
Renata memandang Zizi, ada rasa sedih, tapi ada rasa kesal,, dan juga bahagia. Bercampur jadi satu .
" Kamu kemana Ta? " tanya Yudha.
" Coco mana mas?".
" Tuhhh, " ujar Yudha.
" Co...., kamu apain Zizi sihhh, kamu ini cowok apaan, nih kamu harus tanggung jawab, aku nikahin kamu sama Zizi, " ujar Renata menatap tajam ke arah Coco.
" Kita aja yang nikah Ta, jangan Coco duluan, masak mas kalah sih , sama Coco, " ujar Yudha.
" Mas apaan sihhh".
" Mas serius Ta".
" Ngebet banget pingin nikah," ujar Renata.
" Faktor umur Ta".
" Gak tuan ,gak hewannya, sama aja, " ujar Renata menghentak kan kakinya kesal.
" Kesal kenapa Ta? " Yudha langsung memeluk Renata .
" Coco hamili Zizi loh ko, nih hamil Zizi 3 minggu, kata dokter hewan ,anjing hamil 63 hari ,kurang lebih gitu".
" Hahhhhh..., tok cer juga Coco nya Ta, " ujar Yudha.
" Mas gak lihat, nih Zizi semalam rewel, gak mau tidur, nangis, gelisah, ku susah tidur. Khawatir banget."
" Kenapa gak bangunin mas? ".
" Mas, pulang malam, dipanggil bangun gak bangun."
" Kalau Zizi punya anak, bakalan lucu ya Ta, rumah ini akan ramai. Anaknya berapa Ta?".
" Tadi di USG anaknya 2 mas."
" Satu sama mas, satj sama aku, deal kan".
" Kamu mau pisahin mereka Ta, Zizi dan Coco udah satu keluarga, trus anaknya di pisahin gitu, kasihan dong emaknya."
" Iya juga ya Mas."
" Ya iyalah".
" Kalau aku urus 4 ekor , gak bisa deh, aku aja urus satu ampun, " ujar Renata.
__ADS_1
" Kita urus sama - sama aja Ta, di rumah mas di Solo, gimana ?".
" Mas mau balik ke Solo?".
" Ada panggilan tugas".
" Ya udah, mas balik aja, Zizi biar aku jagain aja, anggap aku salah ngomong, Zizi kan anjingnya aku," ujar Renata.
" Sampai kapan kamu disini Ta?".
Renata hanya diam.
Renata memasuki kamarnya.
Membuat Zizi ke dalam kandangnya .
Renata duduk di balkon, memandang di balkon .
Renata memakai pakaian dinasnya, dia bertugas di kesatuan hari ini, banyak sistim komputer akan dia rakit, dan program .
Pekerjaannya bisa lembur, Yudha dan Bima akan membantunya .
Renata memakai pakaian yang rapi, mengikat satu rambutnya .
Yudha memandang Renata dan tersenyum.
" Udah pergi duluan, dia takut jadi nyamuk".
Renata hanya diam, memakai sepatu datarnya .
Ketika sampai di kantor polisi, banyak para senior, junior mendekati Renata , mengagumi Renata.
Namun langkah Renata terhenti, saat melihat seorang wanita, dengan pakaian polwan, cantik, putih, berambut pendek sebahu, berada di ruangan Yudha.
Bisik bisik para polwan dan polisi pun terjadi .
" Eh, itu kan , wanita yang kita lihat di cafe , waktu malam, mereka nyantai duduk berdua di cafe, dekat banget ya, apa pacar nya Jenderal Yudha ya ?".
" Ku juga liat, Jenderal Yudha jemput kemarin di bandara, ketepatan aku jemput berkas di cargo, dia begelayut manja itu sama Jenderal," ujar seorang polwan.
" Siapa sih yang gak mau, sama Jenderal Yudah, keren ,ganteng, gak tua banget deh 28 atau 29, cakep, banyak prestasi, " ujar seorang polisi .
" Liat deh, polwan itu pakai high heels ,cakep, putih, modis, ".
" Renata hanya melihat sosok Yudha dan wanita itu.Renata malas memasuki ruangan kerjanya, takut mengganggu Yudha dan polwan itu."
Renata membuka sepatu kets nya, memandang sepatu nya.
__ADS_1
Teringat, William memberinya sepatu itu .
Renata memasuki gudang, melihat Bima disana.
" Apa nyesal, jenderal Yudha berpaling ?".
" Ngacoooo, " ujar Renata.
" Kamu masih punya cinta dan perasaan buat dia kan Ta?".
Renata hanya diam.
Mengambil komputer baru, memasang beberapa prangkat .
Renata sangat sibuk , memprogram ke 10 komputer .
Renata kembali ingin mengambil minum, namun Renata masih melihat, sosok polwan itu, menggoda Yudha, lumayan agresif.
Renata hanya diam, menuju ruangan bagian penyidik , meminum air putih .Renata melihat jam nya pukul 2 siang, Renata menuju kantin.
Memesan makanan dan air putihnya.
Renata memutar video wisuda nya, disana William sangat gembira.
" Coba kamu ada ko, sangat berat tanpa kamu.....".
Renata merasa satu sisi hatinya cemburu, melihat wanita itu mendekati Yudha.Namun satu sisi , dirinya belum bisa sepenuhnyanmelupakan William.
Renata bergegas , menuju kantin .
Renata memutar video kebersamaannya dengan William.
Renata menuju kantin, membeli minuman soda.
" A...aku cemburu melihat mereka, apa karena perhatian mas Yudha pada ku selama ini? , gak...gak ...Ta....".
" Tapi aku gak nyaman , melihat wanita itu, gak pernah merasakan hal yang sama, ujar Renata berperang dalam hatinya.
" Pantas dia mau balik ke Solo, mungkin karena wanita itu, yah sudahlah, aku akan tetap stay di sini, mau Bima juga balik, aku disini aja, aku udah terbiasa, dalam hati Renata."
πππππππππ
Jangan lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment