
Yudha membawa box yang tahan.panas dari ruah maminya.
Ketika memasuki kamr, Yudha bengong melihat sang isteri sendang duduk minum soda.
Yudha berkerut menadnagi sang isteri .
Renata hanya bengong melihat sang suami.
Kemeja kedodoran, membuat Renata sangat berbeda.
" Makan dulu ya yaang, baru minum soda," ujar Yudha.
Renta mengangguk.
" Nih tadi di beli di bandara, Tata haus mas, tapi skait jalan , jadi pas tas di meja kecil ini, keingat ada soda, yah Tata minum deh."
Yudha membuka Box makanan dari sang mami .
" Makan lah yaaang."
" Gak mau duduk di kursi?".
" Gak mau yaaang, sakit, perih, " ujar Renata.
Renata perlahan menyuapi makanan nya. ketika sesekali bergerak, Renata meringis kesakitan.
Renata makan banyak, mengisi energi nya yang sudah terkuras habis.
Yudha menggendong Renata ke kamar mandi, mbak ke dua menyarankan Renata di rendam di bedup, agar mengurangi perih dan bengkak , ketika pertama kali melakukan.
Renata pun berendam, Yudha memaksa menemaninya.
" Duhhh kenapa harus nemani sih mas, Tatabrisih banget".
" Jangan risih yaang, ini suami sendiri lohhhh,"ujar Yudha tertwa.
" Mas malu banget lohhhh".
" Kita kan sama ,ngapain malu, " ujar Yudha.
" Nih zombie udah putus deh urat malunya," ujar Renata memunggungi Yudha.
__ADS_1
" Lama kelamaan kita akan terbiasa dalam keadaan seperti ini yaaaang, seperti Adam dan Hawa di taman Eden, " ujar Yudha tersenyum.
" Ini bukan taman Eden mas, tetapi bed up, "ujar Renata tertawa.
" Iya , nanti selesai mandi kita ke taman Eden dan ngambil buah terlarang".
" Mas dan aku udah makan buah terlarang tadi, bisik Renata kembali tertawa."
" Ingat mas, Kitab Kejadian 2: 16 menyatakan bahwa Allah mengizinkan mereka memakan buah dari pohon manapun juga yang ada di taman itu, termasuk buah Pohon Kehidupan. Ketika Hawa, dan kemudian Adam, memakan buah yang terlarang itu dari Pohon Pengetahuan tentang Yang Baik dan Yang Jahat (Kejadian 3: 6), setelah dicobai oleh si ular (Kejadian 3: 1- 5), mereka menjadi sadar bahwa mereka telanjang (kejadian 3:7), dan mereka diusir dari taman itu dan terpaksa hidup dengan bertani "dengan peluh di wajah mereka" (kejadian 3: 19- 24), "ujar Renata.
" Hapalan anak hukum , gak di ragukan, gak sia sia IPK 3.98 ya yaaag?" tanya Yudha.
" Lupa, " ujar Renata asal.
" Pura -pura lupa," ujar Yudha tertawa.
Renata membasuh wajahnya di air.
" Isterinya mas, gak pakai make up, tetap cakep banget, beruntungnya mas memilikimu yaaang."
" Ku juga beruntung me milikimu mas, apa orangtua mas gak marah, aku gak ngumpul makan, tadi mas kenapa gak bangunin?" tanya Tata.
" Kamu tidur pulas banget yaaang, lain lagi kamu jalan aja masih sakit".
" Rudalnya gedek mas".
" Mirip pisang jumbo di Papua, " ujar Renata tertawa ngakak.
Yudha memeluk Renata dengan erat.
Renata mengusap wajah Yudha.
Mereka saling bertatapan.
" Mas ,please jangan *** ***, ku masih perih, sakit, beneran, " ujar Renata.
" Iya ,nanti malam aja ya yaaang".
" Gak mas, masih sakittt deh."
" Gak sesakit siang yaaang, " ujar Yudha memeluk erat Renata.
Mereka berpakaian, dan duduk di balkon .
Ketika menjelang malam, Renata dan Yudha dipanggil ke rumah orangtua Yudha.
__ADS_1
Perlahan Renata mendengar suara Zizi menangis.
" Zizi nangis mas, " ujar Renata.
Zizi dimana mas buat? kandangnya?" tanya Renata cemas.
" Ditaman belakang yaaang, "ujar Yudha.
" Suara nangis dan emringisnya kenapa kencang banget yaaa, " ujar Ranata menahan perih ketika berjalan.
Renata melihat Zizi gelisah, terkadang duduk berdiri lagi.
" Zizi mau melahirkan, " Yudha dan Tata berbarengan saling berpandangan , dan berbicara hal yang sama.
" Mas, telepon cepetan dokter hewan nya."
" Ya yaaang, " ujar Yudha bergegas menelepon sang dokter hewan .
" Duh kasihan nya Zizi akuuu," ujar Renata mengelus punggung Zizi.
" Coco nihhh akibat ulah kamu, ingat yahh, gitu Zizi melahirkan, kamu bakalan aku pisahin sama Zizi nya aku, " ujar Renata dengan alis mengkerut.
" Jangan gitu amat marahin Coco, kasihan loh Ta...., Coco juga kan bakalan jadi Ayah, kasi dong waktu dia sayangi anaknya, kamu pisahin gitu, Zizi pun sedih lohhhh, " ujar Yudha.
" Nanti di aksi sma , Coco *** *** lagi, Zizi ku yang kesulitan, gak...gak mau aku mas, Zizi ku gini kesakitan , Coco duduk tenang banget. "
Renata terlihat kesal mandangin Coco.
" Coco, lihat akibat kamu , Zizi ku jadi kesakitan gini, kamu menghibur pu gak, dasar Coco paukkkk," ujar Renata gemas.
" Wajahmu seram banget yaaang sama Coco, lihat deh, Coco jadi terintimidasi gitu, " ujar Yudha.
" Harusnya Coco kamu yang hamil, ini udah perkosa Zizi nya aku, dia enak banget duduk santuyyy, gemes gak aku, palak juga."
( Palak ,istilah perkataan orag medan, sama artinya dengan kesal).
Yudha bengong melihat reaksi Renata.
😆😅🤣😆😅🤣😆😅🤣😆😅🤣
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment