
Yudha mengenali sepatu itu, wajah gagahnya terangkat.
" Rian Anggara, "ujar Yudha .
Pria itu tersenyum, menatap lama pada Renata.
" Sudah sangat lama Yud, sejak saya keluar dan memilih bisnis dari pada dunia militer."
" Kamu presdir Group Realtrade?" tanya Yudha.
Rian Anggra mengangguk.
Rian terdiam, terkadang hidup tidak mempunyai pilihan.
Perasaan pria itu belum benar benar mati.
Renata membeku, kehilangan semua kemampuan berpikirnya .
" Kamu sudah menikah dengan Yudha Ta? bahkan suami kamu terlihat lebay, " suara tawa dan tatapan sinis pada Renata.
" Namanya juga suami isteri, yah suami isteri rasa nya seperti pacar, " ujar Yudha dengan menatap tajam Rian .
Yudha menatap sengit Rian.
" Kamu di balik semua ini ?".
" Bukan".
" Kamu mengirimkan pesan ke ponsel saya," ujar Renata.
" Saya pikir wanita, ternyata pria jadi - jadian, " ujar Renata .
" Kamu kenal Rian Ta?" tanya Yudha.
" Bukan hanya kenal, atasan sableng mas".
" Kamu kepikat sama pria gini Ta?", ujar Rian.
__ADS_1
" Aku punya masa lalu, tetapi di masa depanku dan saat ini hanya ada Renata Aurelia Kusuma, " ujar Yudha.
Renata mengenyitkan dahi.
" Masa lalu apa lagi?".
" Kiat harus menjauhkan Renata dari para buaya. pikiran Yudha berkelana , mencari jawaban.
" Masa lalu, cowok anti cewek, " ujar Rian .
" Yudha gak aneh Ta?".
" Lumayan ....., " ujar Renata.
" Lumayan apa Ta?" tanya Rian penasaran
" Yahhhh, lumayan anehla, "ujar Renata tertawa.
Rian tertawa.
" Saya di bingkai, di balik semua ini ada paman saya dan anggota temannya 2 orang yang melatar belakangi beberapa insiden pasukan pengaman dan membuntuti keluarga kalian ," ujar Rian.
" Sudah meninggal, mereka berusaha mempengaruhi aku, namun aku tahu, bisnis gelap mereka, menjebak aku dengan berbagai tuduhan palsu".
" Sniper?".
" Mereka, bukan dari anggotaku," ujar Rian.
" Kamu masih di kesatuan Ta?".
" Ya iyalah bos, mau kemana lagi, ".
" Jadi sekretaris aku aja Ta, " ujar Rian mengedipkan matanya.
" Hai bro, itu isteri aku, jangan main mata, kamu tahu kan , kamu selalu kalah jauh dari kekuatanku?".
" Renata malu, meng expose mantannya, " ujar Rian.
__ADS_1
" Jangan mimpi bos, lupa ingatan? dekat aja gak , dikatakan mantan".
" Jadiannya kapan?" ujar Renata.
" Heran ada yang halu sendiri, perasaan sepihak," ujar Renata mengerutkan dahi.
Rian tersenyum.
" Rasanya lebih aneh, melihat si cantik berjodoh dengan manusia kaku, no expresi," ujar Rian kembali tertawa.
" Mancing di air keruh, " ujar Renata duduk di sebuah kursi.
Rian memberikan pada Yudha segepok kertas. Yudha memeriksanya.
Sedangkan Renata melacak, setiap kode dan membuka akses .Renata mulai bisa membaca, apa maksud jebakan yang dikatakan Rian. Semua secara kasat mata berasal dari perusahaan Rian, namun terdapat beberapa kejanggalan dokumen dan sistim SOP export dan import .Renata menyimpan bukti yang baru di dapatnya, mengirim email ke Yudha.
Renata menggenggam ipad nya.
Suatu kebetulan, bisa bertemu dengan Rian, apa Rian salah satu dari mereka , menyiapkan jebakan , atau yang dikatakan Rian benar, motif apa di balik kehadiran Rian, tidak bisa di tebak .
" Kita perlu mengawasi Rian, apapaun yang dilakukannya, harus kita monitor, " ujar Renata dalam group nya.
" Apa benar , pria ini pernah mendekati bos".
" Entahlah Bim, sulit menilai karakter orang ," ujar Renata.
Yudha menghampiri Renata, dan mengajak Renata kembali ke kantor , karena ada beberapa rapat yang melibatkan Renata.
Yudha masih menahan rasa cemburunya . Sedangkan Renata terlelap nyaman, terlihat lelah.
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment