
Renata tertidur terlelap , Ketika terbangun, Renata bermain game, terasa sangat bosan , terbang seorang diri.
Renata menatap sebuah keluarga, isterinya gendut, mereka memiliki anak berusia 1 tahun, sang suami sangat tampan, dan terlihat sangat menyayangi sang isteri dan anak. Bahkan, ketika memberi ASI pada anaknya, sang suami menyuapi sang isteri .Mereka sambil bergurau, dan tertawa.
Renata menjadi menginginkan sebuah pernikahan, rasanya berkomitmen harus, selama ini William sudah lama menantikan moment itu.
Renata tersenyum, saat melihat mereka pasangan yang saling melengkapi .
Ketika tiba di Changi airport, Renata mengabari pimpinan , dia berada di gate 8.
Dan Renata membeku , saat menatap sosok Yudha , di hadapannya.
Renata membungkuk dan mendekati Yudha.
" Terlalu formal kamu Ta".
" Pangkat Jenderal , harus kan," ujar Renata.
" Jangan meledek".
" Serius....".
Yudha mengendarai sebuah mobil .
" Bisa singgah di rumah sakit ini? bentar aja," ujar Renata.
Yudha mengangguk.
Renata pun bergegas , memasuki sebuah toko bunga dan toko Roti, di samping rumah sakit .
Yudha sudah berada disana.
" Mas temani".
Renata mengangguk .
Renata menekan tombol, kemudian mencari kamar 101.
Dan Renata mengetuk pintu .
Terdengar suara " masuk " dari dalam.
Tubuh sang Jenderal banyak mengalami penurunan, apakah dia sakit? hati Renata bertanya tanya.
Renata memasuki kamar tersebut.
" Tata..., " ujar Jojo sangat bahagia.
Jojo meraih tangan Tata dan memeluknya.
__ADS_1
" William kalau melihatnya bakalan ngamuk ko
, " ujar Renata .
" Biarin, dia akhirnya memenangkan pertandingan. Dia bilang akan melamar kamu, kenapa takut berkomitmen ?".
" Pilihan sekali seumur hidup," ujar Renata.
" Kenapa sampai OD ko?".
" Patah hati, berat bangetttt".
" Jangan bodoh".
" Gak bodoh".
" Kooooo".
"Hmmmm, "
" Jangan ulangi, aku gak akan mau jadi adek koko, teman koko, sahabat koko".
" Ta..., koko sangat berat melepaskan kamu, sudah lama koko dan William mencintai wanita yang sama , berjuang dan bersaing, walau dia lebih dari koko".
" Kalian kenapa sampai kena drugs?".
" William ngaku dosa sama kamu Ta? selama ini aib nya dia pendam".
" Kenapa sampai bisa OD?".
" Dia cerita ,kamu akan dia lamar, setelah selesai S2."
" Jangan gitu," Renata terisak .
" Iya....".
" Janji, akan kuat?".
" Janji ".
" Aku sudah mulai move on Ta".
" Cepat amattt".
" Entahlah Ta, awalnya koko jatuh balapan , trus di rawat 3 bulan di rumah sakit di Jakarta."
" Trus....".
" Dokter ini merawat koko.".
" Ketika koko OD, dia seperti kamu, gigih, peduli , dan koko menyukainya".
__ADS_1
" Good".
Yudha membeku , saat mendengar Jojo OD, William juga durgs .
Selepas mengunjungi Jojo , Yudha menatap Renata.
" Kenapa bisa terlibat sama mereka Ta, drugs?".
" Mabuk juga kan?".
" Dari mana mas tahu.
" Mas gak akan pernah rela ,kamu bersama mereka.
" Kamu lihat foto ini, koko mendapatkan nya, kamu gak tahu kan, William kembali ke Medan ,ketika kamu tugas, dia 3 hari di medan , dan waktunya dia habis kan dengan anak ini , usianya 6tahun Ta, mereka sangat dekat."
Renata membeku , saat memandang William menggendong seorang anak, di kediaman mereka.
" Apa lagi ini koooo," ujar Renata mengusap wajahnya.
Aku tidak akan menahan ini, kamu banyak misteri kooooo.
Renata membalas Wa William, mengatakan melalui pesan suara , dia sudah di Singapura , menuju markas.
Renata mengelus foto mereka bersama.
" Hidup ini seperti sebuah permainan".
Renata memandang jalanan Singapura , yang begitu bersih .
Yudha memutar lagu Arcade dan before you go by lewis capaldi .
Renata larut dalam pikirannya. Tidak mau mempercayai siapapun, hanya perlu dia menayakannpada William dan lainnya.
Mereka pun sampai di markas. Renata turun dalam suasana hati gundah.
Yudha hanya menatap Renata.sampai jauh.
Yudha memegang dadanya.
" Jojo mampu OD saat tahu kamu dan William akan menikah. Kenapa dalam hatiku gak pernah bisa Rrla Ta,...hanya kamuuuu."
πππππππππππ
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1