
Renata ingin mandi setelah pertarungan mereka selesai, ketika akan melangkah, sang Jenderal mengangkat tubuhnya.
" Mas....... , jangan tabuh ya, besok - besok aja, nanti Tata beneran gak kuat".
Yudha hanya tersenyum.
Yudha menaruh Renata di bawah sebuah shower. Yudha memutar kerannya .
" Lumayan , gak air dingin , oceh Renata".
" Seperti kucing takut air," ujar Yudha tersenyum.
Yudha membelai rambut Renata yang terjuntai di sisi wajahnya .
" Hati - hati bertugas ya yaaaang, ikuti mas, mas akan jaga kamu".
" Mss KKN dehhhh".
" Yaaang, apa pernah terpikirkan , tidak berprofesi polwan lagi?".
" Gak pernah mas, kalau mau jadi dokter, Tata udah jadi dokter, lulus testing di UI kedokteran, di paksain mami ambil kedokteran, namun Tata ngotot ambil IT dan hukum, mami Tahu Tata ikut testing.kepolisian, sampai nangis bombai, Tata gak perah mikir bisa sampai sejauh ini, dengan bintang jasa lumayan bayak."
Yudha menarik nafas dengan berat .
" Kalau mas, ada kepikir keluar dari militer?".
" Ada beberapa kali, karena mas berpikir, fisik semakin berkurang, setiap misi resiko nya besar. Apalagi setelah mas berkeluarga, jika kita punya anak, mas ingin jadi dady yang dekat dengan anak mas, mas gak mau keluarga mas punya resiko, tetapi di satu sisi, mas juga ingat pengabdian ".
Renata menyabun dada bidang Yudha.
" Kesempatan ya yaaang?".
" Keren, sizx pack , otot mas mirip Vin Disell .Kaalu mas pakai baju gak kelihatan, malahan seperti biasa aja", ujar Renata.
" Kalau liat dalamnya waw ya yaaang?".
" Ihhh masss ".
" Kamu juga yaaaang, aset terbesar yang menggoda iman."
" Udah..., jangan bahas, cepetan, autugas atau mau pacaran sihhhh".
" Pacaran sambil bertugas yaaaang," ujar Yudha.
Renata memakai pakaian bertugasnya, demikian juga Yudha.
__ADS_1
" Mas sudah ngecek semua alat lkita, ingat ya yaaang, mas gak mau, kejadian kamu kena tembak, sampai mas lakukan PCR, jangan jauh dari mas".
Renata mengecup bibir sang Jenderal.
Dengan kedua tangannya, Yudha mengangkat badan Renata .Mereka saling berhadapan.
Yudha melakukan ciuman panjang nya .
" Selesai misi, mas akan bawa kamu ke perusahaan mas".
" Masih banyak sisi mas yang misterius, setajir apa sih suamiku?" di garasi sampai punya mobil Aston Martin DBS superlenggera ".
" Mas akan cerita, setelah selesai tugas, okeyyyy?".
Renata mengangguk .
Mereka mengisi perut ke rumah mami , melalui pintu doraemon.
" Kalian tugas bareng dek?".
" iya mbak," ujar Yudha memandang kakak pertamanya .
" Mbak hamil lagi?".
" Ya dekkkk, mbak pingin anak mbak 4,".
" Kalah kamu kan Yuddddd".
" Soal waktu yah kalah mas, liat aja mas, sekali tokcer paling sedikit 2, ujar Yudha tertawa terkekeh."
Mereka pun makan.
" Jaga diri ya Yud, berat sebenarnya mami ngasih kamu bertugas, apalagi kamu anak satu - satunya keluarga prayoga. Mantu mami juga puteri tunggal, jika Yudha mengundurkan diri, kamu di officeaja ya Ta, bagian office kepolisian. Kalau gak kalian sama kerja , besarkan perusahaan sendiri, fokus di satu bisang".
" Yudha udah pikirkan mi, ada saatnya Yudha akan bekerja di balik layar, percayalah".
Renata hanya diam, mengunyah makanan nya.
" Kami pamit ya Mi, pi, dan semua, " ujar Renata.
" Ya nak, doa kami bersama mu".
Yudha melajukan mobil dinas nya, sampai di kantor, misi jam 19.30.
Misi di pukul 21.00".
Renata dan anggota lainnya mendapat pengarahan dari Yudha. Yang lainnya pun mengecek senjata mereka.
Mereka pun memasuki mobil, bergerak menuju perushaan.
__ADS_1
Letak perusahaan tersebut , jauh dari kota, dan menjorok masuk ke dalam sebuah daerah , tepatnya di pinggiran kota Jakarta.Tidak terlalu mencolok, beberapa restoran, dan hotel, juga di kerahkan pasukan gabungan, Bima ditugaskan untuk menghandel sistim restoran, mengambil alih data mereka, Azka di tugaskan mengambil alih sistim hotel, dan Renata perintah dari pusat, menghandle data perusahasn.
Ketika pukul 21.00 , pasukan bergerak secara serentak.Penggerebekan membuat musuh kalang kabut, dengan sigap dan cepat, para pasukan bergerak, seperti sebelumnya ,bebenrapa anggota sudah memata matai mush, sehjngga Renata bisa langsung ke sitim pengolahan Data perusahaan .
Bima dan Azka sudah menyelesaikan tugas 1 jam sebelum misi perushaan pusat, dan kini mereka sudah tiba di perushaan tersebut.
Azka dan Bima bergegas memasuki ruangan sistim, Renata sudah menghandle dan menyimpan data base, hardisk, sedangkan Yudha membuka brankas di ruangan kantor CEO utama.
Yudha mempunyai ke ahlian di bidang brankas dan membuka kunci apapun, Yudha mempelajarinya secara otodidak.
Yudha tersenyum, melihat Ipad, USB , dan beberapa file pembuktian pencucian uang, dan jumlahnya bukan sedikit .
Yudha tersenyum, memasukkan semuanya ke dalam tas box penyimpanan file, Yudha kembali emnyusuri beberapa ruangan, dan dari ruangan wakil CEO, Yudha membuka laci dan brankas nya, beberapa data pendukung , pencucian uang dia temukan.
" Lapor jenderal, di arsip kamar file , kami menemukan data ini, " ujar seorang anggota Yudha.
Yudha membuka file tersebut dan tersenyum.
" Kerja yang bagus, " ujar Yudha.
Yudha menghidupkan komputer di ruangan CEO dan wakilnya.
Yudha memanggil Bima Dan Azka.
" Bim, kamu ke ruangan CEO. lantai 10, lurus setelah keluar dari lift.
" Baik Pak," ujar Bima".
" Azka, kamu ke lantai 9, ruangan CEO, sadap data komputernya, "ujar Yudha.
" Baik, " ujar Azka.
Sedangkan Renata sibuk mengambil semua data transaksi keuangan peruahaan, mengambil data transaksi luar perusahaan, dan Renata terkejut saat melihat data Kasino, restoran dan data hotel tersaji secara gamblang, Renata mengamankan data tersebut.
Ketika semua proses data di ambil, tiba - tiba lampu mati, dan tidak lama kemudian terdengar baku tembak .
" Jenderal, beberapa helikopter, dan beberapa mobil menyerang lokasi ini, " ujar seorang anggota Yudha.
Situasi snagat genting, dengan sigap ,Yudha pun mengerajkan pasukan kendali .
π©ββοΈπ¨ββοΈπ©ββοΈπ¨ββοΈπ©ββοΈπ¨ββοΈπ©ββοΈπ¨ββοΈπ©ββοΈπ¨ββοΈπ©ββοΈ
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1