
" Ta...., makasih sudah mencintai koko, ujar William."
Perawat sibuk memasangkan alat, membuka pakaian William , guna persiapan operasi.
Ketika perawat mendorong William menuju ruang operasi , Mami dan papi William serta Willy adik William pun sampai.
" Pi....mi.....dek....," ujar William menahan rasa sakit .
" Ko...., sehat ya nak, kuat ya, sembuh ya...Tuhan tolong anak saya....," ujar mami William mengusap rambut William, mencium pilu anak pertamanya.
" Ko...., kita akan pulang, kenapa gini nakkkk, kenapa nak, papi gak bisa kehilangan kamu, sembuh ya nak...".
" Koko..," .ujar Willy.
" Jagain mami dan papi ya dek, koko sayang sama kamu, bagus belajar dan bahagiakan mami dan papi, janji jangan nakal kayak koko".
Willy menangis dan mengecup pipi William.
" Maaf pak, bu, pasien akan di operasi, kekasihnya sudah menanda tangani proses operasi mewakili keluarga, " ujar sang perawat.
" Ya , lakukanlah yang terbaik, " ujar Papi William.
" Ko...., jangan tinggalin Tata, " ujar Renata.
" Maafkan koko Ta...maaff.., " William memandang Renata, air matanya mengalir.
" Yudha, menikahlah dengan Tata, jangan pernah biarkan Renata sedih, susah, sayangilah dia, setia padanya .Janji lah Yud."
Yudha mengangguk .
__ADS_1
" Aku janji Will, kamu kuat, selamat ya."
William hanya tersenyum.
Renata duduk di lantai, bersender di dinding .
" Ta, duduk dekat mami nak. Pakaian mu penuh darah nak."
" Koko mi...., apa koko mau ninggalin aku, aku mimpj koko pakai baju putih, aku mimpi koko nangis liatin aku, aku mimpi koko tersenyum pergi, seminggu ini aku mimpi, koko ngomong asal dan ngelantur , sakit banget aku rasa mi, dia mau ninggalin aku yaahhhh, kenapa gak aku aja , kenapa. .....jerit Renata."
Mami William memeluk Renata .
Meraih Renata duduk di sampingnya.
" Firasat orangtua selalu ada, apalagi se orang ibu. Tadi pagi, mami melihat koko pilang ke hotel, tidur dengan kami, rasanya nyata, tapi seperti mimpi. "
" Mami juga mimpi, saat koko bayi, kemudian mimpi koko peluk mami erat, apa anakku gak selamat ya pi?" jerit mami William sambil pecah tangisnya di pelukan Renata.
" Pi...., hatiku gak enak, anakku ....., " ujar Mami Renata .
" Keadaannya tidak baik, peluru menembus organ fitalnya pak," ujar Yudha.
" Maaf saya bicara seperti ini, karena saya sudah banyak pengalaman dalam bidang militer, William termasuk kuat, dan penanganan Renata pertama kali saat terkena tembakan, membuat William mampu bertahan," ujar Yudha. meremas rambutnya.
" Ta, kamu harus kuat, kamu tahu , luka William seperti apa, kamu harus sabar ya Ta, kita mohon Tuhan memberikan mujijat pada William."
Isak tangis Renata kembali pecah .Menatapnlayar handphone , dimana ada video William pakai sepatu putih nya.
Renata merasa dunianya runtuh.
__ADS_1
Yudha menyuruh bawahannya mencari pakaian buat Renata, menyuruh teman kuliahnya .
Sebuah paper bag di serahkan bawahan Yudha , pada Yudha.
" Tukar pakaianmu Ta, ayook, " ujar Yudha.
" Pergilah nak, mami disini nungguin koko."
Renata pun di papah Yudha ke kamar mandi umum.
Renata membersihkan badannya, dan membuang pakaian nya yang sudah penuh darah.
Renata sudah lebih rapi .Mata Renata sembab.
" Ta...," ujar Tracy menangis dslam pelukan Renata.
" Semalam dia baik baik aja Tracy. kamu malahan videokan kami, makasih.....lihatnla Tracy. lihat ...kami nonton , dan tiba tiba ada yang nembak, William terkena tembakan, Tracyyyy aku harus bagaimana hidup tanpa koko".
" Sabar ya Ta...," ujar Tracy.
" Lihatlah cin cin ini Tracy, dia beri sama aku, lamar aku, beberapa hari lalu, aku gak kuat....".
" Ta..., kamu harus tabah, kamu tau kan Ta".
π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
vote
koment