


" Mana mungkin honey, sudah sejak SMA koko naksir kamu, ngejar kamu sampai rasanya lama banget perjuangan koko, koko akan menikahimu....".


Tatapan William sangat teduh.


Seorang perawat mengecek kondisi Renata.


" Pasien akan di pindahkan ke ruangannya. Jangan terlalu lelah, banyak istirahat ya, " ujar sang perawat tersenyum .

__ADS_1


" Sayangnya tangan kiri ko, kalau tangan kanan , koko akan nyuapi aku, pakaikan pakaian aku, kita nikah langsung, " ujar Renata tersenyum mengganggu sang kekasih.


" Beneran ,udah siap? ".


" Sabar dong yaaang, bentar akan selesai kuliah kita. Gimana kuliah koko, ujiannya?".


" Semua aman yaang, nih liat surel dari dosen."


" Good job sayaaaang,".


Dua orang perawat melepaskan beberapa alat, kemudian mendorong brankar memasukinya di lift.Mami, papi , Yudha dan William mengikuti Renata dengan lift satunya lagi.


Hanya William yang menemani Renata.


William terlihat sangat memanjakan Renata. Berbanding terbalik, William sangat lembur , sedangkan Yudha lebih kasar dan lebih banyak berdebat .


Sebenarnya hubungan itu , tergantung dengan yang namanya hati.


William menyuapi Renata makan.


" Koko istirahatlah, terlihat lelah, " ujar Renata .


William pun mengambil pakaiannya dari koper, menuju kamar mandi, dan ketika sudah selesai mandi, William sarapan dan beristirahat.


" Mami sudah bersama nya ?".


Mami Renata menceritakan mereka sudah kembali, alasan dan mengapa kembali.


Renata hanya diam .


Renata menatap Yudha , kemudian memejamkan matanya.


Kesetiaan itu sangat mahal harganya. Dan Renata belajar tentang rasa setia dari diri William.


Belajar untuk lebih baik .


Teman tim mengunjungi Renata, dan mereka memuji ketampanan William .


Tidak terasa 1minggu perawatan, Renata hanya butuh fisioterapi, Renata memutuskan kembali ke San Francisco. Renata tidak ada bicara sedikitpun pada papi nya.


William menyalami Yudha, dan tidak banyak yang terjadi, Yudha lebih banyak memandang Renata dari jauh.

__ADS_1


Renata sudah mulai bisa menggunakan tangannya, William menyewa pelayan, buat memudahkan Renata berganti pakaian dan lainnya .


Fisioterapi Renata pun berjalan lancar .Renata dan William kembali seperti biasa.


Mereka menyusun tesis mereka.


Mereka begitu giat, Sedangkan hidup Renata penuh debat, penuh pendaoat, karena di bidang hukum, semua pemecahan kasus , merkea bahas, debat, adu argumen menjadikan hidup lebih seru dan tidak flat atau membosankan.


Kehidupan Renata , normal ketika hanya denga. William. Pria yang sabar, setia dan penyayang.


Mereka sering menonton opera, karena William sangat menyukainya. Sedangkan Renata hanya ikutan, walau tidak menyukai opera, Renata sangat menghargai perbedaan mereka, gak mempermasalah kan , cukup menemani William, walau hanya molor tertidur di sampingnya.


Tetapi , mereka sama - sama menyukai baseball.


Selalu sering menonton base ball , saling tertawa, berpelukan, dan menikmati minuman bersoda.


Sebuah pesan masuk ketika Renata sedang menikmati pertandingan base ball di kampus mereka, setelah 3 bulan fisioterapi, kini tangan Renata sudah pulih kembali, beberapa waktu yang lalu.


" Yaaang, kenapa?".


Renata memperlihatkan pesan penugasannya.


William diam, terlihat wajah William tidak bersahabat.


" Koko kenapa".


" Berhentilah, dan hidup normal, menjadi IT saja, kita buka perusahaan dalam bidang komputer."


" Jangan terlibat bagian hukum, terlalu riskan."


" Ko...., itu dunia Tata, please...".


" Ta...., jangan lakukan tugas lagi, kamu sampai kolaps, kalau Yudha tidak melakukan CPR , kamu sudah gak ada."


Terlihat pandangan kecewa dari tatapan Renata pada William.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Jangan Lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2