
Di tempat tugas kedua, Renata dan timnya kembali melacak sebuah sepak terjang komplotan penjahat, mereka membuka CCTV daerah sekitar tempat kejadian, dan membantu pihak polisi, membuka beberapa file dan menganalisa nya.
Pembunuhan satu keluarga ,sedang dikaji latar belakang permasalahannya, beberapa bukti sangat minim di dapati, hanya sebuah CCTV yang di dapati, dan butuh tenaga IT memperjelasnya.
Renata dan tim nya bekerja extra.
Gerak gerik Renata dan tim nya terpantau di dekat lokasi kejadian, Renata padahal memakai pakaian dan topi biasa.
" Sepertinya ada yang mengawasi rumah ini," ujar Renata berbisik pada Bima.
" Berpencar cek, " ujar Bima dan tim lainnya.
" Hati- hati," ujar Renata.
Bima melihat beberapa bayangan bepakaian hitam , mengawasi rumah, dari beberapa titik.
" Lapor bu, rumah ii memang si awasi, dan sepertinya lelaku, bukan orang biasa, "ujar Bima.
Renata melapor ke kantor Banjarsari, berkordinasi dengan tim penyidik.
Beberapa bukti ,kembali Renata dan timnya dapatkan, ternyata ada 3 titik CCTV tersembunyi di ruang kerja, ruang tamu dan daerah kamar tidur.
Rumah ini begitu mewah, namun sungguh sadis , pembunuhan itu, sangat mengerikan, menghabisi 1 keluarga tanpa tersisa.
Renata dan timnya kemnali ke kantor kepolisian Banjarsari, dan ketiga mobil mereka di buntuti, bima melaju kencang, menghindari para penguntit, sedangkan ke dua mobil tim penyidik mengacau balaukan penguntit.
Kejar kejaran itu, terekam pusat kepolisian Banjarsari, dan anggota kepokisian pun di kerahkan untuk melindungi bukti yang baru di dapat.
Yudha dan pasukan khusus di tugaskan turun ke lapangan, mengatasi aksi penjahat. Yudha terkejut ketika mendengar tim Renata menjadi salah satu target penjahat .
Yudha mencari rute singkat, mengerjakan tim terbaiknya.
Renata dan lainnya mempersiapkan pistol dan senjata mereka, mereka mengambil dari dalam mobil tugas mereka , beberapa senjata yang dipersiapkan sebelum melakukan pekerjaan.
" Konsentrasi Bim, hindari benturan, saya sedang mengandung, " ujar Renata menatap Bima.
" Tukar tempat Bu, di belakang saya duduk, Taka pindah ke belakang, segera," ujar Bima .
Mereka melesat melaju, beberapa tembakan terdengar dari mobil musuh, tim penyidik di mobil lainnya pun melaju kencang .
Bima cukup handal , dalam mengendarai mobil.
__ADS_1
" Lawan kali ini , pasti bukan lawan biasa, terlaku berani, dan lihat aksi mereka terang terangan, " ujar Renata.
Mereka pun melaju . Beberapa mobil mem back up mobil Renata , dan Renata menerima telepon.
π hallo.....
π Ta...., cari temoat sepi, dan over ke mobil mas, ujar Yudha.Mas di belakang mobil kalian.
π Ya mas...,, Bima dan lainnya pindah mobil saja ,ke mobil pasukan yang mas kerahkan." ujar Renata.
π Baik," ujar Yuhda.
" Bim, ke tempat sepi, saya akan pindah mobil, perintah Jenderal."
" Baik bu," ujar Bima melaju dan menatap tajam jalanan, melacak map nya.
" Di parkiran Swalayan besar saja, biar samar, ujar Bima.Bawa semua bukti bu".
" Kalian tinggalkan mobil, pindah mobil ke mobil tim lain, ujar Renata.
Sekitar 200 meter, Bima belok ke kiri, dan mendapat sebuah swalayan.
Renata bergegas, Yudha menghampiri Renata dan menyandang Ransel Renata. Sebuah peluru di tembakkan ke arah Renata , namun di hadang Yudha, dan peluru itu tidak mengenai Yudha, namun gerakan Yudha mengenai sebuah tembok.
" Akhhhhhh...," jerit Yudha.
" Mas...," ujar Renata.
Yudha menarik tangan Renata .Berlindung dan kembali ke mobil.
" Tangan mas, " ujar Renata.
" Apa ada terluka yaaang? terbentur? "
Renata menggeleng.
" Lacak dan percepat bukti mereka Ta, mereka akan di tumpas dalam 1x 24 jam, "ujar Yudha.
Renata mengangguk, tim lainnya berhasil melumpuhkan.para musuh, dan sudah di giring ke kepolisian Solo, karena pusat sudah menilai kasus ini , bukan kasus kecil.
Yudha mendapat penanganan medis, tangan Yudha terkilir dan retak karena benturan hebat.
__ADS_1
Yudha sudah berganti pakaian, kemudian menjalani perawatan buat lengannya. Yudha mendapat penyanggah buat tangannya.
Semua bukti mengaju pada seorang pengusaha terpandang, ternyata persingan bisnis menyebabkan perselisihan , dan pembantaian satu keluarga, denagn bukti yang Renata dapatkan, sang pemimpin di tahan di kepolisian.
Menangkap seorang yang berkedudukan bukanlah hal mudah. Bahkan tidak tahu kapan para lawan beraksi.
Yudha bersama tim penyidik , di bantu Renata dan Tim nya, melacak semua bisnis sang penguasa, dan ternyata melibatkan kasus ilegal logging.Kepolisian bersama aktivis lingkungan hidup memeriksa kelengkapan dokumen dan ijin usaha, ternyata semua lengkap, namun dampak ekosistim, tidak dapat mereka hindari, dan Yudha kembali menangkap pejabat setempat, memberikan ijin dengan pemanfaatan di luar semestinya.
Tatapan tajam sang pengusaha dan pimpinan daerah, memperhatikan Yudha.
Yudha mempunyai firasat, akan ada balasan di balik ini semua.
Sesampai di rumah, Renata dan Yudha memasuki kamar mandi.
Renata mengambil handuk dan menyeka badan Yudha.
Yudha memeluk Renata.
" Bagaimana twin kita yaaang?".
" Biasa aja mas, Tata juga baik saja."
" Tetapi kita cek ke mbak kedua aja ya yaaang, "ujar Yudha.
Renata mengangguk.
Yudha dan Renata ,menuju ke rumah mbak kedua.
π₯Ύππ₯Ύππ₯Ύππ₯Ύππ₯Ύ
Jangan Lupa
Like
Vote
koment
__ADS_1