
Renata memandang cin cin pemberian William.
Renata tidak meng expose ke media sosial nya , gak mau gembar gembor , takut pamali .
Renata menghapus air matanya, memandang William , menasangkan cin cin di jari tengahnya.
Sungguh malam terindah , yang gak akan Renata lupakan.
Sebuah bel, megusik hayalan Renata.
Renata menuju pintu, mengintip siapa tamu, di layar pintu nya.Dan tersenyum saat melihat William disana , dengan koper nya.
Renata membuka pintu apartemennya.
" Minggat ya honey???".
" Iya nihhh honey, kepikat penghuni apartemen ini, ujar William memeluk Renata."
" Masuk sayaaang".
" Hmmmm".
" Ko , bantuin ngepak- ngepak yahhhh,".
" Siap isterikuuuuu".
Renata tersenyum mendengar perkataan William.
" Kalau menikah, kamu akan menjadi wanita tercantik, wanita yang sangat di lirik banyak pria, mendapatkan mu, mengenalmu keberuntungan koko Ta".
" Beneran ?".
William mengangguk.
Renata memeluk William.
Menggantung saling berhadapan. William menggendong depan Renata.
Mereka menuju kamar.
William membantu Renata membereskan bajunya.
__ADS_1
" Honeeey....lihat nih kalelawarnya sexy bangetz nih segitiga bermudanya juga".
" Ihhh, jangan pegang onderdil , pakaian aja deh ko, kesempatan dalam kesempitan nihhh".
William tertawa.
" Tuh ada aliran listrik lohhhh, koko sentuh, bakalan korsleting," ujar Renata tertawa.
Renata membereskan onderdilnya .Setelah selesai, Renata berbaring di lengan William, mereka saling menatap .
Renata berinisiatip mencium William.Perlahan dengan lembut, Renata menciumi William dengan lembut .
Mereka saling bertaut.
William menyusuri leher Renata, namun mereka tahu batasan mereka.
William tidak mau mencemari Renata, karena profesi Renata akan di cek bila menikah.
" Yaaang, kemeja koko ini bagus banget, kasi aku aja ya koooo, nanti aku cuci."
" Tumben banget, minta kemeja koko, mirip anak mau di tinggal bapaknya tugas dehhh, " ujar William.
" Apa mau tugas lagi yaaang?".
" Ko , masa kuta pisah sihhh, koko di Medan , aku di Semarang ".
" Koko bentar aja di Medan Ta, koko nyusul ke Semarang ".
" Beneran ya koooo".
" Ya..., perusahaan papi ada di Semarang ,koko akan disana aja stay".
" Smartt, " ujar Renata happy.
William memesan makan siang mereka.
Mereka menonton film drama Turki.
" Fire and Water."( Recoment banget deh, ceritanya bagus ,tetapi sad ending).
Renata sampai nangis nonton drama itu.
__ADS_1
" Jangan nonton film yang sedih - sedih yaaang".
" Filmnya bagus, tapi sedih banget, bagusnya cara mencintainya dalam banget ya ko".
" Kalau koko seperti tokoh pria utamanya, kamu nangis gak yaaang".
" Bukan nagis lagi ko, jeritttt, gak usah bahas dehhh,".
" Jangan jerit, semua manusia pasti akan kembali, hanya dengan berbagai cara."
" Jangan mati dulu dong ko, rugi kuta nya, belum merasakan nikmat dunia, hehehe, " ujar Renata.
" Dasarrr", William menyentil dahi Renata.
" Yang benar aja deh yaaang, koko mirip Jenderal deh, suka nyetil dahi, " ujar Renata.
William memeluk Renata dengan erat .
" Rasanya gak rela, " ujar William.
" Gak rela apanya ko ? ngomong ngegantung."
" Gak yaaang. Karir mu gak stag disitu kan yaaang?".
" Kalau polwan, jarang , pangkat tinggi banget mas, keterbatasan fisik, lain sudah berkeluarga nanti, beda lagi."
Mereka pun makan makanan korea, beberapa makanan kesukaan Renata dan William.
" Ayo kita come onnnnn, " ujar Renata.
" Naik mobil Tata aja ko, tuh udah laku sama adik junior"
" Uangnya udah dia transfer, dan apartemen ini juga ku udah ku kasi sisa kontraknya ke adik junior, hitung- hitung dia menghemat juga.Dia gak usah beli macam - macam lagi, alat masak ku tinggalin aja semua ko, repot bawa panci sama kuali, hehehehe, Renata tertawa".
πππππππππ
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment