Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
My All


__ADS_3

Bersiap di lapangan.


Renata lega , Yudha tidak mengatakan apa - apa.


Tetapi Renata melihat ada sorot mata kesedihan yang mendalam . Renata meminum air mineralnya sedikit .


" dalam waktu 30 menit, 3 putaran lapangan, 3 rintangan di lewati".


" Jika kalian bisa lulus , kalian bebas pelatihan sore," ujar Yudha dengan wajah serius.


" You can do it , Ta..., " Renata memberi semangat pada dirinya.


Selama ini , pelatihannya ,tidak pernah ter expose di luarz karena pelatihan taekwondo, judo, gym, hanya seputaran di ruangan olah raga milik William, sedangkan joging mereka sering lakukan di hari minggu .


Bawahan Yudha pun memberi aba - aba , dan bersiap menekan stopwatch nya.


Renata pun berlari .


Dengan gesit, Renata berlari , meninggalkan Bima, Bkma sangat kelimpungan, bahkan Renata dengan norak nya melambaikan tangannya , dan memberikan cibiran buat Bima.


Renata menahlukkan rintangan dengan gesit, sesama anggota kepolisian gabungan terkejut, biasanya Renata paling lambat di antara semua pasukan , dan Eenata juga terlihat lemah dalam fisiknya, hanya dalam waktu 1tahun, semua nya sangat berbeda, bagaikan manusia kena strum, semua terbius melihat kebolehan dan aksi Renata .


Siapa tuh pelatihnya, lihatlah seram banget, gesitnya ampun.


Renata pun menyelesaikan tantangan sang jenderal, dalam waktu 15 menit .


Semua mengerumuni Renata .


" You are so agile, how can you do it? ( Kamu sangat gesit, bagaimana kamu bisa melakukannya?).


" I go to law school, I have to collect extra assignments, I must be on time, if I am not on time, I will run fast in the campus corridors ", ujar Renata.(Saya sekolah bagian hukum , pengumpulan tugas extra , harus tepat waktu, jika tidak tepat waktu, saya akan berlari kencang di koridor kampus).


Semua bengong mendengar Renata bercerita.


" Where do you study Ta? " tanya seorang polisi.


ba


" Stanford univercity".


Semua bertepuk tangan.


" Latihan fisikmu gimana Ta? tanya Bima yang menyelesaikan dalam waktu 28 menit ."


" Sama pacar aku donggg, rahasia, bergelut, ujar Renata mengedipkan mata , sambil mengipas tangannya."


Yudha sangat terkejut, melihat progres yang Renata lakukan .

__ADS_1


Renata menatap Yudha , Yudha tersenyum.


" Sleeping beauty, " ujar Yudha tertawa dan berlalu.


Yudha cukup terkejut, William tidak dari kemiliteran, mampu membentuk sosok Renata menjadi tangguh, dan sangat mengagumkan. Yudha memegang dada nya, terasa perih . Kehadiran Renata membius nya, begitulah cara dia mencintai wanita, wanita yang sangat berpengaruh dalam hidupnya.


Yudha sangat terkejut mendengar isi percakapan Renata, dia akan menikah , begitu menyelesaikan S2 nya.


Kembali Yudha membuka keran shower , membasahi tubuhnya .


Berusaha menenangkan diri nya , pergulatannya .


Sore itu, Bima dan Renata seperti biasa, selalu berulah. Bima memang sahabatan dengan Renata, bahkan sering Video call.


Renata menatap Zona Halwin, seorang polwan berasal dari philipina.


Berparas lumayan cantik dan terlihat sangat kentara menyukai Yudha.



Renata sangat heran, saat menatap Yudha dan Zona berjalan berdua . Ternyata dia baru tahu, dia merasakan perasaan yang tidak begitu nyaman.


Renata membuang pandangannya.


" Kamu masih ada rasa sama sang Jenderal, first love, first kiss, " ujar Bima berbisik pada Renata.


Renata hanya tersenyum .


" Jealous.....," ujar Bima .


" No comment," ujar Renata .


Renata membaca surel nilainya, dan melompat ke arah pelukan Bima.


" Yeyyyy, aku lulus hukum internasional, mendapat nilai 98, dosen paling killer dan susah dapat nilai, ohhh aku sangat senang Bim, keren kan?".


Para petinggi tersenyum melihat aksi Renata.


Renata perlahan turun dari pelukan Bima .


" Dapat rejeki nomplok Bim," ujar salah satu petinggi di kepolisian.


Bima tersenyum .


" Yahhh, baru juga happy, tugas baru datang," ujar Renata.


Renata menhambil buku hukumnya, sudah kebayang tebalnya semana .Renata duduk di sebuah meja sudut .

__ADS_1


Pulpen dia buat jadi tusukan konde rambutnya. Setiap anggota kepolisian tersenyum melihat aksinya. Tidak ada hang berani mengganggu .


Renata menerima telepon dari William.


πŸ“ž Hallo honeyyyyy,


πŸ“ž Hallo ko....


πŸ“žGimana kabarnu syaaang?


πŸ“ž Sehat honey, dari dosen Mycle dapat 100 ko,.


πŸ“ž Keren ujar William.


πŸ“ž Nilai ujian koko juga keran.


πŸ“ž Pastiiii...., hehehe ujar William tertawa.


πŸ“ž Miss you honeyyyy


πŸ“ž Miss you


πŸ“žKo...lagi di perpus?


πŸ“žYup.


πŸ“žBantuin ko, bahan kurang, koko ke lorong no 5, paling atas ada buku warna hitam, di sampul gambarnya dewi keadilan, Law internasional judulnya .


πŸ“ž Ya yaaangz udah dapat.


πŸ“ž Halaman 510 sampai 530, tolong koko fotoin.


πŸ“ž Siap , " ujar William.


Sebuah buku Yudha letakkan di meja Renata.Renata bengong , ya buku ini yang dia perlukan.


" Makasihhh, ujar Renata kembali fokus pada kasus yang diberikan dosen pada surelnya .


" Ngebet banget nikahnya, "ujar Yudha.


Renata hanya bengong , dengan ucapan Yudha.


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


Jangan lupa


Like yang banyak

__ADS_1


vote


Koment


__ADS_2