Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Medan 3


__ADS_3

Yudha hanya membawa 1 koper , sedangkan Renata membawa 1 ransel .


Mereka pamitan pada kedua orangtua dan keluarga Yudha. Papi dan mami Yudha mengantar mereka ke bandara .


Pelukan dan lambaian hangat, Renata rasakan dari kedua orangtua Yudha.


Yudha tersenyum, menggandeng pinggang Renata.


" Tadi mami bisik apa sama mas?".


" Kata mami, kamu butuh istirahat, mas terus gempur kamu, kamu jalan saja susah, "ujar Yudha.


" Maaf yaaang, apa kita perlu ke dokter?".


" Ahhh gak mas, ja jaangan, Tata malu...," ujar Renata.


Yudha tersenyum



Selama di perjalanan , Renata tertidur oulas, sedangkan Yudha membuka laporan dari beberapa bawahannya .Yudha membaca , 4 hari lagi mereka akan kembali bertugas.


Burung besi itu ,mengantarkan mereka tiba di Medan.


Renata sengaja tidak memberitahukan Jojo .


Renata tahu, Jojo tipikal sedikit rumit, gak mau nerima hubungan Tata dan Yudha .


Mami William dan papi nya menjemput Renata dan Yudha.

__ADS_1


Mereka langsung ke tempat perabuan.


Ketika mereka sampai, Renata hanya memandang sebuah guci , dan disana terdapat foto Wulliam bersama keluarganya, dan beberapa foto ketika Renata di lamar William, mereka sedang kuliah di LA . Renata kembali mengenang kisah itu.


Ada perih dalam hati Renata. Renata sekuat mungkin menahan agar air matanya tidak jatuh, karena ada seseorang yang harus dia jaga perasaannya. Renata merasa posisi nya sangat sulit .


Renata pun berdoa.


" Ko, maaf ...Tata baru kali ini jiarah ke makam koko, jujur ko, sangat sulit terpisah dari koko, dan tanya itu masih ada, kenapa kisah kita berakhir seperti ini . Tata sudah menerima Yudha ko, seperti permintaan koko , bagaimana kabar koko, maaf Tata baru pamit sekarang .Kelak jika ada di kehidupan selanjutnya, kisah kita jauh lebih indah ya ko."


Yudha pun berdoa,


" Will, aku pamit, minta restu dari kamu, aku sudah menikahi Tata, kamu sangat menjaga Tata, kamu melindunginya, tidak pernah berbuat jauh padanya, aku mengerti besarnya cinta kamu pada Tata. Damailah disisi Tuhan Will, kami mendoakanmu. Jika kamu tidak pergi, mungkin aku tidak akan bersama Tata. Di tengah keputus asa an ku dalam mencinta, ternyata takdir membuat seperti ini .


Makasih bro, aku berjanji, akan menjaga, menghargai, setia dan selalu mengerti segala hal tentang Tata. Kamu lihat dia Will, dia menahan perasaannya, menjaga perasaanku, begitu pengertiannya Tata, kamu juga mengetahuinya bukan. Bahagialah di rumah Bapa Will, diakan aku bisa membahagiakan Tata."


Semua kenangan indah, kembali silih berganti di pikiran Renata. Renata hanya menunduk .


" Kalain nginap di mana Ta?" tanya mami William.


" Di Jw mariot ii, " ujar Tata.


" Apa Tata boleh melihat kamar nya ko Willi ?".


Ucapan itu begitu saja mengalir .


" Tentu boleh Ta, kamar Willi sama seperti dulu, setiap dua hari sekali di bersihkan bibi, Willy kalau rindu, selalu tidur disana. Dia masih sedih kehilangan sosok koko kesayangannya, " ujar mami William menghapus air matanya .


Mereka pun kembali ke kediaman keluarga William.

__ADS_1


Yudha tidak pernah membayangkan, William se tajir seperti ini.


Mami William mengajak Renata ke kamar William.Renata pun melihat ke arah Yudhaz Yudha mengangguk memberi ijin.


Renata menatap kamar itu, disana begitu banyak ornamen Super hero, drone, dan berbagai replika sepeda motor sport.


Disana juga terdapat beberapa foto Tata dan William .


Air mata Renata akhirnya tumpah, ketika dia sendirian di ruangan itu .Renata mengusap setiap pigura foto itu .


Renata mengambil sebuah kotak cin cin, membuka cin cin itu, Renata terisak , mengingat moment bahagianya di lamar William.


" Aku menyimpan cin cin dari koko di kamar ini, makasih ko, makasih sudah mencintai aku dengan tulus, makasih selalu jujur tentang keadaan kamu ko, makasih menjadi sepenggal kisah indah di antara kita. Aku juga menyayangi mu, mencintaimu, terlalu rapuh aku berjalan sendiri, bahkan terlalu hancur saat kamu pergi . "


" Dan di antara luka itu, tumbuh kembali , seperti keajaiban, sebuah cinta , yang tidak pernah aku duga. Bagian dirinya yang tertidur lama , kembali menemaniku , mencintaiku dengan caranya. Aku gak mau kehilangan dia lagi ko, aku ingin lebih belajar dalam mencintainya. Walau cinta kita gak bersatu, mungkin itu semua sudah jalan Nya."


" Tata mengembalikan cin cin ini, koko kisah yang indah dalam hidup Tata."


" Sebab aku tahu cinta terbaik akan selalu pulang. Jika kau tak kunjung datang, barang kali kau memang ditakdirkan sebatas kisah yang hanya layak tersimpan sebagai kenangan."


β€πŸ’”β€πŸ’”β€πŸ’”β€πŸ’”β€


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2