Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Dia Romantis Juga


__ADS_3

Aku yang menemanimu ketika terpuruk, menggenggam erat tangan mu, menyediakan bahu ternyaman ketika kamu sedang tidak baik baik saja. berusaha menyelaraskan langkah tanpa perduli perkataan orang lain tentangmu. Aku gak akan melepaskan genggamanmu , aku berlari mengejar seseorang dan kamu bisa menerimaku setulus hatimu, terima kasih.


Yudha membaringkan Renata di ranjang. Menciumi Renata dan menyusuri ceruk leher Renata.


Yudha tersenyum, melihat Renata tidak menghindar, ataupun menolak Dirinya.Kemudian Yudha menatap wajah Renata .


Yudha memeluk Renata dengan erat .


" Mas , gak bisa nafas, " ujar Renata.


Yudha tersenyum.


Renata menyandarkan wajahnya di dada bidang milik Yudha.


" Tubuh mas seperti batang kayu, butuh olah raga rutin, " ujar Renata .


" Kamu harus kembali olah raga, kita gak bisa cuti lama yaaang, surat mutasi mu , udah mas urus , pindah ke Solo ," ujar Renata.


" Kita beda tempat aja mas, Tata gak nyaman kita satu kantor ".


" Gak yaaang, kantor pusat minta kamu di kantor pusat, bukan cabang, terus kalau ada misi, mas gak tenang ,kamu di kesatuan kamu, resiko pekerjaan kita tinggi, jadi mas mau kita saling melindungi".


" Liana Santoso disana , mantan terindah mas".


" Cemburu ya yaaang?".


" Gakkkk, hanya malas aja debat, apalagi mas dekat dan satu divisi dengan dia, Tata gak mau."


" Bima tetap tugas di Semarang, " ujar Yudha.


" Pelase, Bima ikut mas".


" Gak...", ujar Yudha.


" Kenapa mas?".

__ADS_1


" Kamu dekat banget sama dia, mas cemburu ," ujar Yudha.


" Dia partner aku mas, aku yang latih dia, dia orang kepercayaan aku, mas gak tahu, kenapa aku menganggapnya teman, saudara kan?".


" Pernah kami bertugas, dan saat aku akan tertembak, dia tidak ragu, menyelamatkan aku, walau harus kena luka tembakan. Ketika tugas, aku sangat lapar, dia bisa beri aku makanan nya, dia bawa makanan banyak, karena tahu aku punya perut banyak makan nya."


" Lihat kedepan Ta".


" Mas, jangan gitu, please."


" Sepupu mas kan tinggal di Solo, jadi tugaskan aja deh dia di Solo, beneran sedikitpun Tata gak pernah menganggap Bima gimana- gimana, profesional kerja. Gak kayak Liana ,godain mas dengan gesture nya, Bima itu lucu, patner sejati," ujar Renata.


" Mulai sekarang patner kamu adalah mas yaaang".


" Mas, mas itu ber pangkat Jenderal, rasanya seram banget , aku jadi bayang -bayang mas, malahan aku mau, hubungan kita tidak di ketahui orang lain, agar atasan ku, bisa sportif menilai, bukan karena segan sama mas, penilai an performa ku, karena aku layak, mampu mengemban tugas."


" Please mas.....".


" Tidurlah yaaang, besok kita akan menuju Solo, lusa kita akan ke Medan, kita gak bisa lama di Medan, sampai malam, siang kita udah balik Solo".


" Kamu bandel Ta di Medan, konvoi bareng Jessie dan Jojo pula , ke club lagi, mas gak mau".


" Gimana reaksi mas dulu ? jadi penguntit ?".


" Jadi bulan bulanan Adam dan Lain nya. Kamu gak tahu Ta, mas sangat putus asa, kita betengkar, trus kamu mita pisah, belum mas setujui, kamu udah jalan sama William, terus kamu studi di LA, kamu tahu yaaang, mas sering ke LA , hanya buat liat kamu disana, sambil menjalankan bisnis ".


" Banyak banget uang mas, tiket pesawat bolak balik kan mehong mas".


" Bima tahu, Bima yang biasa urus tiket mas, ".


" Sekaya apa sih suamiku".


" Kamu wanita ter aneh, ter cuek, kamu gak pernah menyusuri mas itu si luar militer gimana".


" Ku hanya tau , saudara mas 2 , perempuan, mas anak bungsu, saudara mas udah punya anak amsing- masing 3 yah, kalau gak salah, mas dan aku sama keyakinan.Dan keluarga mas baik, akur , dekat."

__ADS_1


" Apa semuanya di Solo mas?"


" Ya yaaang, rumah juga dekat - dekatan. Papi beli tanah satu lokasi dekat kota, kemudian bangun rumah papi, dan beberapa rumah lainnya."


" Kurniawan apa se tajir itu mas?".


" Mbak pertama , menjalankan perusahaan ,mbak kedua dokter, namun juga menjalankan perusahaan, mas bagian militer dan juga menjalankan perushaan. "


" Mami mas?".


" Mami mas punya resto lumayan terkenal, ada beberapa cabang di solo."


" Restoran ?".


" Macam yaang, dari jual berbagai asinan, kalau kamu hamil, nanti tiap hari aja kita kesana , asinan mami enak yaaang , terkenal , sebagai oleh- oleh khas Solo".


" Mami ada bawa banyak , buat keluarga kamu sewaktu ke Semarang ".


" Salut, semua pembisnis handal".


" Mami gak pandai masak, namun kalau buat asinan jago, kalau masak, pakai pekerja. "


Renata tertawa.


" Aku juga gak bisa masak, gak enak, bueekkk, masak sayur asinnya gak ketulungan, gak deh, mas..., gimana soal masak, aku gak bisa, mas jadinya gimana?".


" Ada mbok Tami yang akan masak, kalau ada waktu, mas yang masak , " ujar Yudha mencium puncak kepala Renata.


πŸ₯‚πŸ₯‚πŸ₯‚πŸ₯‚πŸ₯‚πŸ₯‚πŸ₯‚πŸ₯‚πŸ₯‚πŸ₯‚πŸ₯‚πŸ₯‚


Jangan lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2