Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Cin Cin


__ADS_3

Renata memandang cin cin pemberian William.


Renata tidak meng expose ke media sosial nya , gak mau gembar gembor , takut pamali .


Renata menghapus air matanya, memandang William , menasangkan cin cin di jari tengahnya.


Sungguh malam terindah , yang gak akan Renata lupakan.


Sebuah bel, megusik hayalan Renata.


Renata menuju pintu, mengintip siapa tamu, di layar pintu nya.Dan tersenyum saat melihat William disana , dengan koper nya.


Renata membuka pintu apartemennya.


" Minggat ya honey???".


" Iya nihhh honey, kepikat penghuni apartemen ini, ujar William memeluk Renata."


" Masuk sayaaang".


" Hmmmm".


" Ko , bantuin ngepak- ngepak yahhhh,".


" Siap isterikuuuuu".


Renata tersenyum mendengar perkataan William.


" Kalau menikah, kamu akan menjadi wanita tercantik, wanita yang sangat di lirik banyak pria, mendapatkan mu, mengenalmu keberuntungan koko Ta".


" Beneran ?".


William mengangguk.


Renata memeluk William.


Menggantung saling berhadapan. William menggendong depan Renata.


Mereka menuju kamar.


William membantu Renata membereskan bajunya.

__ADS_1


" Honeeey....lihat nih kalelawarnya sexy bangetz nih segitiga bermudanya juga".


" Ihhh, jangan pegang onderdil , pakaian aja deh ko, kesempatan dalam kesempitan nihhh".


William tertawa.


" Tuh ada aliran listrik lohhhh, koko sentuh, bakalan korsleting," ujar Renata tertawa.


Renata membereskan onderdilnya .Setelah selesai, Renata berbaring di lengan William, mereka saling menatap .


Renata berinisiatip mencium William.Perlahan dengan lembut, Renata menciumi William dengan lembut .


Mereka saling bertaut.


William menyusuri leher Renata, namun mereka tahu batasan mereka.


William tidak mau mencemari Renata, karena profesi Renata akan di cek bila menikah.


" Yaaang, kemeja koko ini bagus banget, kasi aku aja ya koooo, nanti aku cuci."


" Tumben banget, minta kemeja koko, mirip anak mau di tinggal bapaknya tugas dehhh, " ujar William.


" Apa mau tugas lagi yaaang?".


" Ko , masa kuta pisah sihhh, koko di Medan , aku di Semarang ".


" Koko bentar aja di Medan Ta, koko nyusul ke Semarang ".


" Beneran ya koooo".


" Ya..., perusahaan papi ada di Semarang ,koko akan disana aja stay".


" Smartt, " ujar Renata happy.


William memesan makan siang mereka.


Mereka menonton film drama Turki.


" Fire and Water."( Recoment banget deh, ceritanya bagus ,tetapi sad ending).


Renata sampai nangis nonton drama itu.

__ADS_1


" Jangan nonton film yang sedih - sedih yaaang".


" Filmnya bagus, tapi sedih banget, bagusnya cara mencintainya dalam banget ya ko".


" Kalau koko seperti tokoh pria utamanya, kamu nangis gak yaaang".


" Bukan nagis lagi ko, jeritttt, gak usah bahas dehhh,".


" Jangan jerit, semua manusia pasti akan kembali, hanya dengan berbagai cara."


" Jangan mati dulu dong ko, rugi kuta nya, belum merasakan nikmat dunia, hehehe, " ujar Renata.


" Dasarrr", William menyentil dahi Renata.


" Yang benar aja deh yaaang, koko mirip Jenderal deh, suka nyetil dahi, " ujar Renata.


William memeluk Renata dengan erat .


" Rasanya gak rela, " ujar William.


" Gak rela apanya ko ? ngomong ngegantung."


" Gak yaaang. Karir mu gak stag disitu kan yaaang?".


" Kalau polwan, jarang , pangkat tinggi banget mas, keterbatasan fisik, lain sudah berkeluarga nanti, beda lagi."


Mereka pun makan makanan korea, beberapa makanan kesukaan Renata dan William.


" Ayo kita come onnnnn, " ujar Renata.


" Naik mobil Tata aja ko, tuh udah laku sama adik junior"


" Uangnya udah dia transfer, dan apartemen ini juga ku udah ku kasi sisa kontraknya ke adik junior, hitung- hitung dia menghemat juga.Dia gak usah beli macam - macam lagi, alat masak ku tinggalin aja semua ko, repot bawa panci sama kuali, hehehehe, Renata tertawa".


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2