Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Kau Terindah


__ADS_3

Beberapa orang pelanggan cafe menggenggam tangan Renata .


Mereka turut larut dalam kesedihan Renata.


Renata sesegukan mengangguk , ketik banyak pengunjung yang mengenalnya ber empati.


Seseorang tiba - tiba berjongkok di samping kursi Renata duduk .


" Kamu sangat lelah Ta, mari kita krmbali ke apartemen. Maaf mas nemani kamu, mengikuti kamu ."


Renata melihat kesedihan Yudha memandang diri nya.


Renata mengangguk .


Renata pamit dengan Mr Jorsh.


Renata memasukkan kotak. pemberian Yudha ke dalam ranselnya .


" Boleh minta sesuatu ?" ujar Renata ketika di depan Cafe tersebut.


Yudha mengangguk.


" Tolong gendong Tata sampai apartemen , aku merindukan gendongan nya , " ujar Renata jongkok terisak di pinggir jalan.


" Mari, mas akan menggendong mu, kemanapun," ujar Yudha.


Renata pun di gendong belakang oleh Yudha.


Air mata Renata kembali mengalir.


" Dia sudah tahu akan pergi, 1 bulan lalu, dia membuat gelang terukir namamu dan namaku mas, sakit banget aku rasa".


Yudha menarik nafas nya dengan berat .


" Dia sangat mengkhawatirkan kamu Ta, dia mau kamu gak putus asa, dia mau kamu kuat."

__ADS_1


Renata hanya diam.


Sekuat apapun seorang wanita, dia akan lemah , dan sisi kelemahannya bisa terlihat , ketika dia dalam posisi takut dan bersedih.Lumrah, sebagai manusia , ada kalanya rasa sakit , sedih ataupun gembira .


Renata tertidur di gendongan, Yudha pun membaringkannyandi ranjang, membuka sepatu , mebuka ranselnya .


Sejak William meninggal, Renata selalu sulit tidur ,dan malam ini dia tidur begitu pulas. Yudha membelai rambut Renata. Berbaring di bawah, dengan beralaskan ambal.


Yudha memandangi wajah Renata. Kemana gadis tomboy, penih tawa, suka melucu, mata nya begitu sembab, merah , bahkan rambutnya tidak terurus .Semangat hidupnya hilang.


" Aku janji Will, seperti permintaan kamu, aku akan menghargai, menghormati, menyayangi dan lebih mengerti Tata .Aku akan sekuat tenaga , menemaninya , melalui ini semua, aku akan ada buat dia, kalau pun dia tidak memilih ku, aku iklas".


Keesokan harinya, Renata dan keluarganya kembali ke Indonesia.


Sesuai pembicaraan, abu almarhum William, di bawa ke Medan, di masukkan ke sebuah tempat penitipan , Renata pun ikut mengantarkan penempatan abu William. Renata banyakan diam, bengong, menangis , papa dan mama Renata sedih melihat keadaan Renata.


Permintaan kepindahan tugas Renata di setujui , tetapi tidak bersifat menetap. Yudha juga disetujui untuk pindah, pimpinan menyemangati Yudha buat kembali mendapatkan renata.


" Kalau balik, harus udah sah, saya Acc langsung Yud , Jenderal harus menang , jangan kalah , ingat , jangan hanya medan perang yang di tahlukkan, medan cinta juga ".


Dari Medan Renata kembali ke Semarang. Renataberkemas, memasukkan pakaiannya , Renata hanya duduk di balkon kamarnya, memandang awan yang mendung, Renata bergolek di ayunan yang lumayan besar, Renata berbaring .



Tidak ada lagi air mata.


Yudha memerintahkan Bima , untuk ikut tugas di Papua.


Bima bersedia,karena Renata soso pimpinan nya yang sduah seperti sahabatnya, bahkan keluarga Bima sangat mengenal Renata.


Bima dan Renata sudah tahu, Yudha ikut pindah tugas dengan mereka.


Seperti biasa , Bima gak mau membiarkan Renata seperti mumi, seperti hidup dan gak hidup, gak ada beda .


Bima sengaja mendatangi rumah Renata, mami Renata dan papinya sampai mengambil cuti, mereka turut kepikiran dengan apa yang Renata alami, Renata banyakan menutup dirinya. Bima nginap dj rumah Renata, karena keberangkatan mereka ke papua besok .

__ADS_1


" Neng, ini hujan lohhh, golekan di ayunan, entar malam kerokan, mana di kerok Jenderal lagi, bonus deh si Jenderal, langsung di lamar deh besok ."


" Udil banget sih kamu Bim....".


" Liat tuh, wajah kamu putih kayak kertas, Ta....kamu tuh jangan diam aja, semedi itu gak baik, bagusnya kamu ku ajakin dugem deh, tapi jangan mabok".


" Mau pindah tugas dugem pula, kamu gak tahu ya Bim, aku baru test psikologi, di cek apakah aku normal atau gak. Untung aja , masih normal ,hehehe " ujar Renata.


" Ku gak mau dugem, kejaring sama polisi , mau dimana wajah ini di sembunyi in, trus lain lagi komentar netigen, polwan Renata patah hati, dugem, malu maluin banget, gakkkk, kalau aku semedi gini, aku lebih nyaman, ku pengen sibukkan diri kerja, " ujar Renata.


" Ternyata masih waras dan normal, ku hanya uji kamu aja bos, " ujar Bima tertawa.


" Rumah kamu bagus ya Ta".


" Hmmm, aku aja sampai bingung , ku pikir rumah aku hilang kemana , ternyata papi merenovasi semua, jadi lantai 3, trus modelnya keren , minimalis, aku suka balkon, ada ayunan, gitu udah balik, semua seperti yang aku mau, mami pasti bilangin".


" Kamu belum bicara sama papi kamu?".


" Bicara gitu aja, dekat gak Bim, aku udah terbiasa sama mami".


" Dia papi kamu, udah bertobat loh Ta, William aja drugs dan mabok kamu maafin".


" Ku benci pria gak setia, benci pelakor, ku gak percaya sama pernkkahan, gak percaya sama komitmen."


" Trus ketika William lamar kamu, kok kamu terima?".


" Aku minta waktu pada William, ku mikir dehhhh".


🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2