Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Skak Mat 2


__ADS_3

" Kamu suka pisang kan Ta?" tanya Yudha mengedipkan matanya.


" Hahhhhh...," ujar Renata kikuk.


" Duhhhh emakkkk, nih skak mat banget, mati akuuu, dia nguping dehhh, " ujar Renata dalam hati.


Yudha menggandeng tangan Renata, tangannya sebelah lagi mengangkat belanjaan.


Saat Renata mau menarik tangannya, Yudha kekeh menggenggam nya erat .


" Gak usah, " Renata menarik tangannya.


Namun tiba - tiba sebuah kendaraan kencang membuat Renata oleng, Yudha langsung memeluk Renata erat , dan membiarkan belanjaannya terjatuh .


Renata dan Yudha saling bertatapan.


Ketika Rwnata ingin menjauhkan badan nya, Yudha dengan erat memeluk Renata , mencium puncak kepala Renata.


" Ja...jangan...," ujar Renata .


Yudha tidak memperdulikan ucapan Renata.


" Aku sangat mencintaimu Ta, jangan pernah menghindar, kita masih ada rasa kan Ta? bahkan William menelepon mas, sebelum kejadian penembakan".


" Menelepon?" Renata menatap Yudha dan Yudha sangat bersungguh sungguh.


" Wiliam mengatakan, mas masih ada di dalam hati kamu, bila terjadi sesuatu, dia menitipkan kamu sama mas, dia iklas".


" Apa sama kamu juga dia ada bilang ? ucapannya di ambulans dan sebelum operasi, kamu masih ingat kan Ta ? ".


" Please , " ujar Renata menunduk.

__ADS_1


" Belanjaan mas, " ujar Renata.


" Jangan mengalihkan , jangan menghindar Ta, " ujar Yudha menatap Renata.


Yudha mengambil belanjaannya, sedangkan Renata berjalan mendahului Yudha.Yudha bisa melihat Renata menghapus air mata nya, hati Yudha perih , sangat frustasi. Begitu sulitnya dia memperjuangkan, untuk memenangkan hati Renata kembali, dengan cara perlahan, selalu gagal .Bahkan penugasan Renata ,membuat dia begitu terkenal, dan banyak sesama rekan polisi mendekatinya.


Baik polisi asal papua , atau dari luar daerah .


Renata berdiri di samping mobil dinas milik Yudha .


Yudha menekan remote mobil , Renata dan Yudha saling bertatapan, kemudian Renata memasuki mobil .


Yudha meletakkan belanjaannya di bagian bagasi mobil .


Yudha melajukan mobilnya perlahan .


" Ta, mas sungguh menyayangi kamu, mencintai kamu, please...,kita bakan yaahhhhh," ujar Yudha .


" Ta...., please....".


" Maaf mas, aku gak bisa , " ujar Renata menunduk .


Yudha meminggirkan mobil .


" Kenapa ?", tanya Yudha.


" A...aku merasa bersalah pada William, aku juga gak bisa menerima mas, aku masih memikirkannya.Aku akan banyak menyakiti mas , aku gak bisa mas".


" Ta..., kalau kamu tidak mencoba , bagaimana bisa, kalau kamu gak membuka kesempatan buat mas, lebih membuat mas menderita. Mas gak akan menyalahkan kamu masih memikirkan William, dia bagian dari masa lalumu Ta, dan mas bagian dari masa depanmu, " ujar Yudha.


Yudha memeluk erat Renata, mendekatkan wajahnya pada Renata. Renata menolaknya , namun Yudha kekeh memeluk dan meraih wajah Renata .Perlahan Yudha mengecup bibir merah Renata.

__ADS_1


" ammmm...mmmm, " Renata mencoba berbicara, namun Yudha menciumnya dengan segenap jiwanya .


Kenangan kebersamaan mereka kembali terkilas balik, dan Renata mulai membalas dan hanyut dalam ciuman yang Yudha berikan.


Tiba - tiba sekilas bayangan William tersenyum dalam penglihatan mata Renata yang terpejam , Renata melepaskan tautan mereka dan Renata mau membuka pintu mobil .


" Ta..., kenapa , " ujar Yudha.


Renata hanya menangis terisak, Yudha kekeh memeluknya erat .


" Kita balik ya Ta," ujar Yudha.


Renata mengangguk .


Sesampai di rumah dinas, Renata melihat Bima senyum - senyum pada Renata.


" Bim,lihat nih, pisangnya gedek, nandingi kepemilikan kamu," ujar Renata menahan tawa nya.


" Sorry mbak yu, ukuran Jenderal tuh mbak yu," ujar Bima lari ke kamar nya.


" Dasar, nyali se ujung kuku, berani ngomong, jangan lari boy," ujar Renata di depan pintu kamar Bima.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2