
" To live in hearys, We leave is not to die"
( Takkan pernah mati cinta yang hidup , di dalam hati yang kita tinggalkan.)
Orang kaya memperlakukan hubungan seperti transaksi bisnis, walau dalam bisnis, perasaan sesungguhnya bisa ada naun ketulusan sulit di dspatkan .
"Dan ada hubungan yang memang di takdirkan".
" Ada yang mengatakan hubungan itu seperti ilusi, terkadang cinta itu seperti pemandangan yang indah terkadang memiliki akhir yang menyedihkan."
" Kita tidak akan menyesali hidup, ketika kita tidak menyia nyiakan hidup."
" Ku biarkan pikiranku berlari liar, kematian bukan untuk di takuti, tak ada yang tak bisa dihadapi ,hidup sangat berarti, sampai kematian itu datang, dan kau sudah menjadi pemenangnya, karena bintang hanya bisa terlihat dalam gelap ".
" Ku bercerai dari emosi."
Yudha menggenggam erat tagan Renata , dan mereka tersenyum melihat mami dan papi Yudha menjemput mereka.
" Seger banget Ta".
" Stttt , belum mandi nih mi, hanya modal parfum," ujar Renata tertawa.
Mami ,papi dan Yudha pun tertawa .
" Capek?".
" Hmmmm, sedikit, " ujar Renata bergelut manja di lengan Mami Yudha.
" Kita makan dulu nak, udah pukul 7 juga , " ujar mami Renata.
" Ada reques mau makan apa Ta?".
" Selerah Tata gak sama, selera jamannya mami. Tata suka makanan ala korea, hot pot, tteoboki, ramen, trus susi, gak bakalan kemakan, mami Tata aja di ajak, dia hanya bengong, dan mukulin tangan Tata, mami bilang Tata bandel mi, makan sembarangan , " ujar Renata tertawa.
" Anak milenial, yah bedah toh ,sama jamannya kami, " ujar Mami Renata.
" Bukan anak milenial aja mi, anak ke kinian, " ujar Renata menahan tawa.
" Nasi padang, nasi goreng , rawon, tuh Tata juga suka mi, tenang aja, tapi jangan papeda mi, angkat tangan dan angkat kaki, gak bisa nelam . Mami bayangin, kaalu tugas di pedalaman, hanya makan sang oisang, bukan sang pisang modern, langsung dari pohon mi, jandi monkey," ujar Tata menhan tawa.
" Berat banget kalau tugas di pedalaman ya Ta, "ujar sang mami Yudha.
" Tapi mas bisa mi, "
__ADS_1
" Dulu, pelatihan jauh lebih berat, dapat pelatih yang extrim, pasti sangat berat . Mau permpuan atau laki - laki , sama beratnya , "ujar Yudha.
Setelah makan malam, mereka pun pulang ke rumah.
Renata langsung ke halaman belakang, melihat Zizi .
" Zi...., anak kamu comel banget, " ujar Renata.
Renata membelai kedua anak Zizi.
" Kakek kalian beri nama King dan Warrior ," ujar Renata membelai kedua anak Zizi.
Yudha tersenyum melihat sang isteri .
Yudha membungkuk kan dirinya, menggendong Renata .
" Bersih- bersih yaaang, udah malam".
Renata tersenyum .
Renata sedang duduk di balkon, memandang langit yang dipenuhi bintang .
Memakai teleskop milik Yudha.
Ternyata sang jenderal suka dengan tata surya, bahkan teleskop yang di belinya , lumayan mahal, dan sangat canggih .
" Liat apa yaaaang ?".
" Liat bintang, " ujar Renata tersenyum menoleh ke belakang .
Yudha memeluk Renata dari belakang.
" Indah banget yaaaang ? ujar Renata ."
Yudha menyetel teleskopnya .
" Lihat ini yaaang, " ujar Yudha melekatkan pipinya dengan pipi Renata .
Mereka merasakan angin malam yang begitu sejuk, menerpa wajah mereka.
Yudha mengambil gelas yang berisi jus, menyodorkannya pada Tata.
" Mas buat sendiri?".
__ADS_1
Yudha mengangguk .
Di sisa 2 hari cuti mereka, Yudha membantu Renata membereskan pakaian, sepatu, dan beberapa tas .Yudha tersenyum saat melihat beberapa sepatu high heels sang isteri .
" Sepatumu banyakan sepatu sport yaaang, sepatu kets, high heels hanya beberapa " ujar Yudha.
" Asal mas tahu aja, nih heels di beliin karena lagi tugas nyamar jadi direktris, yag ini nyamar jadi sekretaris, yang ini jadi pegawai kanyoran, semua di beli tim, buat penyamaran, " ujar Renata tersenyum.
" Kaki kamu lumayan panjang yaaang."
" Terbiasa nendang penjahat kali mas, "ujar Renata.
Yudha dan Renata tertawa.
" Buat makai ginian. aku harus belajar extra kelas ,bak puteri keraton."
Renata memakai high heels nya.
Berlenggak lenggok di hadapan Yudha.
Yudha tersenyum.
" Awalnya, kedua kakiku habis di tepuk pakai kemoceng ,miss yang ngajar, untung aja pakai celana kerja panjang ,gak bekas. ketika pakai heels, jalan jatuh, gak kokoh. mirip bekonde putar 8, hancur banget. Butuh 3 bulan, makai heels, dan bisa bertarung. "
" Dulu atasan kamu, Adam ya yaaang?".
" Hmmmm, 2 tahunan di bawah kepemipinan dia. Jenderal itu 7 tahun tua dari mas kan?".
" Yup....".
" Jenderal perfect, tetapi kenapa banyakan pangkat dan penghargaan yang mas peroleh dari dia, padahal dia kan bagus juga."
" Bintang jasa ini, mas dapatnya gak gampang. Mas di percaya mimpin tim, buat menumpas *******, gerbong narkoba, bahkan numpas pimpinan kepolisian yang korupsi dan teribat dengan penjahat. Tidak semulus yang kamu liat yaaang, banyak ancaman, banyak perjuangan, keputus asaan saat anggota terdesak, mas selalu mencari cara buat suksesnya sebuah misi, larena berapa nyawa di pertaruhkan.
Renata bergelayut manja di paha sang suami .
Sedangkan Yudha membelai rambut nya.
π©ββοΈπ¨ββοΈπ©ββοΈπ¨ββοΈπ©ββοΈπ¨ββοΈπ©ββοΈπ¨ββοΈπ©ββοΈπ¨ββοΈπ©ββοΈ
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment