Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Labuhan Bajo 2


__ADS_3

Renata melihat beth up , atasnya langsung langit, sangat natural dan alami, dindingnya di hiasi ornamen dari bambu dan batu putih.Terdapat juga kamar mandi di dalam kamar, tepatnya di lantai 2.


Yudha menyusun rapi pakaian Renata dan dirinya dilemari .


" Kita pesan room service yaaang, mau pesan makanan atau ke resto nya ? "tanya Yudha.


" Makan di kamar aja mas, nanti malam aja ke resto, sambil keliling jalan ke luar".


" Ya yaaang".


Yudha menelepon seseorang.


πŸ“ž Hallo


πŸ“ž Hallo chef Chris, tolong masak makanan seperti biasa , 2 porsi, jangan lupa ice cream buah, kelapa muda dan jus jeruk 3, ayam BBQ nya jangan sampai keras.


πŸ“ž Baik pak


πŸ“ž Gak pakai lama Chef


πŸ“ž Beres pak.


Renata menyipitkan matanya.


" Mas sering kesini?".


" Ya, beberapa bulan sekali".


" Datangnya sama siapa? tanya Renata menahan nafasnya. "


" Lebih sering sendiri, terkadang sama papi atau mbak pertama".


"Yakin?".


" Yakin dong yaaang".


" Kok kenal Chef nya?".


" Ini hotel dan Villa keluarga Kurniawan yaaang, baru operasional 1 tahun lebih".


Renata bengong .


" Mas kok gak bilang".

__ADS_1


Yudha hanya tersenyum.


" Mas gak suka pamer, tapi kamu harus tahu, keluarga kuta, punya banyak perusahaan, dan yang pastinya, suami mbak pertama dan kedua, mereka bukan orang yang tamak yaaang, karena mereka juga mempunyai orabgtua yang berduit, tetapi low profile, lihat sendiri yaaang, pakai sendal jepit , biasa aja mereka ".


" Perlahan, kamu akan mas kenalkan, dengan berbagai usaha keluarga Kurniawan."


" Kamu menikahi mas, gak selidiki keluarga mas seperti apa, " ujar Yudha tertawa terkikik.


" Gak mikir jauh, hanya tahu jabatan mas, penghargaan mas, prestasi mas, dan ketika keluarga mas datang melamar, Tata lihat semua kompak, baik, Renata lega."


" Pemikiran kamu simpel banget yaaang, "Yudha memencet hidung mancung Renata.


" Yaaang, kartu yang mas beri, kenapa sama sekali kamu gak gunakan? ".


" Buat kepeluan rumah, kita kan sering nelanja sama, mas yang pakai kartu mas, kalau Tata kan gak pernah belanja sendiri".


" Apa gak ke mall, beli baju, tas, cosmetik, biasa kan cewek gitu".


" Baju Tata banyak mas, tas juga, trus sepatu juga masih banyak 1 atau 2 kali pakai, semua hadiah . Tata belum butuh , " ujar Renata.


" Sepatu kamu, branded semua ya Ta, apa dari William?".


" Ada dari William, ada dari beberapa orang teman, ada sepatu khusus, dari atasan, " ujar Renata.


" Ada mas, nih yang Tata pakai, dari Gustavo, ketika bertugas di dubai, dia memesan khusus sepatu ini, beberapa hari baru selesai, itu juga di inport dari Italy mas " ujar Renata.


" Sepatu sangat ringan, tahan bakar, tahan air, dan lentur mas".


" Kamu tahu Ta, ini keluaran sepatu Italy, berlisensi. Sangat kuat dan super mahal. Mas juga punya satu dari brend tersebut, nunggu nya lumayan lama. Gustavo pasti bukan orang sembarangan Ta, bisa langsung selesai beberapa hari."


Yudha menarik tangan Renata, Renata jatuh menimpa badan Yudha.


Yudha dan Renata saling bertatapan.


Yudha langsung melampiaskan kegundahan nya, menyusuri punggung, area perut .


" Mas akan memimpin yaaaang".


" Mas...., tangan mas gimana ?".


" Udah baik".


Yudha membawa Renata ke beth up di luar, mereka pun melebur dengan sensasi pemandangan langit, hujan menambah keromantisan percintaan mereka .Desahan ,leguhan silih berganti .

__ADS_1


Yudha menahlukkan Renata, Kemudian berganti, Renata memimpin dan menahlukkan Yudha .


Tetesan air hujan menyusuri wajah Renata, dalam pandangan Yudha, itu semua menambah kecantikan Renata.


Renata membelai wajah Yudha, sesekali mengecup bibir Yudha.


Setelah aksi percintaan mereka, Yudha dan Renata mandi air panas di shower di dalam kamar.


Yudha mendengar suara ketukan, dan Yudha mengeringkan badannya dan memakai bathrobe berwarna putih .


" Mungkin makanan Yaaaang".


Renata mengangguk .


Yudha membuka pintu, dan beberapa pelayan mendorong makanan dan meletakkannya di salah satu tempat di kamar.


" Kaalu ada yang kurang, Chef Chis bilang, tolong info dia."


" Baik, makasih ," ujar Yudha.


Renata sudah memakai kaos putih dan hot pants nya.


Renata mengambil pakaian Yudha.


Yudha memakainya di hadapan Renata.


" Mas gantinya kenapa disini, apa gak malu?".


" Di kamar ini, hanya kita berdua yaaang, Yudha menaik turunkan alisnya."


Renata menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Mereka pun makan.


πŸ›πŸŽ’πŸ›πŸŽ’πŸ›πŸŽ’πŸ›πŸŽ’πŸ›πŸŽ’


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2