Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Lebih Dari Nyawaku


__ADS_3

Setelah pulang dari gereja, Renata berbaring. Mbak kedua mengecek keadaan Renata.


Mbak kedua menutup mulutnya, dan memejamkan matanya.


" Mbak, kenapa? " tanya Yudha menarik tangan Renata.


" Abruptio plasenta adalah lepasnya plasenta sebelum waktunya. Hal ini jarang terjadi namun merupakan komplikasi yang serius dalam kehamilan. Plasenta adalah bagian tubuh yang bertugas memberikan nutrisi pada bayi selama kehamilan.Waktu terjadinya abruptio plasenta adalah sebelum kelahiran. Jadi, plasenta lepas sebelum proses persalinan terjadi. Abruptio plasenta dapat dibagi menjadi 3 stadium, I, II, dan III, dari ringan hingga berat.


Renata mengalami stadium II".


Yudha tersungkur di lantai.


" Apa yang akan kita lakukan mbak?".


" Besok Tata harus masuk rumah sakit kembali".


" Plasenta yang sudah terlepas dari dinding rahim tidak dapat menempel kembali. Hal ini mengakibatkan berkurangnya jumlah oksigen dan nutrisi pada bayi serta menyebabkan perdarahan hebat pada ibu. Komplikasi yang serius ini menyebabkan dilakukannya operasi sesar. Abruptio plasenta adalah kondisi yang terjadi secara mendadak dan membutuhkan penanganan medis segera, apa kamu mengerti dek?".


" Pantasan Renata beberapa hari mbak cek ,mengalami :


Kontraksi rahim yang sangat nyeri


Lemas, tekanan darah rendah, denyut jantung cepat, nyeri perut, dan nyeri punggung


" Menurut mbak, Tata stadium II".


Stadium II: perdarahan sedang, kontraksi yang tidak normal, tekanan darah rendah, gawat janin, dan kelainan dalam pembekuan darah.


" Kamu harus membawa Tata ke rumah sakit, jika mengalami gejala-gejala berikut ini:


Perdarahan ******


Nyeri perut


Nyeri punggung

__ADS_1


Rasa tegang pada rahim secara terus-menerus


" Jika memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala ini konsultasikanlah dengan dokter mbak. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan .


" Tim medis yaitu mbak dan perawat akan menstabilkan kondisi Tata terlebih dahulu. Tata akan mendapat cairan dan injeksi untuk menstabilkan tekanan darah dan mempertahankan jumlah urin yang keluar. Pada kasus darurat, dokter akan melakukan operasi sesar atau transfusi darah. Sebagian besar bayi cukup bulan memiliki status berbeda untuk dapat dilahirkan secara normal, namun butuh dokter spesialis anak.Tetapi Tata belum menunjukkan. pandarahan atau gejala apapun, kita liat besok, mbak akan menyuntik Renata dulu, bangunkan lah Tata dek".


" Tidak usah ceritakan semuanya, Tata akan lebih cemas, bilang bayi kalian kayaknya prematur , buat Tata rileks ,tanpa beban, buat Tata nyaman, ujar mbak kedua."


Yudha mengangguk.


" Yaaaang, mbak kedua suntikkan obat ya, bangun bentar ya yaaang".


Renata perlahan membuka matanya.


Renata mengangguk .


Renata mencengkeram tangan Yudha, Yudha memeluk erat sang isteri. Renata selalu takut mendapat suntikan, bahkan memakan obat lumayan sulit, Yudha selalu memberi Renata permen.


" Mbak balik dulu ya dek, mbak sedikit lelah, banyak pasien melahirkan prematur. "


Ketukan di pintu membuat Renata dan Yudha menoleh.


Yudha membuka pintu.


" Mami....".


" Makan sama nak, mami ada masak ikan kukuh , tim ke , sup tradisional china, buat nambah tenaga, biar peredaran darah lancar".


" Ya mi, " ujar Renata.


" Sangat dingin, pakai sweater nak".


Renata mengangguk.


Yudha membantu Renata menyisir rambutnya.

__ADS_1


Mereka pun perlahan berjalan menuju rumah mama Yudha.


Renata lumayan lahap makan, Yudha sangat bahagia.


Yudha bahkan menyuapi Renata dengan kuah sup obat tim ke.


Selepas makan, mereka kembali ke rumah, Renata menonton drama kesukaan nya, sedangkan Yudha sibuk bekerja.


Yudha tersenyum saat melihat Renata sudah pulas tertidur.


Yudha mengangkat Renata ke tempat tidur mereka.Seprei kesukaan Renata selalu berwarna abu - abu, sama dengan selera Yudha.


Dalam dekapan Yudha , Renata kembali tertidur pulas. Namun ketika pukul 3 pagi, Yudha perlahan membuka matanya. Dia melihat Renata sangat kesakitan.


" Mas...isak tangis Renata pecah."


" Mengapa yaaaaang? " tanya Yudha menahan ketakutannya, Yudha tahu, mbak kedua dokter handal masalah kandungan.


" Sakitttt mas, sangat sakittt, " ujar Renata.


Yudha meraih handphone dan menelepon mbak kedua.


" Mbak, perut Tata sakit".


" Mbak kesana, " ujar mbak kedua .


🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2