Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
With You


__ADS_3

Renata membaringkan diri nya, melihat pemandangan malam.Yudha mendekap leher Renata.


Menyematkan selimut tipis buat sang isteri.


" Kenapa duduk disini yaaang?".


" Rasanya gerah mas, juga bosan".


" Apa letih yaaang, maaf mas menginginkanmu yaaaang".


" Sedikit lelah , mas petarung hebat, kalau Tata gak hamil, kita berimbang, " ujar Renata tersenyum.


" Mas merindukanmu yaaaang".


Yudha mengecup pipi Renata.


Yudha berpindah di samping Renata duduk.


Yudha memegang perut buncit Renata.


" Mereka gerak yaaaang, tahu papinya lagi mengusap mereka."


" Hmmmm, kita akan menyayangi mereka, mengasuh mereka, menjadi orangtua yang belajar dari waktu ke waktu, " ujar Yudha.


" Sudah mulai musim hujan, hati hati ya yaaang. jalan licin, lantai juga licin, ini mas beli sepatu kets, tapak nya gak licin, anti slip."


" Warna putih cepat kotor, mas".


" Tapi mas suka , pertama kali liat kamu, mendaftar pakai sepatu putih, rapi banget, kamu langsung menjadi pusat perhatian,".


" Mas sudah menyukai Tata?".


Yudha mengangguk .


Yudha memeluk Renata dengan erat .


" Jaga kesehatan ya yaaaang, ".


Renata mengangguk.


" Mas akan antar ke kantor besok, ".


Renata mengangguk.


Pagi itu, Yudha memasak spaghetti buat sarapan, Renata makan dengan lahap, Yudha menyuapi sang isteri.


Paginitu, Yudha begitu merindukan Renata, perasaan Yudha semakin dalam, melihat wajah sang isteri, Yudha memakaikan jaketnya yang agak besar, buat Renata.


Yudha memakaikan Renata sepatu, Renata kesulitan mengambil sesuatu di bawah, dengan kondisi perutnya , kehamilan kembar ,memang sangat berbeda dari kehamilan biasa.

__ADS_1


Yudha melajukan mobilnya ,Tangan Yudha menggenggam tangan Renata.


Renata tersenyum sambil melihat jalanan .


Yudha memegang Renata , hingga menuju ruangannya.


" Lantai banyak air, jangan kemana - mana yaaang".


Renata mengangguk.


Yudha menyuruh pihak CS mengepel air di lantai.


Yuhda pamit dan mengingatkan Renata jangan kemana- mana. Yudha punnpamit karena ads meeting dengan klien.


Namun namanya kantor, orang berlalu lalang, membuat lantai selalu basah. Dan ketika hendak ke toilet, seorang wanita tergesa gesa keluar dari bagian penyidikan, dan tanpa sengaja tidak melihat Renata.


Renata terhuyung karena bertabrakkan dengan sang ibu, akibatnya Renata terdorong mengenai sudut sebuah lemari, dengan sigap Edo langsung mendekap tubuh Renata.


" Kalau anda jalan, lihat dan jangan tabrak seseorang," ujar Edo dengan suara penuh amarah.


" Jangan salahin orang lain, jalan aja sulit, jangan salahin siapa - siapa".


" Anda tidak bisa mangkir. CCTV akan membuktikan perbuatan anda, ingat, ujar Edo melihat darah dari dahi Renata begitu banyak keluar."


Edo langsung menggendong Renata, Bian dan Samuel terkejut, langsung sigap mendengar Edo menyuruh siapkan mobil menuju rumah sakit, dan amankan wanita yang menabrak Renata.


Edo mengambil handuk dari mobilnya ,membaringkan Renata dan menekan luka di dahi Renata.


Darah begitu banyaknkekuar, wajah Renata memucat.


Samuel menghubungi Yudha, namun handphone nya tidak di jawab.


Hasil ronsen, Renata mengalami geger otak, karena dari gejalanya, Renata muntah beberapa kali, dokter kandungan rumah sakit pun hati - hati dalam memberikan obat, karena kondisi Renata sedang mengandung.


Bukan hanya langkah, tapi Yudha berlari , menuju sebuah ruangan, disana Yudha melihat Renata di tangani beberapa dokter.


Yudha tidak bisa menahan dirinya, melihat Renata beberapa kali muntah, dan sang dokter menyuntikkan sesuatu ke lengan Renata.


Renata memandang Yudha dengan sayu, pakaian dinas Renata penuh dengan darah, Samuel , Iksan dan Edo sudah mendonorkan darah buat Renata.


Akhirnya Renata tertidur dengan pengaruh suntikan yang di berikan.


" Kenapa dahi Renata terluka? kenapa Renata bisa muntah? geger otaknya seberapa parah," ujar Yudha.


" Dahi Renata terkena lemari besi, terdorong seorang ibu, sewaktu keluar dari ruang penyidik, ketika akan jatuh, pak Edo menangkap bu Renata, namun dahi bu Renata sudah terkena lemari besi, benturannya pertama mengenai sudut dinding ,kemudian lemari besi, lumayan keras Jen ," ujar Samuel.


" Pasien butuh ketenangan, sejauh ini saya sudah berkordinasi dengan dokter kandungan. Saya harap geger otak yang di alami isteri anda tidak parahz kita doakan".


" Berapa kali isteri saya muntah dok? apakah berbahaya?".

__ADS_1


" Ada 3 kali muntah, bisa efek syok, bisa juga karena luka benturan, harus di obeservasi, ".


Yudha mengusap wajahnya .Yudha mengabari mami nya, menyuruh maminya membawa pakaiannya dan pakaian Renata.


Tidak berapa lama kemudian, mami ,mbak kedua, dan papi Yudha sampai ke rumah sakit. Mbak kedua langsung melihat hasil City scan kepala Renata, kemudian mendatangi dokter yang menangani Renata.


" Bagaimana mungkin pi, Tata dari rumah baik - baik aja, gimana pakaiannya penuh darah begini," ujar mami Yudha menangis terisak.


" Yudha mau ganti pakaian Tata mi," ujar Yudha .


Edo, Samuel, Bian, Iksan dan papi Yudha pun keluar dari ruangan.


Yudha di bantu perawat dan mami nya ,menukar pakaian Renata, wajah Renata pucat.


Renata terbaring lemah.Hati Yudha sangat kacau.


" Siapa pelaku nya," ujar Renata.


Edo menunjukkan CCTV, dimana wanita itu kesal dan tidak peduli sekelilingnya .


Yudha pun menuju kantor pemeriksaan.


" Budayakan melihat dan memiliki empaty, ketika berada di dekat wanita hamil ataupun lansia, anda punya masalah, tidak berarti nurani anda mati, tanpa peduli sekeliling ," ujar Yudha.


" Faktor kelalaian, dan anda tidak peduli, membiarkan isteri saya begitu saja, tidak merasa bersalah, anda berpakaian berkelas, jangan pikir bisa membeli keadilan, pasal melukai seseorang akibat kelalaian. tidak membantunya akan menjerat anda."


" Saya pastikan anda membayarnya, dengan hukuman kurungan yang setimpal, saya mau lihat, siapa anda , sehebat apa anda", ujar Yudha dengan pandangan tajam.


Malam itu, Renata tidak muntah lagi, tertidur pulas, dan dokter sangat bersyukur, Renata tidak demam, mbak kedua bolak balik mencek Renata. Keluarga Yudha semua berkumpul, mereka sangat syok dengan kejadian yang Renata alami.


Untuk pertama kali, Yudha berterima kasih pada Edo, karena menangkap tubuh Renata, kalau tidak, tidak terbayangkan apa yang di alami Renata lebih fatal lagi.


" Makasi Edo, kamu ada disana."


" Aku akan melakukannya pada siapapun, apalagi Renata."


" Renata mau kemana, saya sudah menyuruh jangan kemana- mana karena lantai licin".


" Dari arah tujuan, sepertinya mau ke kamar mandi".


Yudha menahan kekhawatirannya.Edo pamit, dan Yudha bersama keluarga nya mendoakan Renata. Kecupan di pipi ,Yudha berikan pada sang isteri.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2