Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Dua Orang


__ADS_3

Dua orang yang saling mencintai, kenapa bisa tidak bisa bersama sama dengan baik?


Mungkin perasaan cinta perlu di latih,soal cinta melibatkan dua orang,meskipun cinta penting, tetapi keluarga lebih penting. Jika disuruh memilih cinta atau keluarga, pasti memilih keluarga, pilihan sangat sulit.


Renata tidak tahu, siapa pria ini, sepertinya dia seorang pria, tetapi berambut panjang .


" Kamu lagi ngapain sayang?".


" Coba liat mas".


Yudha memperhatikan layar laptop Renata, kemudian Yudha memfokuskan ke arah wajah.


" Fisiknya seperti terlatih, namun wajahnya blur, masih terlalu jauh".


" Berbagai masalah kita hadapi, Tata merasa sosok ini sangat mengenal pekerjaan kita, dan mengikuti gerak gerik kita, " ujar Renata.


" Bisa jadi yaaang, makanya mas bilang, jangan pergi sendirian , jangan bekerja dulu, mas khawatir".


Suara ponsel , membuat Yudha mengangkat nya.


Disana tertera nama Pandawa.


" Dari pergerakan musuh, saya melihat, mereka membidik kalian".


" Musuh tidak pernah kenal lelah, illegal logging sangat seram mafianya Yud, masa masa kelam kita sudah lalui, " ujar Pandawa.


" Kita bergerak cepat, atau kita akan mengalami penekanan dan penyerangan."


" Adam dan tim sudah bersiap."


" Renata mendapat gambaran musuh, berambut panjang, dan wajah masih blur dan lokasi sudah ada, dekat dengan kediaman saya dulu "ujar Yudha.


" Jangan libatkan Renata, dia sedang mengandung, resiko besar", ujar Adam.


" Ya, saya juga berpikir seperti itu. Renata di awasi sewaktu di mall berbelanja, niat mereka , pasti pada Renata atau saya, karena dendam, atau mereka terkuak ke media, bagaimana sepak terjang mereka , belum full terungkap."

__ADS_1


" Kita rapat, dan kordinasi tugas," ujar Adam dan Pandawa .


" Baik," ujar Yudha.


Renata melihat Yudha ,namun ketika Yudha berbalik, Yudha melihat sebuah tembakan, dari sebuah arah . Yudha memeluk Renata dan menunduk.


" Sniper, " ujar Renata memandang Yudha.


" Bergerak ke sektor bangunan seberang, perintah Yudha pada pasukan nya. "


" Pengawal, pakai senjata, dan tidak boleh ada yang keluar, " ujar Yudha.


Renata mengambil senjatanya, namun ditahan Yudha.


" Jangan terlibat yaaang, mas akan melindungi keluarga kita, kamu sedang mengandung, tidak akan leluasa bergerak".


" Pakai senjata, bila ada yang lolos masuk, maka tugas mu dan beberapa pengawal bekerja."


Yudha membawa Renata ke dalam rumah, terlihat wajah mami, papi , Willy sangat tegang .


Juga kedua orangtua Yudha dan saudara Yudha beserta suami dan ponakan Yudha.


Yudha mengangguk .


Renata dan keluarga William , serta mbak kedua berada di satu kamar, sedangkan mbak pertama di kamar sebelah timur, mami dan papi Yudha berada di kamar mereka .


Renata melihat begitu banyak pasukan dari kesatuan .


" Apa pernah merasa trauma dengan bunyi tembakan Ta?" tanya papi William.


" Hanya di awal pi, Tata harus kuat, test psikologi, pada awal kepergian William, Tata gagal lolos 2 kali, namun Tata berpikir, gak boleh terpuruk".


" Ya nak, hidup harus berani, tapi apa gak baiknya kerja bagian kantor nak, kamu memegang senjata, mami udah jantungan, " ujar mami William.


Renata tersenyum .

__ADS_1


" Mami sama dengan maminya Tata, selalu bolak balik mengatakan, keluar dari kesatuan. Resiko pekerjaan , berpengaruhnpada keluarga".


" Ya nak, pasukan khusus makanya membuat kekuarganya di negara lain, agar lebih aman."


" Aunty Tata keren," ujar Willy.


" Apa takut?".


Willy menggeleng.


Sniper berhasil Yudha ringkus. Dan penyusup lainnya juga sudah tertangkap, Renata mendengar laporan pelaksanaan tugas dari kode yang di sebutkan Yudha.


Sudasana tegang kini sudah kondusif.


Renata menyuruh Yudha memberikan handphone musuh padanya .


Renata mengolah data, dan tetap berpusat ke lokasi yang sama.


" Dia masih disana, intai dan ikuti terus pergerakan mereka, perintah Yudha , " ketika melihat hasil penelusuran Renata.


" Mami dan papi, pukul 12 berangkat Ta," ujar papi William.


" Ya pi, Tata dan Yudha akan antar," ujar Renata memandang Yudha.


Yudha nampak tidak setuju, namun Renata seperti memohon, dengan berat hati Yudha mengangguk .


Renata dan Yudha serta beberapa pengawal , mengantarkan keluarga William hingga memasukin pesawat .Ketika akan pulang, Renata melihat sosok seseorang berambut panjang dan Renata menghentikan langkahnya.


Yudha pun memandang pria itu.


πŸ§”πŸ‘©πŸ§”πŸ‘©πŸ‘©πŸ§”πŸ‘©πŸ§”


Jangan lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2