
Jangan ditanya, gimana perasanku saat suami , tanpa pernah aku ketahui, hendak hengkang dari profesinya, tentu semua bakalan berbeda.
Dan ketika pagi datang, aku kembali termenung, melihatnya menyiapkan sarapan, kadang aku merasa aku ini lebih layak menjadi pria dari wnaita.Mencoba membuat sarapan aja , aku tidak bisa. Hanya bisa membuat sarapan roti bakar dengan menggunakan mesin pemanggang roti dan kalau buat Coffee ku jadgonya, karena aku pernah kerja di cafe Coffee di Paris.
Saat itu, aku awalnya dari waitress kemudian setiap hari ,barista mengajari membuat aneka coffee.
Mesin kopi yang selalu ku bawa kemanapun, tertata rapi di pojok pantry .
" Banyak orang mengatakan kami berbeda, ya memang benar, sama keras kepala, sama ngotot, dan selalu bergesekan. Namun ketika berrugas, kami selalu kompak, termasuk tugas di atas ranjang,saling menahlukkan."
Renata membaca Wa dari pimpinan tim group.
Platfom web gelap, meretes sistem, mengumpulkan dan menganalisis meta data, semua tim yang terlibat di group teknis,dimana musuh melewati bawah jaringan.
Beberapa situasi dasar hacker ,di belakang platfoam.
Renata mendapat info dari divisi investigasi kriminal, dan dari divisi narkotika, dan dari divisi kejahatan dunia maya(IT), bersiap dalam posisi mereka, memecahkan kasus .
" Aku akan menemukannya, "ujar Renata bertekad.
" Besok siang, unit superior akan datang, akan ada penilaian komprehensif, " ujar Yudha menatap Renata.
" Penyelidikan badan inteligent, perusahaan nya hanyalah kedok, modus soft ware," ujar Renata pada Yudha.
" Penjualan software hanya 1/2 dari keuntungan perusahaan, dan perushaan hukumnya hanya menangani bagian legal, "ujar Yudha.
" Sesuai jadwal, ada meeting dengan klien di hotel Seraton City, tolong tim pasukan khusus bersiap di area sana besok," ujar Renata.
" Anak dari pemilik perusahaan, belum pasti terlibat, butuh penelusuran, dan siapa saja yang bergerak , harus di dalami, semua tim sudah terfokus menelusuri , " ujar Renata.
" Bergerak ketika ada komando, jangan bergerak sendiri, walaupun kau di TKP Ta, " ujar Yudha.
__ADS_1
" Harus ada kordinasi, supaya kamu jangan sendiri. misi gak akan berhasil ba sendiri, tim selalu back ip kalian di TKP, " ujar Yudha.
" Baik mas".
" Kalau musuh duluan bertindak, baru lakukan keadaan khusus.Siapkan senjata selalu, pakai jas anti peluru mulai dari sekarang, karena membaca target lawan, mereka sangat ketat dan sangat teliti, sehibgga kasus ini mengalami kendala."
" Ya mas".
" Akan selalu ada bantuan, buat men steril kan keadaan, pastikan mempelajari laptop bagian kepala IT,pasti menemukan sesuatu.Lokasi alamat rumahnya sedang di telusuri, " ujar Yudha.
" Ya ...mas".
Yudha memeluk Renata.
" Mas gak antar ke kantor, tetapi selalu ada anggota yang mengawasimu sayaaang, jangan takut".
Renata mengangguk .
" Ya mas, " ujar Renata.
Yudha mengambil romoi anti peluru, menarik tangan Renata, memasuki kamar bagian bawah .
Perlahan Yudha membuka kancing kemeja Renata.
Renata bengong melihat sang suami.
" Biar Tata aja mas," ujar Renata.
" Biar mas, " ujar Yudha selesai membuka kemeja Renata.
Yudha mengecup pundak Renata dan memeluk sang isteri .
__ADS_1
" Resiko pekerjaan kita terlalu tinggi, jaga diri untuk mas," ujar Yudha.
Renata mengangguk.
Yudha mengecup puncak kepala Renata.
Kemudian Yudha memakaikan pada Renata.
" Mas aneh deh, kenapa buka kemeja Tata , kan harusnya rompi nya di luar, pakai kemeja dulu", ujar Renata.
" Mas ingin melihat pemandangan indah di pagi hari yaaang".
" Mas..., mas buat geregetan dehhhh, ngerjain banget".
" Rompi ini lebih tipis , dan pastikan blezer ini selalu jangan terbuka, kalau tidak, musuh akan tahu kamu pakai rompi, walaupun tipis , rompi ini sangat bagus, keluaran terbaru ."
" Hmmmm".
Yudha membantu Renata memakai blazernya.
" Jangan lupa makan siang tepat waktu ya yaaang".
Renata mengangguk .
❤❤❤❤❤❤❤❤
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment