
Renata kembali duduk di meja kantornya, membaca berkas yang sedang dia tangani, membaca buku hukum dan juga sistim software .
Berulang kali Renata mengetuk pulpen nya di atas meja, kembali membaca beberapa sumber kasus dan penanganan nya.
Perusahaan ini begitu besar, nyatanya bisa membuat presdirnya terbunuh di ruangannya .
Sistim keamanan suatu perusahaan memang sangat di perlukan. Dan sudah bisa di tebak, perusahaan sekaliber ini, begitu mudah di dilumpuhkan, merupakan tugas yang berat .
Renata melihat Yudha memasuki ruangannya .
" Tugas mu sangat beresiko yaaang, mas harap aapun perkembangannya ,kita bahas bersama."
" Hmmmm, pasti," ujar Renata.
" Apa masih ada yang mas mau katakan?".
" Di rumah saja ".
" Baiklah, ...".
Yudha kembali ke ruangannya . Memeriksa berkas kasus tersebut .
Yudha kembali ke ruangan Renata.
" Ta, kuta ke TKP, rekan penyidik menuju kesana".
Renata mengangguk .
" Saya akan mengganti pakaian biasa mas, karena saya akan stay disana , "ujar Renata.
Yudha mengangguk .
Renata dan Yudha berjalan bersisian .
Sesampai ke perushaan , Renata ikut di bagian posisi tengah , memakai masker dan topi ,untuk menyamarkan wajah nya .
Lift mengantarkan mereka ke lantai ruangan sang presdir.
Renata melihat CCTV, benar dugaannya .
__ADS_1
Renata meminta salah satu anggota kepolisian mengambil tangga. Renata menaiki tangga dan melepas sebuah alat pengontrol di CCTV.
Di beberapa titik, alat ini di pasang, "ujar Renata.
" Pembunuhan berencana, " ujar Yudha.
Renata mengangguk .
Renata melihat harddisk masih utuh disana, Renatamenghidupkan komputer, kkmputer itu sangat canggih, ada pendouble lan data, jika bukan IT lulusan Rusia,hanya seputaran tamatan Asia, maka mereka tidak tahu, pengoperaional komputer tersebut.Renata tersenyum . Sang presdir , cukup tahu ,begitu banyak musuh mengincarnya, penemuan ini membuat Renata harus extra bekerja .
" Komputer ini saya akan bawa ke kantor, saya minta di ijinkan, karena saya akan melanjutkan penyelidikan," ujar Renata.
Kepala penyidik menuliskan memo, dan mengijinkan Rnwata meneliti nya .Renata membuka hardisk dan kemudian Renata melihat tim penyidik menyemprot cairan, dan terlihat warna biru ketika disinari dengan senter. teradapat korban seperti melindungi lemari .
Yudha mencari sudut, dan mengubrak abrik buku disana ,tanpa sengaja buku itu membuat lemari terdorong dan membuka.
Yudha dan beberapa anggota masuk, Renata meneliti , begitu banyak sistim software disana. Renata takjub. Ternyata data programer yang harusnya berada disana raib.Renata melihat beberapa software penting hilang dari gugusan rakitan nya .
" Beberapa modul software hilang, ada 5 titik, " ujar Renata.
Penyidik dan tim detektif mencatat penemuan itu.
" Lihat, ini ada bekas darah, " ujar Bima.
" Pelaku terluka, " ujar Yuhda dan Renata serentak.
" Dari caranya memasuki dan mengetahui seluk beluk ruangan, pelaku orang terdekat, dan beberapa anggota akan stay di perusahaan ini. Bima, Anto, Lionel, Taka, Samuel, dan Renata bertugas di beberapa divisi, saya akan mengaturnya, "ujar tim penyidik.
Renata dan lainnya berujar, siap pak.
Secara kasat mata, Renata melihat sebuah kilatan cahaya karena pantulan sinar matahari .
Renata membaringkan badannya, meraih benda di bawah lemari .
Sebuah batu permata disana terletak.
Renata memberikannya pada sang penyidik.
" Sepertinya ada keterlibatan wanita dalam kasus ini, mudah mudahan wanita ini tidak menyadari , gelang atau rantai nya , salah satu permatanya lepas," ujar Renata.
__ADS_1
" Saya akan mencek nya," ujar Renata.
Dan ketika pagi tiba, Renata mengendarai mobil milik William, Renata sengaja di info , sekretaris dari Inggris, yang akan mendampingi anak presdir .
Pagi itu, Renata menyalam Selretaris disana, memperhatikan setiap karyawan yang suka memakai perhiasan, Renata mencatat hanya ada beberapa orang yang suka memakai perhiasan .
Renata mencatat dalam ingatannya , mereka namanya siapa dan bagian mana.
Renata kemudian mencatat di buku memo nya .
Perushaan kembaki ber operasional seperti biasanya .
Namun terlihat , anak presdir sangat pendiam, kaku, dan seakan tidak terbaca mimik nya.
" serem , seperti psikopat, apa dia, apa setega itu ngebunuh bokapnya sendiri?" .
Renata mengambil foto anak presdir dan memprint nya seperti toko kartun. Menggunting foto teraebut, dengan foto beberapa orang yang di curigainya.
Sudah 3 hari, kasus mentok tidak ada perubahan, namun di pagi ini, ketika di pantry, Renata melihat seorang dari bagian IT memakai gelang , dan mata gelang tersebut salah satunya tidak ada. Renata langsung menanyakan, apa gelang itu miliknya, beli dimana.
Dengan ramah IT tersebut memberitahu, gelangnya di beli di Italy, beberapa bulan lalu, dari pengrajin perhiasan . Hanya ada satu satunya, karena dia hanya membuatkan satu keluaran dalam setiap perhiasan .
Renata mengangguk .
Ketika makan siang, Renata dan rekannya memperhatikan sekitar nya.
Membaca gerak gerik mereka.
Ketika sore tiba, seperti biasa Renata kembali dengan mobil nya. Renata mandi, dan melihat Yudha belum kembali ke rumah, Renata membuka komputer, dan membuka setiap kunci dan password setiap folder.
Renata terkejut melihat satu folder yang bisa dibuka, terdapat folder pertarungan tender beberapa software, juga terdapat beberapa rekaman konflik , dan Renata mengenal pria itu, pria itu saudara korban.
Renata menghubungi Yuhda. Yudha bergegas pulang bersama 2 orang penyidik .
π΅οΈββοΈπ΅οΈββοΈπ΅οΈββοΈπ΅οΈββοΈπ΅οΈββοΈπ΅οΈββοΈπ΅οΈββοΈπ΅οΈββοΈπ΅οΈββοΈ
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment