
Setiap hari minggu, biasanya Yudha memaksa Renata buat joging, namun karena sang isteri lagi berbadan dua, Yudha jogging sendiri.
Renata masih bergelayut tidur di bawah selimut, udara sejuk .
Yudha sudah mandi , bertelanjang dada, menidurkan dirinya di samping Renata.
Renata merasakan sesuatu yang dingin, terkejut dan mengedip ngedipkan matanya.
" Maaf ,mengganggu ya mas nya yaaang?".
" Hmmm, badan mas dingin, Tata terkejut".
" Sorry yaaang".
Yudha membelai wajah Renata, kemudian ketika mau mengulum bibir Renata, Renata duduk dan menghindar, menutup mulutnya.
" Tata belum mandi mas, " .
Renata bergegas ke kamar mandi , Renata pun mandi , lebih cepat dari biasanya.
" Mandinya kok cepat banget yaaang? biasanya lumayan lama".
" Enatahlah mas, pengen cepat siap, pengen makan donat mas," ujar Renata.
" Kita beli donat , makan di tempat atau bawa pulang?".
" Makan di tempat aja mas, tapi Exell bawa ya, naik motor aja, di JCO depan".
" Gakkk, mas gak mau, naik mobil atau gak sama sekali," ujar Yudha.
" Ya udah, baiklah pak Jen, " ujar Renata.
Yudha mengacungkan jempolnya.
Renata dan Exell sangat bahagia, Exell minum coklat panas, kemudian Renata melahap donat dengan toping gula putih, mulut Renata belepotan , sama seperti wajah Exell di penuhi cokelat.
Yudha tidak suka makanan manis, jadi Yudha hanya menemani mereka.
Yudha tersenyum melihat Renata dan Exell berlomba melahap donat nya .
Yudha menghapus mulut Renata dengan tisu, sedangkan Exel, dengan wajah lucu nya ,memberi Yudha kode , menghapus mulutnya juga.
Renata dan Yudha tertawa.
" Yuk pulang yukkkk, aunty ngantuk," ujar Renata.
" Exell juga ," ujar Exell mengucek matanya.
__ADS_1
Yudha menggandeng tangan Renata, mereka pun memasuki mobil.
Renata tersenyum, melihat Yudha begitu menyayangi Exell.
" Kenapa senyum yaaang?".
" Kelak kita punya anak, Tata membayangkan mas menyayangi mereka," ujar Renata tersenyum.
" Apa kasih sayang mas sama Tata akan berkurang?.
" Gak yaaang, buat anak anak 49 persen. dan buat kamu 51 persen , beneran, " ujar Yudha tertawa.
Renata duduk merasa matanya sangat berat, Exell juga demikian.
Yudha tersenyum melihat Renata dan Exell tertidur pulas.
Sesampai di depan rumah mami yudha, Renata dan Exell masih pulas tertidur.
" Yaaaah..., duanya molor, " ujar mami Yudha.
" Makan donat ,lomba mi, habis 3 , Tata 3, Exell 3, nih tidur juga samaan ."
" Yaaah, Exell gak makan lagi deh dek, kekenyangan makan donat".
" Maklum twin ajakin sepupunya ,mkaan donat, seperti orang bulek, makan bread ," ujar Yudha tertawa.
" Pembagian tugas yang tepat, " ujar Yudha tertawa.
" Tata di kediaman kami aja ya mi".
" Puasa dulu boy, jangan extra ngerjain isteri, masih rawan, " ujar mami.
" Baik mi, tapi kalau Tata yang minta, hamba pasrah mi, " ujar Yudha tertawa terkikik.
" Dasar kamu boyyyyy", ujar mbak kedua.
" Slowly yah boy," ujar mbak kedua.
" Jangan tiap hari, jangan juga hajar mirip minum obat 3x 1, mbak tau, gimana profesi kamu, buasnya mirip cadal, " ujar mbak kedua tertawa ngakak.
" Bukan kadal , tapi mirip sjngabkelaparan, " ujar sang mami tertawa.
" Jaga yang benar boyyy, " ujar mbak pertama.
" Siap komandan.....," ujar Yudha tersenyum.
Yudha menikmati pertandingan bola, baru kali ini dia mengecilkan suara Televisi, gak mau mengganggu Renata yang sedang tidur.
__ADS_1
Yudha sangat lapar, Yudha melihat mbok Siti sudah memasak sayur daun ubi pakai santan, udang sambal dan tempe goreng.
Yudha menahan laparnya.
" Makan aja dulu den, nanti non Tata bangun, temani makan aja, udah jam 1 juga".
Yudha mengangguk.
Yudha pun memakan makanan nya.
Ketika Yudha menyuap , Renata sudah berada di depannya.
" Yahhhh, mas makan sendiri - sendiri, ihhh, Tata dintinggalin, " ujar Renata ngambek.
Yudha berkerut, bingung melihat sifat Renata, biasa Renata kalau Yudha makan duluan, gak jadi masalah.
" Maaf yaaang, mas lapar banget".
" Makan ya yaaang".
Mata Renata masih tajam memandang Yudha.
" Seram banget non, biasa gak gitu, " ujar Mbok Siti bengong.
" Tata kesal mbok, mbok sini, temani Tata makan , kita gak usah temani mas".
" Yah yaaang, jangan musuhi mas yaaaang, mana sanggup mas".
Mbok tertawa, dan duduk makan bersama Renata.
Renata mengambilkan mbok tempe, sayur dan udang.
" Mas yaaaang, ambilin udang yaaang..., " 'ujar Renata.
" No...., " ujar Renata singkat.
Yudha menggaruk kepalanya.
Menahan senyuman.Memang kehamilan ,bisa membuat emak jadi sensi ," ujar Yudha dalam hati.
π€΅π°π€΅π°π€΅π°π€΅π°π€΅π°π€΅
Jangan lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment