
Kita kadang tak pernah mengerti kenapa dan mengapa kadang Tuhan mengijinkan sesuatu terjadi baik buruk atau baik. Malah terkadang kita sama sekali tidak bisa menelaahnya dengan logika kita. Namun teman-teman, Tuhan pernah berfirman:
..."TUHAN berkata, "Pikiran-Ku bukan pikiranmu, dan jalan-Ku bukan jalanmu."...
...(Yesaya 55:8)...
" Memang terkadang apa yang Tuhan ijinkan terjadi, tidak selalu dimaksudkan untuk dimengerti oleh manusia, " ujar Tracy.
" Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.β
(Yeremia 29:11)"
" Tuhan memberikan sebuah janji yang indah buat kita semua dalam ayat ini. Bahwa Dia tidak memberikan kepada kita rancangan kecelakaan, namun rancangan damai sejahtera untuk memberikan kepada kita hari depan yang penuh harapan, " ujar Tracy.
" Walaupun apa yang terjadi di sekeliling kita tidak dapat kita pahami dan tak dapat kita mengerti, mungkin memang tidak dimaksudkan untuk dimengerti oleh kita. Atau mungkin tidak sekarang kita dapat mengerti segala sesuatunya. Tapi ...., Tuhan memberikan janji pada kita, bahwa apapun yang dirancang-Nya untuk kita, akan indah pada waktunya, percayalah Ta, " ujar Tracy.
" Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah mengandalkan pengertianmu sendiri."
(Amsal 3:5)
" Rancangan apa gini pedih Tracy, ini menyakitkan Tracy, aku gak sanggup."
Renata dan mami Wiliam menangis.
" Kamu tau Ta, aku..., hanya sebatang kara di dunia ini. Papi , mami, saudaraku 3 , langsung meninggal di depanku, mereka meninggal tanpa bentuk, terkena bom".
__ADS_1
" Aku masih berusia 10 tahun Ta , hidup memimpin perusahaan papi ku, kebebasanku di rengut, aku hanya sendiri."
" Aku hanya ada teman papi , isteri dan anaknya yang baik sama aku Ta."
" Papiku anak tunggal, sama seperti aku dan kamu."
" Tuhan memberikan aku keluarga baru, dan mereka sungguh seperti malaikat tak bersayap, menguatkan aku, memberi aku kekuatan, kamu tahu Lily kan, dia anak teman papi aku. "
" Asal kamu tahu, dulu papinya Liky mantan pacar nya papi aku, namun mereka berkeluarga , denagn pasangan yang beda, bisa kompakan , aneh memang, tetapi mamiku selalu bilang belum jodoh."
" Aku dekat dengan anak mereka, kami saling mencintai, dan kamu tahu Ta, tamat SMA , kami menikah, yah gini, aku jadi tinggal di LA. Mamiku orang indonesia Ta, sama dengan mertuaku, makanya aku fasih bahasa Indonesia, walau aku bule banget, " ujar Tracy.
" Kamu , masih ada papi, mami, teman, jangan down Ta."
" Gak ada harapan Tracy..... , isak tangis Renata pun kembali."
Pintu operasi terbuka, tepatnya sudah 2 jam , operasi di lakukan.
" Sorry, we did our best, but the wound was severe.
William twenty five years old, died 19.30"
Mami William menangis menjerit, mendengar keterangan sang dokter. Sedangkan Renata pandangannya perlahan menghitam dan tidak sadarkan diri.
" Saya akan mengurus semuanya, " ujar Yudha.
__ADS_1
Papi William menangis terisak.
" Saya akan mengurus kepulangan jenazah ke Indonesia, karena korban penembakan, maka akan sedikit rumit, tetapi saya akan mengurusnya," ujar Yudha.
Yudha , Papi dan mami William, serta Willy berdoa di jasad William.
" Nak...., pertarunganmu sudah selesai, kamu sudah bertobat, memenangkan pergumulanmu, hanya kamu belum mewujudkan mimpi indahmu, doakan kami nak, doakan kami kuat, mejalani hidup tanpa kamu, berat banget Will, kamu anak mami, selalu ada di hati mami."
" Koko...., Willy menangis tersedu sedu".
" Will, kamu anak lelaki ku, aku percaya, hatimu bersih ,hatimu baik , selamat jalan nak, teramat sakit takdir ini kami terima, namun kamu titipan Tuhan nak, semua bukan milik kami di dunia ini, makasih , sudah menjadi anak papi, makasih sudah kuat ,berbicara terakhir pada kami. Bagaimana nak Renata, dia begitu rapuh, kasihan dia ,kamu meninggalkan dia , " ujar Papi Wiliam.
" Selamat jalan William, kamu saingan terberatku, ternyata kehilangan kamu, bukan membuatku tertawa, tidak....., kamu menitipkannya buat aku , apa sepercaya itu kamu Will? kamu menitipkan orang yang kamu cintai sama aku, kamu tulus melakukan nya, bertapa besar kamu mencintainya, aku janji , akan menjaganya, mencintainya dan tidak menyakitinya ."
Perawat pun mendorong William ke ruang jenazah buat di urus .
ππππππππππ
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1