Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Solo 2


__ADS_3

Ketika semua koper sudah lengkap, Ipar Renata dan keluarganya masing - masing naik ke mobil mereka.


Renata bisa melihat, keluarga saudara Yudha terlihat akur, dan terlihat suami mbak pertama dan mbak kedua menyayangi keluarga nya.


Terlihat juga anak mereka mandiri, hanya anak mbak kedua yang baru berusia 3 tahun, sangat menggemaskan.Renata tersenyum melihat si anak kesusahan mendorong kopernya.


" Nama si bontot, Alberth, dipanggil Bebet yaaang. "


" Bebet peniru uncle nya, jangan heran, dia akan sering ke rumah kalian, "ujar mami Yudha tertawa.


Renata memasuki mobil, duduk di depan, sedangkan kedua mertuanya duduk di belakang.


Yudha tidak malu, menggenggam tangan Renata, mami dan papi Yudha tersenyum.Mereka sangat tahu, Yudha sangat mencintai Renata.


Yudha mengantar kedua orangtua nya di sebuah rumah, dan Renata bengong melihat rumah orangtua Yudha sangat besar.


Tepat di samping rumah mamanya ada sebuah rumah minimalis.


Renata memandang Yudha.


" Ya yaang, itu rumah kita," ujar Yudha.


" Di samping rumah kita, rumah mbak kedua, di samping sana , rumah mbak pertama. Kalau bagian depan ini, masih tanah kosong, papi rancang buat anak kita dan para ponakan."


Renata bengong melihat kekayaan keluarga Yudha.Yudha tidak pernah pamer kekayaan orang tuanya.


" Nanti jam makan, ngumpul ya Yud, Ta, mbok udah masak, " ujar mami Yudha .


" Kalian berangkat ke Medan kapan nak?".


" Besok mi, penerbangan pertama , dan balik di malam hari," ujar Yudha.


" Ya la nak. Nanti mami cari oleh oleh buat keluarga William. Mami kasihan banget lihat mami dan papinya William. Mereka sangat menyayangi Renata. Kamu jangan sia sia kan Tata, Tata sekarang isteri kamu nak ."


" Iya mi, " ujar Yudha.

__ADS_1


Koper Kedua orangtua Yudha di angkat para pelayan, demikian juga koper Renata dan Yudha.


Renata bengong melihat kekayaan keluarga Yudha , imbang dengan keluarga William.


Renata melihat beraneka tanaman .





" Tanamannya sangat bagus mas ".


" Jmmm, pak Iwan yang urus yaaang."


" Mas suka baca, jadi sambil di ruang baca , duduk di teras, mandangi tanaman," ujar Yudha.


" Tata hanya suka tanaman anggrek dan kaptus, gak ribet ngurusnya, mas," ujar Renata.


" Iya , mas tahu kamu suka kaptus, bahkan di kem dulu kamu sering bawa kaptus kesayangan kamu ."


Kamar kita di lantai 2 yaaang," ujar Yudha.


Renata melihat kolam Renang di halaman belakang .


Renata bengong melihat ada fasilitas lift .


" Perusahaan papi ,bergerak di bidang lift, eskalator, hotel, garmen, macam- macam yaaang, jadi setiap rumah, selalu pakai lift, papi suruh bangun, karena dulu mbak pertama hamil, ribet bolak balik naik tangga."


Renata mengangguk .


Beberapa pekerja pun berderet , Yudha mengenalkan mereka.


" Ini Mbok Tami yaang, dia akan memasak buat kita, juga belanja, ini Widya , dia membersihkan rumah, dan supir pak Iwan rangkap tukang kebun, mas gak banyak pakai pekerja , mas gak mau privasi kita terganggu. Setiap sabtu dan minggu, mereka akan pulang, jadi di sabtu dan minggu ,kita hanya berdua, " ujar Yudha tertawa.

__ADS_1


Renata menyalami mereka , para pekerja kembali mengerjakan pekerjaan mereka .


Yudha menggenggam tangan Renata, mereka menuju Kamar utama.


Renata takjub melihat ornamen kamar , tidak banyak barang,hanya sofa, tempat tidur ,lampu dan sebuah meja baca yang lumayan besar .


Ketika Renata memandang kaptus di meja sudut, Yudha memeluk Renata dari belakang.


menyandarkan dagunya ke bahu Renata.


Yudah menghirup parfum lavender, parfum kesukaan Renata , bahkan parfum itu sama dengan wewangian ketika mereka dulu pacaran.


Renata mengusap tangan Yudha.


" Kaptusnya cantik, duplikat Tata punya."


Yudha tersenyum.


" Mas ambil anakan kaptus kamu yaaang, mas tanam di pot kecil, trus ternyata tumbuh, jadi gini Cantik kan.



" Nyuri dehhhhh, " ujar Renata.


" Enggak, mas udah pamit ke batangnya, minta anakannya," ujar Yudha tertawa.


Yudha membalik kan badan Renata, meraih tengkuk Renata , dan mencium nya.


Perlahan ciuman itu semakin panjang. Yudha menyusuri leher dan tengkuk Renata . Renata larut dalam buaian indah.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2