Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Mengajak Ke Kantor 6


__ADS_3

Yudha mengambil handuk kecil dari tas Renata, membasahinya, dan kemudian mengusap wajah Renata.


" Jangan menangis lagi ya yaaang".


Renata mengangguk.


" Pakailah bedak yaaang, agar gak keliatan meweknya, " ujar Yudha bercanda.


Renata menuruti Yudha.


" Ke kantornya mas ya".


Renata mengangguk.


Renata pamit pada bagian piket, dengan alasan tidak enak badan.


Dan Renata di ijinkan pulang cepat.


Renata tertidur, ketika Yudha mengendarai mobil nya . Yudha tidak memakai asistennya Andre.


Andre ditugaskan mengecek proyek di tempat yang baru. Yudha memarkirkan mobilnya, membuka safty belt Renata, dan Yudha menggendong sang isteri .Yudha menggendong Renata memasuki perusahaan, mobil di urus asistennya yang lain.


Dengan langkah gagah, Yudha menyusuri pintu depan kantor, begitu banyak karyawan menyaksikan aksi sang CEO, mereka bertanya tanya, siapa wanita yang sangat beruntung, dalam dekapan sang CEO.


Yudha memasuki lift, menekan tombol lantai 15, dimana kantor Yudha letaknya di lantai paling atas gedung.


Yudha membaringkan Renata di sofa, meletakkan bantal empuk,Yudha membuka sepatu Renata, menyetel Ac lebih djngin, menyelimuti Renata dengan selimut tipis miliknya jika saat lembur. Ruangan istirahat Yudha lagi di buat, Yuhda kepikiran suatu saat Renata sibuk, makan twins akan di ajak ngantor, jadi perlu ruang privasi buat keluarganya.


Renata menahan senyuman, begitu tersentuh dengan perhatian dan kasih sayang sang suami.Di setiap masalahnya, Yudha selalu ada. Begitu romantisnya, menggendong, membukakan sepatu, bahkan ada bonus kecupan dahi dan bibir, ohhhh aku melayaaaang, dalam hati Renata.


Renata mencoba kembali tidur, karena kepalanya sedikit pening dan lumayan syok melihat Edo.


Sebuah usapan tangan , dan tangan Renata di elus dan di kecup , membuat Renata terbuai seakan di alam mimpi.


" Rasanya keromantisan itu, bukan sebuket bunga, sekotak perhiasan, tetapi , perlakuan manis begini, membuatku special, " ujar Renata dalam hatinya.


Yudha tersenyum saat melihat senyuman sang isteri .


Yudha menghujani Renata dengan ciuman bertubi tubi, mendaratkan ciuman panjang di bibir sang iateri, ciuman itu saling berbalas, dan Yudha mengecup leher sang isteri.

__ADS_1


" Ada kamu, mas gak bisa konsentrasi bekerja yaaang, mas sangat memanfaatkan kamu, ketika kamu di kantor mas, sangat sulit melepasmu, kalau kamu ngantor, mas akan meletakkan mu di paha mas, dan kamu duduk di dalam dekapan mas".


" Makanya Tata mengurungkan niat , ngantor disini, bakalan acak acakan keluar, pakaian akan lepas kancingnya semua, dan pastinya rambut juga , mirip nenas, " ujar Renata tertawa terkikik.


" Pikirkanlah yaaang, tidak akan baik kedepannya, jika pimpinan tidak menyukai kita, bukan pengecut, pasti ada saja yang dia jadiin ajang cari masalah".


" Atau dia pernah menyukaimu yaaaang?".


" Gak tahu mas, aku masih SMP, jangan aneh - neh deh mas, dia seorang duda beranak satu".


Sebuah ketukan membuat Renata menata rambutnya secepat kilat, memperbaiki pakaian dinasnya.Kaki Renata yang jenjang dan mulus berjinjit memakai sendal ruangan Yudha.


Hmmm, ternyata sekretarisnya perempuan, lebih tua dari usia Renata. Renata mengerutkan alisnya.


Yudha tersenyum , Yudha tahu pikiran sang isteri meneliti wanita di depannya.


" Pak ada Rapat tender furniture , 10 menit lagi yang dengan Group Wings bill, ujar Dewi dan sekretaris.


Renata menayap Yudha.


" Pakaian formal Tata ada di mobil mas, boleh toling ambil sekarang mas, Tata mau mandi, gerah," ujar Renata.


Yudha meletakkan pakaian Renata di sebuah paper bag.


Renata sudah selelsai mandi di ruangan Yudha, mengeringkan tubuhnya, dan ketika Yudha memberikan Paper bag, Renata memakai pakaian nya.


" Hati- hati yaaang, " ujar Yudha.


" Hmmmm," ujar Renata.


Renata keluar dengan balutan pakaian berwarna putih.




Yudha tersenyum melihat sang isteri.


Renata langsung duduk di kursi Yudha, mengambil map yang diberikan sang sekretaris.

__ADS_1


" Suruh print ulang mas, " ujar Renata.


Yudha membuka map tersebut dan tersenyum.


" Dewi, segera masuk".


" Baik pak".


" Kamu print dan ganti angka ini, kamu salah saat membagi bahan dasar ini, harusnya kamu menggunakan perhitungan ini," ujar Renata.


Dewi bengong menatap Renata.


" Ikuti saja yang saya lingkari dan tulis, sudah benar semua," ujar Renata.


" Ikut meeting yaaaang?".


" Mas harus liat cara kerjaku, " ujar Renata.


" Berminat menjadi asisten atau sekretaris utama yaaang?".


" Cadangan, mas, dari pada nganggur dan di rumahkan, susah nyari kerjaan, apalagi banting stir dan pemula, " ujar Renata tertawa.


Yudha pun tertawa san memeluk sang isteri. Renata selalu bisa menghibur dirinya maupun menghibur orang lain.


Keberadaan Renata , paling berarti bagi Yudha. Selalu membuat Yudha kangen, merasa dunia bewarna dan hidup, ceria, mewek,semua komplit.Apalagi menggemaskan saat bayolan dan leluconya mengocak perut.


Yudha merapikan pakaian Renata, Renata juga melakukan hal yang sama.Mereka saling berpandangan.


" Kita mirip Mr and Mrs Smith," ujar Renata.


Yudha pun kembali tertawa.


❤❤❤❤❤❤❤❤


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2