Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Hadiah Terindah


__ADS_3

Ketika pagi datang, Renata meminta Yudha menggendongnya, hari ini weekend dan Renata pagi akan menemui pimpinan.Renata dengan maja ,bergelayut di bahu Yuhda.Mereka melewati pintu doraemon.


Renata melihat Exel anak mbak kedua sedang menonton film power Rangers. Renata melakukan pendaratan di samping Exel, memeluk erat Exel.


" Aunty Tata adeknya udah jadi beloooom?".


Renata tersenyum.


" Tuh uncle beyum berhasil, payaaah ya Xel, " ujar Renata menahan tawa.


" Kita beyi adek aja aunty, adeknya filman teman Exel ada adek baby, cakep, " ujar Exel.


" Aunty gak uaah beyi, adek nya kan udah ada, Exelllll, " ujar Renata.


" Exel suka gak mobil kayu?".


" Sukaaaaaa," ujar Exel.


Exel bergelayut manja di pangkuan Renata.


" Ihhhh uncle cembuyu deh celllll, " ujar Yuhda duduk di samping Renata.


" Mobil kayunya ,masih di mobil mas, tempat duduk belakang, ambil sama Exel mas,ada juga pelastik baju buat ponakan lainnya, buat dewasa gak adanTata beli, " ujar Renata tertawa.


Exel mengulurkan tangannya, Yudha menggendong Exel menuju ke halaman depan.


Renata membeli beberapa mobil kayu, dari yang besar, sampai yang kecil .


" Mami pengen juga , weekend minggu depan kita nginap di Villa , barbeque ," ujar sang mami.


" Mauuuuu, " ujar Renata, mbak pertama dan mbak kedua berbarengan.


Mereka semua tertawa.


" BBQ nanti malam yuuuukkkk," ujar papi Yudha.


" Ciyyyeeee, si papi sama cucu nya demen memang BBQ "ujar mbak pertama.


Renata tersenyum.


Renata mengajak Exel bermain sepeda di halaman belakang rumah.


" Ta, mbak sering liat ada pria bule, liatin rumah, bodyguard papi sudah cegat, dia executive muda, namanya Mark. Dia bos kamu ,katanya gitu."


" Mas Yudha tahu?".


" Tahu,kedapatan nya yah semalam, waktu kamu pergi kan subuh, dianya di situ jam 7 an Ta".


" Mas gak ada cerita," ujar Tata.


" Dia suka sama kamu kayaknya Ta," ujar mbak kedua.



" Keren banget Ta, full brewokan," ujar mbak pertama.

__ADS_1


Renata merasa tidak enak, gak tahu mau komentar gimana.


" Tata udah bilang, Tata udah menikah," udah nolak juga .


" Mami berat kasi kamu ke luar kota, mantu nya mami, banyak yang incar, " ujar mami Yudha .


" Tata akan kenkantor pagi ini mi, menolak pemindahan, kalau pun pindah, mas Yudha di pindahin juga sama dengan Tata. Tata minta di nonaktifkan aja."


" Yah dek, karir kamu gimana?".


" Tata gak mikir lagi mbak, lagian karir Tata gak bisa tinggi banget, jarang polwan bisa sampai ke taraf Jenderal".


" Kamu mengalah dek? " ujar mbak kedua.


" Tata nyaman di keluarga ini mbak, dimana penerimaan keluarga, lagian Exell ku sayang banget sama dia, beneran punya ponakan 6, keluarga saling dekat, bahagia banget, Tata ingin kelak kami di beri anak, mereka juga disini bertumbuhnya, bermain bersama."


Renata tersenyum melihat Exell sangat bahagia, memerkan mobil mainan nya .


Renata mengusap rambut Exell.


" Nih Exell saingan uncle Yudha, gawat Xell, uncle Yudha nanti cemburuan loh, " ujar mbak kedua.


Mereka semua tertawa.


Pagi itu, Renata menghadapi pimpinan, pimpinan nya pun melakukan kordinasi dengan pusat, bagaimana keputusan selanjutnya tentang Renata dan Yudha.


Dari pagi sampai siang, Renata ngumpul di rumah mertuanya.


Ketika makan siang, tanpa sengaja ,mbak kedua melihat gerakan di bawah jakun Renata.


Mbak kedua mendekati Renata.


" Enak kok mbak".


" Mbak cek aja yuuuk, mbak curiga".


" Curiga kenapa mbak?" alis Renata berkerut.


" Yuk Ta,....".


Renata hanya menuruti langkah mbak kedua.


" Mbak mau bawa Tata kemana sihhh? ".


" Mau ikutan ? yuuuukkkk,".


Yudha ikut menyusul, mami dan mbak pertama juga.


" Apa udah telat haid Ta?".


" Haid Tata kan gak tentu mbak, dari gadis gitu."


" Nih, tampung air seni di gelas, dikit aja, dan kita liat ramai ramai ya, " ujar mbak kedua.


Renata masuk ke kamar mandi, dan menampung air seni nya.

__ADS_1


Renata tidak begitu mengerti buat apa, yah nampung ,yah nampung , dalam hatinya.


Mbak kedua mengambil dengan pipet tetes.



" Keliatan banget mbak dokter, kalau di rumah, pasti Tata pakai sendok buat ambilnya," ujar Renata dengan polosnya, semua pada tertawa.


Mbak kedua mengambil 2 alat tesk pack dengan merek berbeda.


" Ini apaaan mbak?".


Mbak pertama, mbak kedua, tersenyum, sang mami mertua juga.


Setelah beberapa menit, muncul garis 2 merah .


Begitu juga di alat keduanya.


Mami Yudha, mbak kedua dan mbak pertama melompat bahagia.


Yudha dan Renata bingung melihat mereka.


" Nihhh, pasangan muda, gak konek mi, mami jelasin dehh," ujar mbak kedua.


" Hmmm, mami akan punya cucu, dari kalian," ujar sang mami.


Yudha bersorak seperti mendapat jack pot.Yeyyyyyy...., " ujar Yudha menghujani Renata dengan ciuman dan pelukan.


Mata Renata berkaca - kaca.


Sedangkan papi dan Exell bergegas ke ruangan kesehatan.


Mereka berdua bengong.


" Papi bengong, hahahahaha...papi terakhir tahu, hahahaha," ujar mami Yudha tertawa ngakak.


Papi dan Exel saling berpandangan.


" Papi akan dapat cucu, " ujar Yudha .


Papi Yudha, langsung memeluk Yudha.


" Selamat boy, uji klinisnya tok cer, " ujar sang papi sangat bahagia.


" Exel akan punya dedek, dekek sepupu," ujar Renata memeluk Exell.


Semua sangat bahagia.


" Sekarang, kita cek ya,pakai alat, ini alat udah up to date, di ganti papi baru bulan laku, soalnya papi mau yang 4 dimensi. Nih..... alat baru, ternyata buat baby yang akan datang ke rumah ini, ujar mbak kedua sangat bahagia".


🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰


Jangan lupa


Like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2