Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Panas


__ADS_3

" Pakai ini," Yudha memasangkan jaket pada Renata.


Renata langsung membuka jaket itu, dan mengembalikannya pada Yudha.


" Gak perlu jenderal, saya juga punya, di mobil, " ujar Renata.



" Jangan pakai baju beginian Ta, kamu itu jadi bahan lirikan kaum pria".


" Bagus dong, biar cepat laku, " ujar Renata Ketus.


Bima tertawa terkekeh .


" Kamu mau jadi bahan jahilan tangan orang gak bertanggung jawab ? " tanya Yudha.


" Pakai nih Jaket, " ujar Yudha memaksa.


William tidak bisa berbuat apa - apa. karena William tidak membawa jaket nya.


Renata pun memakainya dengan kesal.


Yudha sangat merindukan Renata.


Ingin memeluk wanita yang membuat nya bisa gila.


Mereka pun memasuki lokasi konser .


Renata memakai baju jaket, begitu banyak para fans dan mereka berdesak desakan.


Renata dan William bergandengan tangan, menyusuri tempat duduk mereka.Renata sangat happy, karena tiket yang di berikan William, merupakan tiket VVIP, dan sangat jelas melihat BTS, sama dengan tiket Bima dan Yudha.


Renata sedikit terkejut, saat mengetahui tiket yang di miliki Yudha juga VVIP.


Renata dalam dekapan William, beberapa teman William juga berada disana , kebayang sang Jenderal merasa seperti cacing kepanasan.

__ADS_1


Bukan nonton konser ,tetapi menonton kemesraan Renata dan William, panas hati sang jenderal, Bima pun tersenyum.


Bima bisa melihat sesekali, Renata melirik ke arah sang Jenderal, sangat keliatan perasan Renata sangat kuat pada sang jenderal.


" Terkadang cinta memang sebuah kemunafikan, dalam kasus Jenderal dan anggotanya, akan ada balas membalas, dan akan ada tawan menawan kah? kalau Jenderal tidak maju dengan action nya, maka sang pengusaha akan menjadi pemenangnya, lawan yang tangguh Jenderal, sudah saatnya siasat perang pun di keluarkan Jenderal, kalau tidak , kamu akan kalah telak , Bima terkekeh di dalam hatinya."


" Kenapa sihhh, dia keren banget, jantung ku sampai berdetak kencang, saat menghirup wangi parfumnya, keingat ciuman panasnya, ", dalam hati Renata.


" I'm stuck in a situation, where I can never escape from his figure, ( Aku terjebak dalam situasi, dimana aku tidak pernah lepas dari sosoknya).


Renata menyentuh dadanya, kenapa hanya dia yang bisa membuat jantungku begetar, kenapa hanya sosoknya yang membuatku ingin dekat dalam dekapannya.


" Aku sudah gila, setelah dia menyakitiku, tidakkk, aku harus menjadi manusia yang kuat, tenang Ta, kamu bisaaaaa".


Ketika pikiran tidak sejalan dengan apa yang di kehendaki, rasanya frustasi banget .


Renata menghapal semua lirik lagu BTS, dan sesekali Renata meneriakkan nama V.


" Jimin....., teriak Renata kemudian."


Tatapan William beradu dengan tatapan Yudha.


William mengecup pipi Renata .


Terlihat William berdisko bersama Renata, menirukan gaya BTS .


Konser itu pun berakhir, William mendekap erat Renata.


Yudha mendengus keras, meluapkan rasa emosi dan cemburunya.


" Aku harus bagaimana lagi Jack, dia bersama kekasihnya yang baru, aku hancur broooo, Yudha mengirim Wa pada temannya Jack yang sedang bertugas di Filipina.


Ketika akan keluar gedung, entah kenapa , tangan Renata terlepas dari William.


Renata bingung melihat padatnya manusia.

__ADS_1


Sebuah dekapan hangat, pelukan dan pengawalan perlindungan Renata


Renata menghirup wangi parfum dan hembusan nafas Yudha , Dia terbuai dalam dekapan Yudha.


Yudha menggendongnya ke sisi yang berbeda .


Yudha menggendong Renata , menuju mobilnya.


" Kenapa sihhh kamu sering gini in aku, aku benci kamu mas, jerit Renata."


Yudha memasukkan Renata ke dalam mobil dan langsung mengunci nya .


" Hey bung, kenapa kamu seperti penculik kekasih orang ?" ujar William.menggedor kaca mobil Yudha.


" Status kami belum ada kata putus dari saya, kamu lah yang sadar, " ujar Yudha dengan tatapan tajam, berbicara dengan membuka kaca di bagiannya setengah.


" Layakkah kamu di katakan pacar, melindungi keluar dari kerumunan saja tidak becus ," ujar Yudha.


Willim menumbuk wajah Yudha, sebelum tumbukan nya mendarat, Yudha sudah bisa membaca pergerakan William, dan Jenderal bukan kaleng kaleng .Dengan satu hentakan, William terjerembab di samping mobil.


Yudha pun melaju kan mobilnya, membuat debu bergumpal di udara ,tersebar .


" Mas,Bima," ujar Renata.


" Sudah sama anggota lainnya ," ujar Yudha menatap Renata.


πŸžπŸ•·πŸžπŸ•·πŸžπŸ•·πŸžπŸ•·πŸžπŸ•·πŸžπŸ•·πŸž


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment.

__ADS_1


__ADS_2