Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
8 Bulan


__ADS_3

Semoga kamu bisa segera menikmati nikmatnya dicintai, setelah merengguk pahitnya mencintai dan dicintai.


Waktu tak menyembuhkan,


ia hanya membuatmu melupakan, kau tak sembuh,


kau hanya sedang lupa, di saat luka itu ada, dan cintamu berganti seiring waktu.


" Tahun ini, mas melihatmu di setiap pagi, memakai daster berbaring di samping mas. Saat semuanya beres, kamu dandan dengan versi terbaik menurutmu. Kita pergi, kemana pun. Jauh, dekat, lama, sebentar. Asal bersamamu, mas rela-rela saja"


" Sejauh apapun harapan kepada seseorang, akan ada masa dimana kamu akan bahagia bersamanya ."


"Seseorang yang tulus akan selalu ada tanpa diminta."


" Untuk sekarang, terbesit bayang-bayang betapa harmonisnya kisah romansa sejak itu — bersanding dengan ego, bergerilya dengan perasaan — mengungkapkannya lagi saja rasanya sangat memalukan — cukuplah sadar bahwa KAMU ADALAH TEMPATKU UNTUK BERPULANG setelah terombang-ambing keseharian yang terus mengulang."


" Selalu jadi wanita baik yang bisa menghantarkan senyuman manis untuk semua orang.


Sehat selalu wanita cantik. Kamu hebat kamu yang terbaik. "


Malam itu hujan deras mengguyur bumi, akhir akhir ini, Renata kesulitan tidur, terkadang mual melandanya di malam hari .Beberapa suntikan dan pengecekan di lakukan, pengecekan darah, Renata hanya mengalami anemia seperti wanita hamil pada umumnya, tetapi kondisi kandungannya mengalaminkontraksi, peningkatan kontraksi ketika di ukur, semakin bertambah.


Yudha menjadi pendiam, dan lebih banyak pikiran , Yudha mencemaskan kondisi Renata, Renata sangat takut menjalani operasi, namun bayi mereka kembar, Yudha takut, takut sesuatu terjadi pada Renata. Bahkan tubuhnya sangat kurus, walau pun hasil cek darahnya bagus, Yudha tahu, namun kecemasan Yudha memandang tubuh kurus sang isteri, menurut mbak kedua, Renata tipikal badan seperti itu, dan kehamilannya banyak menghabiskan energinya, apapun yang di makan, tersalur pada kedua bayi mereka.


Siang itu, mami Yudha tahu kegelisahan Yudha.


" Mami temani ke geraja?".


Yudha mengangguk.


" Ajaklah Tata nak, biar dia lebih tenang , mintalah kerinduan kalian, percayakan Tuhan memberi semua indah rancangannya."

__ADS_1


" Ya mi".


Yudha membuka pintu kamar, melihat Renata berbaring di sofa.Yudha tidak mengijinkan Renata bertugas, karena hasil cek kandungan Renata.


Yudha membelai wajah Renata.


" Honeyyyyyy,....".


Perlahan Renata membuka matanya.


Yudha membantunya untuk duduk.


" Mas....".


" Yaaang, apa mau ikut pergi ke sebuah gereja?".


" Gak jauh yaaaaang".


" Kita bawa kursi roda Tata ya mas".


Yudha mengangguk.


Ditemani mami mertua, mereka bertiga menuju sebuah gereja , Yudha memandang wajah sang isteri.Setelah Yudha khusyuk berdoa, meminta Tuhan melindungi Renata dan kedua bayi mereka.Air nata Yudha menetes ,bersujud dalam permohonan nya , untuk seseorang yang sangat dia sayangi.


Yudha berusaha tenang, menahan easa khawatir dan gelisahnya.


Yudha melihat Renata mengelus perutnya, sesekali wajahnya meringis.Yudha tahu, peningkatan kontraksi, semakin Renata rasakan, seakan hal wajar, namun tidak dalam dunia medi, pendarahan, kelahiran prematur membayangi .


Hamil anak kembar membuat ibu hamil mempunyai masalah yang lebih banyak daripada ibu yang hamil anak satu. Ibu hamil anak kembar menahan beban lebih besar daripada ibu hamil anak satu karena terdapat dua janin dalam kandungannya. Hal ini mempengaruhi organ dan jaringan lain yang ada dalam tubuh ibu hamil. Pada kehamilan kembar, ibu hamil lebih mungkin untuk mengalami varises pada kaki. Hal ini terjadi karena berat dua janin yang ada di kandungan ibu menekan pembuluh darah yang ada di sekitar panggul. Selain itu, tekanan dari uterus (rahim) menekan perut ibu hamil sehingga ibu hamil mudah mengalami heartburn (perasaan panas atau terbakar di perut bagian atas) dan gangguan pencernaan.


Hipertensi gestasional adalah tekanan darah tinggi yang dialami saat kehamilan. Ibu yang hamil anak kembar memiliki risiko lebih dari 2 kali untuk mempunyai tekanan darah tinggi selama kehamilan. Tekanan darah tinggi terjadi karena tekanan pada plasenta meningkat. Kondisi ini dapat berkembang lebih cepat dan lebih parah daripada kehamilan satu anak. Kondisi ini juga dapat meningkatkan placental abruption (pelepasan plasenta dari dinding rahim lebih awal sebelum kelahiran). Placental abruption tiga kali lebih mungkin terjadi pada kehamilan lebih dari satu anak.

__ADS_1


Renata sudah mengalami nya sewaktu usia kandungan 3 bulan.Disertai Preeklampsia adalah kondisi yang ditandai dengan tekanan darah tinggi, protein dalam urin (proteinuria), ketidaknormalan hati dan ginjal, dan kadang bengkak pada kaki dan lengan. Sebesar 10-15% ibu hamil anak kembar mengalami pre-eklampsia. Ibu hamil kembar memiliki risiko 2 – 3 kali lebih besar untuk mengalami pre-eklampsia daripada ibu hamil anak satu.


Dan Renata sangat berutung preeklampsia tidak berat yang dia alami.Beberapa kali pingsan karena mengalami Anemia.


Ibu hamil anak kembar memiliki risiko anemia lebih dari 2 kali dibandingkan dengan ibu yang hamil satu anak. Anemia disebabkan oleh kadar zat besi dalam darah yang rendah sehingga meningkatkan aliran darah. Kehamilan menyebabkan jumlah aliran darah meningkat. Untuk mencegah anemia pada ibu hamil, sebaiknya ibu hamil konsumsi makanan yang mengandung zat besi, seperti daging merah, sayuran berdaun hijau, dan sereal yang difortifikasi. Konsumsi suplemen zat besi (tablet tambah darah) juga diperlukan ibu hamil untuk mencegah anemia.


Mami Yudha dan mbak kedua selalu memantau apa yang Tata konsumsi , bahkan mereka tidak lelah mengantarkan makanan ke kantor Renata.Mereka sangat menyayangi Renata .


Ada banyak alasan mengapa melahirkan anak kembar kerap terjadi lebih awal alias prematur.


Dalam beberapa kasus persalinan anak kembar, waktu melahirkan bayi sudah tidak bisa ditunda lagi karena waktunya sudah tiba.


Biasanya kondisi ini disebabkan oleh rahim yang sudah berkontraksi, air ketuban pecah, preeklampsia, hingga leher rahim sudah mengalamin pembukaan lahiran.


Renata ikut berdoa, dia mencurahkan kegelisahan hatinya.


Pelukan sang mertua menghangatkan dirinya.Ketika menoleh ,Renata mengerutkan keningnya.


" Mas kenapa mata mas merah, apa mas menangis?".


" Mas gak menangis yaaang, angin kencang, mata mas terkena debu".


Yudha memeluk erat Renata .


🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰


Jangan lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2