Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Sudahlah


__ADS_3

Kepergian mu telah terjadi, kini tugas ku hanyalah mengikhlaskan mu serta mendoakan mu agar bahagia slalu dan mungkin salah satu doa yg kupanjatkan ke tuhan terkabulkan yaitu "kebahagiaan mu".


" Setelah kepergian itu membuat diriku sangat terpuruk lebih terpuruk dari yang sebelumnya. Bagaimana dengan dirimu? apakah kamu bahagia? tanpa kehadiran ku di sisimu? entah kamu yg terlalu cepat melupakan aku dan kenangan kita ."


" Akan slalu ku selipkan nama mu di setiap sujud ku yang paling ku aminkan. Dan akan slalu ada rindu dan mengusaikan betapa indah nya kita dulu, smoga setelah tidak denganku, kamu bisa tenang disisi Tuhan. Walau kita pernah merasakan apa yang pernah kita rasakan dan lalui, saat kita masi bersama.Ada seseorang yang kamu pilih untuk menggantikan posisi mu yang dulu nya pernah kau tahu , mengisi relung hatiku, semoga tiada luka lagi, bersama hingga tua nanti, Smoga kamu bisa mewujudkan nya dan hidup bahagia dengan sang pencipta."


Cinta yang tulus adalah ketika sudah tak bersama namun tetap saling mendoa kan.


Renata mencuci wajahnya, menghapus sisa air di wajahnya, memoles bedak .


" Mungkin ini terakhir aku berada dikamar ini, jika aku merindukanmu, cukup dalam lantunan doaku ko, aku sudah menjadi isteri nya, aku belum sepenuhnya melupakan kisah kita, dan dia cukup bijaksana menerimanya."


Renata meyentuh dadanya, perih itu masih ada .


Sesosok wanita memeluk Renata .


" Buka lembaran baru Ta, kisah kalian memang harus seperti ini, kamu tetap bagian terbaik, membahagiakan William di sisa hidupnya" ujar mami William.


" Tata pamit ya ii, makasih....makasih sudah datang ke pemberkatan pernikahan Tata, makasih sudah menyayangi Tata, maksih sudah menerima Tata."


Renata memeluk erat mami William.


" Kita harus kuat ya ii, ada Willy yang harus ii besarkan, ii jaga kesehatan ya, doa Tata selalu keluarga ii dalam perlindungan Tuhan.Tata salut, ii iklas tidak menyalahkan Tuhan dengan semua kepergian William," ujar Renata.


" Luka itu belum kering, masih berdarah, namun kita harus terus berjalan, " ujar mami William.


Renata melihat kembali kamar William, sebelum turun ke lantai bawah .


Sesosok anak berusia 6tahun berlari memeluk Renata. Wajah yang sama dengan wajah William.


" Apa kabar nya Willy?".


" Baik aunty".


" Ini , ada hadiah buat Willy, cepat gedek ya Willy, senangkan dan bahagiakan mami dna papi."

__ADS_1


Willy mengangguk .


Renata memeluk erat Willy, mengusap wajah dan rambut Willy.


" Sehat selalu, dilindungi Tuhan, " ujar Renata sambil mengecup puncak kepala Willy.


Renata pamit, Yudha juga pamit .


Mereka menuju bandara.


Renata mengenang kembali, di bandara kuala namo Medan, selalu menjadi saksi ketika bertugas, William rutin menemui Renata.


Renata melihat sosok Jesie.


" Ta..., jerit Jesie."


" Dunia gak selebar daun kelor, kita bisa jumpa.Ihhhh sombong nya...., gak bilang bilang ke medan, nih udah mau balik lagi ya?".


" Iya, mau balik ke Solo".


" Eittttsssss, jangan gitu amat dong Ta, ingat LA kamu jadi berubah gitu , mimik wajahmu jadi beda."


" A..aku ...gak kok," ujar Renata menunduk.


" Kamu ngapain ke LA?".


" Ku rindu William, dan ku rindu dulu sering nonton pertandingan base ball dengan nya, nonton pertandingan sepak bola. Aku dan temanku ketemuan disana , dia teman dekat William juga."


" Kamu pacaran dengan Erik Welton?".


" Hmmm, dia patah hati, kamu milih William , dia mau dekati kamu, namun kamu menjauh. Dia masih belum melupakan kamu, dia patah hati, kamu menikah".


" Hukuman se timpal , banyak cita yang ku tolak, dan ketika aku kehilangan William, rasa kehilangan mereka berlipat aku alami, " ujar Renata tertawa.


" Kamu itu hanya satu, gak mungkin neberima perasaan semua kan, " ujar Jesie.

__ADS_1


" Aku seperti kekasih bayangan Ta, aku mencintainya, tapi dia masih memikirkanmu".


" Jangan pernah beri nomor aku sama Erik ."


" Ya Ta, aku janji."


" Good ," ujar Renata.


" Kenalkan Jes , suami aku."


" Pantasan , William dulu sering curhat , sosok pacar pertama mu saingan terberatnya, ganteng gini, misterius, wajahnya cool abis, macho, tegas".


" Mulai nih rayuan nya, ingat isterinya disini Sista," ujar Renata tertawa.


" Ta, ku pamit yahhh, nih sekertarisku sibuk, mau ketemu klien".


Renata mengangguk .


" Yaaang, kita makan siang dulu, udah jam 1 ".


Renata megangguk .


Renata tidak banyak makan, masih larut dengan memori masa lalunya .


" Yaaang,....," ujar Yudha.


" Ma ...af yaang," ujar Renata menyingkirkan piringnya, dan hanya minum jus jeruk di hadapannya.


πŸͺ🐐πŸͺ🐐πŸͺ🐐πŸͺ🐐πŸͺ🐐πŸͺ🐐πŸͺ


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2