Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Siang Pertama


__ADS_3

Siang itu, udara begitu panas, namun karena ada AC membuat ruangan lumayan sejuk .


Yudha mengunci diri Rwnata di sebuah sudut dinding , Yudha meraih rahang wajah Renata , perlahan dengan lembut mengecup dan mencium Renata. Renata membalas ciuman Yudha.


Mereka saling bertatapan.


" Mas tidak bisa menahannya yaaang, "ujar Yudha dengan suara berat .


" Mas pingin melahapmu, bahkan ketika sudah sah, di dalam gedung dan semalam, di hotel, mas harus menyelesaikannya sendiri , " ujar Yudha.


Bagi pria normal, apalagi di usia seperti Yudha, pasti men sah kan seseorang, membuat fantasi mereka berlarian kemana - mana. Yudha bukan tipe pria yang gonta ganti pacar, juga bukan tipe hura hura. Yang membuat Renata yakin sama Yudha , Yudha pria yang bertanggung jawab, Yudha tegas dan bekarisma.


" Masih siang, " ujar Renata.


" Masa siang pertama sih mas?".


" Kita tampil beda dengan yang lain yaaang, kalau orang malam pertama,kita siang pertama," ujar Yudha tertawa.


" Bukan tampil beda yaang, mas aja yang kebelet," ujar Renata tertawa .


" Boleh yaaang?" tanya Yudha.


" Takut, " ujar Renata.


" Sama peluru gakntakut, nih di ajak *** *** kok takut, " ujar Yudha terkikik.


" Kata sepupu Tata sakit banget ".


" Tapi enak, " ujar Yudha tertawa ngakak.


" Berarti mas udah gak segel yaaaa? tanya Renata , jujur jawab ," ujar Renata.


" Demi Tuhan segel yaaang, mas bilang enak kan , teman mas, gitu nikah cerita, dia menggempur isterinya bolak balik, katanya rugi gak nikah muda."


" Ihhhhz dasar cowok, " ujar Renata.


" Kamu bisa bilang dasar ciwok yaaang, nanti kamu bisa minta duluan lohhhhh, "ujar Yudha.


" Pengalaman atau curhat mas?".


" Rata - rata teman mas ngomong gituan, isteri mereka minta, yah mereka ngasih, " ujar Yudha tertawa .


Wajah Renata memerah seperti tomat, Renata tenggelamkan ke dada bidang Yudha.

__ADS_1


" Yaaang, jangan malu, wajah kamu sampai memerah nihhh".


Renata mengangguk .


" Boleh???".


Renata mengangguk .


Perlahan Yudha menggendong depan Renata, mereka saling berhadapan. Yudha membawa Renata di pembaringan .Yudha mengusap wajah Renata.


" Kita akan perlahan melakukannya yaaang".


Renata mengangguk , kedua mata Renata dan Yudha saling bertatapan.


Yudha mengecup bibir Renata dengan lembut.Renata juga membalas nya.


Oerasaan Yudha sangat bahagia, perlahan Renata membuka dirinya buat Yudha .


" Tuhan bantu kami untuk bersama lagi, lebih dekat lagi, berkatinpernikahan kami Tuhan, berikan kami keturunan yang cantik, ganteng, berikan kami anak anak yang baik, lulih kan luka hatinisteriku ya Tuhan, jadikan aku suami yang baik, bertanggung jawab , setia , demikian juga dirinya. Jaga kami selalu dalam tugas mulia kami."


Yudha memandang wajah Renata . Ada rasa takut, gugup , sama dengan yang dia rasakan. Bagaimana bisa pasangan kekasih melakukannya , belum ada ikatan yang sah , hanya karena nafsu bisa membuat banyak manusia sesat. Agama yang kurang di pahami dan di jalankan, membuat manusia menjadi lupa , dan semakin larut dalam dosa. Ada yang menikahi pasangannya, ada yang meninggalkan pasangannya begitu saja, kemudian beralih ke wanita lain, merusak lagi, dan lagi .


Perlahan Yudha mengecup dahi, kedua pipi dan berakhir di bibir Renata .


" Buka matanya yaaang, "ujar Yudha.


" Buka dong yaaaang ".


Perlahan Renata membuka sebelah matanya .


" Jangan hanya sebelah, dua duanya sayaaang".


Renata tertawa dan kemudian membuka matanya.


" Mas sangat menyayangimu, " bisik Yudha di telinga Renata.


Renata melihat begitu tulusnya sang suami menyayanginya .


" Mas mencintaimu yaaang".


Renata mengangguk .


Perlahan Yudha menciumi tengkuk Renata , Renata merasakan setiap gerakan tangan Yudha menyusuri sisi bagian dirinya.

__ADS_1


Dengan penuh kasih sayang , perlahan mereka tanpa sehelai benang.


Renata malu, namun dalam dekapan Yudha semuanya mengalir begitu saja.


" Mas akan melakukannya , perlahan, " ucap Yuhda.


Renata mengangguk.


Siang.itu mereka saling bertautan .


" Sa..sa..sakit mas..., " ujar Renata.


" Ya yaaang, pertama memang sakit, mas juga, " ujar Yudha.


Seiring waktu , hanya ada desahan mereka berdua. Yudha tau, akan banyak malam panjang atau siang panjang yang mereka lalui, Yudha sudah membuat kamar mereka kedap suara .


Masukan dari teman nya, seorang prajurit mempunyai pertarungan sengit, mempunyai fisik strong, sedikit berbeda , apalagi kedua pasangan dari dunia kemiliteran .


Yudha banyak mempunyai teman yang juga menikah dengan rekan se profesi dan ada juga temannya yang menikah dengan tentara.


Yudha tersenyum melihat Renata sudah meringkuk kelelahan di samping nya.


Yudha mengecup puncak kepala Renata.


Kemudian Yudha ke kamar mandi membersihkan diri.


Di dalam kamar mandi, Yudha tidak berhenti tersenyum.


Yudha membersihkan Renata, Renata hanya menurut apapun yang di lakukan Yudha, Yudha seorang petarungbulung, menghisap energi bak zombi dan vampir.


Yudha tersenyum melihat bercak darah di sprei abu nya .


" Makasih yaaang, kamu memberikannya pada suamimu, mahkota terindahmu, " ujar Yudha mengecup Renata.


Yudha memeluk Renata. Renata memakai kemeha putih Yudha, karena Yudha tidak tahu, di koper mana pakaian rumah Renata.


Di dalam eekapan Yudha , Renata pun tertidur .


πŸ€΅πŸ‘°πŸ€΅πŸ‘°πŸ€΅πŸ‘°πŸ€΅πŸ‘°πŸ€΅πŸ‘°


Jangan lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2