
" Anda akan merasakan sakitnya kehilangan orang yang anda cintai," sebuah ucapan yang keluar dari mulut seorang wanita yang melukai isterinya.
Edo berdiri dari tempat nya, dan dia terkesima dengan kata - kata wanita itu .
" Siapa kamu?".
" Sepuluh tahun lalu, kamu menceraikan aku, pernikahan kita hanya hitungan 3 bulan terjadi . Kamu selalu mencintai wanita itu, dan sekarang dia mengandung anakmu bukan?".
" Aku tidak menikah lagi, sejak menikahimu. Dan kenapa kamu berada di ruang penyidik? terkena kasus penyelewengan dana?".
" Aku tidak melakukan nya, aku tidak tahu apa - apa".
" Kamu sengaja mendorong nya kan?".
" Aku masih menyalahkan mu atas kehancuran pernikahan kita".
" Pernikahan kita hanya sebuah paksaan, tanpa perasaan, dan sebuah kesalahan."
" Kamu salah sasaran mendorong wanita itu, dan kamu akan menghadapi suaminya, seorang jenderal berkelas, dan kamu lihat sendiri , bagaimana taringnya bekerja."
" Merubah wajah, dengan cara operasi, tidak membuat dirimu menjadi manusia baik".
" Aku pikir aku bisa merubah nasib lebih baik, nyatanya , aku di bohongi, menjadi isteri ke dua, dan kembali di manfaatkan tanpa aku tahu, menjadi terseret di kasus penyalagunaan dana".
" Apa kamu mempunyai anak lagi?".
" Tidak, isteri pertama mengetahui pernikahan suaminya, dan aku tidak boleh punya anak, sesuai perjanjian."
" Baiknya kamu mengakhirinya, masih ada anak kita , aku akan mengatur pertemuan kalian".
" Dia sudah berusia 12 tahun, berbudi baik, di asuh kedua orangtuaku. "
Isak tangis wanita itu menggema di ruangan.
Sementara itu derap langkah Yudha membuka ruangan itu . Menarik kerah leher sang wanita.
" Katakan , apa yang isteri saya buat pada anda."
Hanya desah dan air mata menetes di pipi sang wanita.
__ADS_1
Renata mengamati ruangan, Yudha tidak ada.
Renata melepaskan selang infus, dan memperbaiki pakaiannya.Sedikit pening Renata rasakan .
" Bos kenapa? perlu apa?".
" Jenderal di mana?".
" Pergi ke kantor , ke bagian penyelidikan."
" Antar saya Sam, cepat".
" Tapi bu, ibu baru pulih".
" Jangan sampai dia salah Sam, sudahlah , saya juga salah gak hati - hati ,"ujar Renata.
Tidak berapa lama ,mereka pun sampai, dengan di papah Samuel , Renata menuju bagia penyelidikan. Disana terlihat sangat kacau, pertengkaran Yudha dengan wanita itu, Edo turut menengahi .
" Saya akan tuntut kamu, kamu pikir ,isteri saya, ada hubungan dengan Edo, dasar wanita iblis, kamu tidak melihat keadaan isteri saya sedang mengandung, luka apa yang dia dapati".
Beberapa polisi , setuju dan geram dengan wanita itu, bagaimana pun Renata bagian dari mereka.
" Mas......sudahlah, ayo kita pulang, gak usah di perpanjang".
" Tidak dia harus mendapatkan hukuman, karena faktor kesengajaan,".
" Tata lelah ngadapi sidang, sudahlah mas, please, pusing," ujar Renata .
Amarah Yudha lenyap, memeluk sang isteri .
" Kenapa kemari yaaang".
" Mas kalau udah marah, seram, " ujar Renata lemah.
Yudha mendekap Renata , membawa Renata keluar dari ruangan itu.
" Minum la Ta, segelas susu hamil, kamu harus tahu, aku hamil Ta, " ujar Aisyah.
Senyum Renata merekah.
__ADS_1
Renata meneguk susu pemberian Aisyah.
" Makasih Syah, ku lapar banget:.
" Jenderal jangan hanya bisa marah, isteri kelaparan," omel Aisyah.
" Masih lapar yaaang?".
Renata mengangguk.
" Pengen makan sate mas,".
" Makan di tempat".
" Yaang dahi kamu luka".
" Siap makan kembali ke rumah sakit, janji mas...".
" Pasien seperti kamu, bisa buat dokyer syok Ta..."
" Gimana dengan mas?".
" Lebih dari syok ,jangan bandel sayang, inj pertama dan terakhir kari.dari rumah sakit, dan membandel makan sate.Sate proses pembakatan nya gak baik di makan wanita hamil."
" Mas, please pengen....".
Hati Yudha luluh, melihat permohonan sang isteri, ngidap memang sesuatu hal yang menurut nalar aneh, teyapi melihat Renata lahap memakan sate, Yudha gak bisa biang apa - apa.
Saat kembali ke rumah sakit, Yuhda menggendong sang isteri, sudah tertidur terlelap, setelah menyantap 2porsi sate padang.Apapun asalkan isteri sakit, mau makan, sebisanya suami memenuhi permintaan isteri.
π½ππππ₯π₯π₯¨π₯π
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1