Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Posesif dan Protektif


__ADS_3

Antara posesif dan protektif beda tipis, itu sangat kontras terlihat dari karakter Yudha .


Renata tahu, menjadi abdi negara ,tidak segampang membalikkan telapak tangan, bahkan rekan sendiri, bisa menjadi musuh .Setiap musuh , sangat sulit dikenali, apalagi dati rekan sendiri.


Lampu kantor mati, genset juga bermasalah, Renata siang itu kepanasan dan sangat Bad mood .



Ketika Yudha sampai di kantor, Yudha tertawa melihat isterinya dengan pakai jepitan rambut dan kipas angin baterai di tangannya .


Wajah Renata merengut, melihat mimik Renata , Yudha menjadi tertawa.


" Kenapa duduk disitu yaaaaang?".


" Di dalam panas , mati lampu, genset lagi di bagusin, " ujar Renata.


" Kenapa gak ke kantin yaaang?".


" Udah tadi mas, liat aku mesan banyak, mirip kuli, mereka terkejut melihat Tata yaaang."


" Kau tuh kurus , makanan nya lari kemana , "ujar Wudha tertawa.


" Mulai ledekin ?".


" Gak yaaang".


Tiba - tiba lampu pun hidup.


Renata tertawa bahagia.



" Akhirnya , setelah 3 jam , hidup juga ," ujar Renata Happy.

__ADS_1


Sesampai di ruangannya, Renata kembali memandang surat penugasannya .


" Tata mendapat tugas mas, Ke Jakarta".


" Kita sama berangkat, " ujar Yudha tersenyum.


" Kok bisa mas?".


" Ya bisalah, mas atasan kamu".


" Oh...M...G ( oh my God).


" Keberatan tugas sama?".


" Jangan - jangan akal - akalan mas aja kan, ada udang di balik bakwan ".


" Bukannya ada udang di balik batu yaaang?"


peribahasanya.


" Kita harus selalu bersama yaaang, "ujar Yudha mengedipkan matanya .


" Antara posesif dan protektif beda tipis, " ujar Renata menahan senyum .


" Udah sana Jen, saya mau kerja, beresi nih."


" Jujur , ada rasa cemas mas, kamu dekat dengan Bima, makanya mas gak suruh Bima jadi bawahan kamu, tetapi mas liat kamu keteteran , dan penugasanmu sangat berat ,mas gak tega."


" Tuh kan, kedapatan cemburuan dan posesif mas gimana."


" Mas gak mau lagi , kehilangan kamu Ta, kamu gak tahu, bertapa putus asa nya mas , hanya ke ajaiban membawamu kembali kepelukan mas."


" Kepercayaan di antara kita masih minim mas", ujar Renata.

__ADS_1


" Apa kamu mempercayai mas?".


" Sebagai manusia biasa, Tata sudah berusaha maksimal, mempercayai mas. Namun prakteknya lumayan berat mas, mau gimana lagi. Namun Tata harus bisa kan, melakukan pengendalian diri, gak mungkin , mas kerja sama siapa , Tata buntuti, Tata liatin, mas gak akan berkembang, mas juga risih dan sepertinya , polisi , mematai polisi, atau IPDA mematai Jenderal, jauh banget kan, kesan nya gimana, apalagi di liat bawahan mas, Renata berusaha positif thinking, walau jujur , sulit , namun harus bisa."


" Kalau cemburuan melebihi batas , bisa bahaya. Namun ,harusnya kita tahu batasan dalam pergaulan, batasan atasan dan bawahan. Tata dan Bima sudah seperti saudaraan mas, dulu banget memang Bima naksir sama Tata, namun dari awal, sudah Tata tegaskan, dan Bima menuruti permintaan Tata dan batasan kami, seperti saudaraan, batasan kami seperti tim, teman , sahabat, gak lebih."


" Dan mas harus tahu, hati Bima itu baik, orangtuanya baik, dia tulang punggung keluarganya. Dia masuk militer, karena almarhum papa nya kan dulunya polisi, walau tingkat rendah, papinya jujur, baik, walau minim prestasi, namun gak pernah mau manfaatin rakyat kecil, tugas di jalan, yang gak pakai helm di peringati, di ingatkan, mana mau nerima uang salaman , kalau tugas di jalan, makanya polisi gitu, hidup nya pas pasan,sederhana banget ."


" Tau dari mana yaaang?".


" Bima ketika tugas, cerita sama papi, dari situlah papi cerita sama Tata, Bima itu papa nya gimana, malahan papi ajak ke rumah Bima, papanya bawahan papi dulu, banyak bantu papi . Papi bagusin rumah mereka, susah gak layak huni, ku salut juga lihat Sinta, mau pacaran sama Bima, walau Sinta sepupu nya mas berduit".


" Keluarga mas memang baik Ta, sepupu mas juga hubungannya dekat dan baik".


" Hak pernah nilai seseorang dari materi. "


" Bima baik, sosok yang bertanggung jawab, care , Tata ajarin dia , apa yang bisa dianpelajari. Dia juga Tata ajukan kuliah kembali, dia kan tamatan SMA aja, jadi kuliah terbuka gitu mas, sambil tugas, seperti kelas executive, dia kan pintar, biar bisa menjadi penopang kedua adik dan mama nya."


" Kapan - kapan , kita singgah kalau ke Semarang ke warung maminya mas, enak banget masakan maminya ,gudeg nya, rawon nya, gado gado nya, rujaknya juga, " ujar Renata tertawa terkikik.


Yudha tersenyum.


" Mas kerja dulu ya, "


" Hmmmm".


Yudha pun menuju ruangannya.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Jangan Lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2