Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Peduli


__ADS_3

Renata melajukan mobil nya, mengikuti mobil Tika , Aisyah datang bareng Aisyah.


Ketika sampai di parkiran, mobil Renata menjadinpusat perhatian, bernilai fantastis dan sangat keren ,maklum mobil luar dan limited edition.


Perut Renata sangat lapar, ketika melihat Yudha, Renata tersenyum.


" Ta, mbak duluan ya, kapan - kapan kita ngumpul lagi " ujar Tika.


" Ya mbak, maksihhh".


" Kembali kasih, " ujar Aisyah.


Renata tersenyum .


Yudha menggenggam tangan Renata, membawaya menyeberang jalan.


Mereka sampai di cafe baru tersebut. Beberapa Bripka , serta anggota kepolisian , mengangguk menyapa Yudha.


Yudha mengambil meja di ruangan terbuka.


" Roti bakar, humberger, mie goreng, jus jeruk 2, " ujar Renata.


Yudha memesan jus jeruk, dan Nasi goreng.


" Hasil tembakan tadi bagus Ta, apalagi akrobat nya."


" Mas tau dari mana ?" ujar Renata menyipitkan matanya.


" Disana kebetulan ada teman mas, jadi mem videokan aksi kamu,".


" Padahal udah di larang videoin, kecolongan, ujar Renata.


" Tugas kali ini berat, mas harap kamu patuh pada mas, sebagai atasan, dan suami kamu."


Renata mengunyah mie gorengnya.


" Ta..., janji ...., tertib ,dan gak bar bar ".


Renata mengangguk.


Teman Yudha melotot melihat bertapa banyaknya Renata makan.Sedangkan Yudha hanya santai .


" Kita akan latihan gabungan, persiapan ke Jakarta, di Jakarta juga akan ada pelatihan dan kordinasi gabungan, " ujar Yudha.


Renata mengangguk.


Yudha tersenyum ketika melihat Renata makan, jika mood nya baik, maka makannya lumayan banyak, jika lagi bad mood, dalam satu haripun gak makan apapun , sejak dulu sudah begitu .


" Apa makanan nya enak yaaang?".


" Rotinya enak mas , renyah dan manisnya pas gak over."


" Yuk mas, nanti ku telat, " ujar Renata.

__ADS_1


Yudha menggandeng tangan Renata, memperbaiki masker yang di pakai Renata.


" Masker ini, mengurangi kecantukan ku mas, ujar Renata tertawa."


" Kecantikan mu hanya buat mas aja, okey...".


" Hmmmm....".



" Kita akan latihan pukul 10, siap - siap ya yaang," ujar Yudha membelai wajah Renata dan mengecup puncak kepala Renata di ruangan Renata.


" Mas , di kantor".


" Nyicil yaaang, akibat tadi pergi duluan".


" Ihhhhh," ujar Renata mencubit ujung hidung Yudha.


Yudha tersenyum , dan kembali ke ruangannya.


Ketika pukul 10, Renata pun mengikuti pelatihan, sudah di pastikan pelatihan yang Yudha kirim selalu sesuai standart pelatihan internasional.


Renata dan beberapa polisi yang terpilih , melakukan pelatihan.


Renata melakukan giliran panjat tebing . Dari puncak ketika Renata melakukan panajt tebing, Renata melihat Bima dan Dion serta Taka. Dion dan Taka baru kembali masa pendidikan IT dari Canada.



Renata kembali fokus melakukan pemanjatan tebing, hati Renata meluap gembira, tim nya kembali, dulu beberapa kasus mereka kerjakan. Dan Renata sangat bahagia, Yudha memilih tim yang kuat.


" Kalian udah selesai kuliahnya?".


Dion dan Taka mengangguk.


" Yeeyyyyy, lega banget, kita satu tim, tunjukan kehebatan kalian".


" Beres bos, " ujar Dion , Taka dan Bima.


" Beneran kalian pindah ke Solo?".


" Stay Solo, udah di pastikan," ujar Mereka serempak.


" Tambah cakep , " ujar Dion.


" Hati - hati, suaminya bucin, posesif dan protektif," ujar Bima ngakak.


" Jenderal Yudha ,bisa bucin? " ujar Dion bengong.


Bima mengangguk .


" Tapi beneran, beliau ngebet sama bos, ingat saat kita ke resto, dia juga ke resto, kita main golf, dia juga main golf, ketara banget kan, "ujar Taka.


Mereka tertawa.

__ADS_1


" Kembali latihan, lari 5 putaran, "ujar Yudha.


Bima , Dikn , Taka dan Renata pun bersiap dan meeka pun lari keliling lapangan5 putaran.


" Bos udah lumayan kuat dehhh, siapa yang latih ?".


" Mantan terindah, " ujar Renata melaju gesit.


Kembali Renata mengingat ,gimana william melatihnya .


" Kamu gak akan bisa hilang, kebaikanmu itu yang ngangenin ko".


" Bos...., udah lebih dari 5, kenapa masih lari?".


" Kebawa perasaan ," ujar Renata menunduk dan duduk di pinggir lapangan bersama Bima, Taka dan Dion.


" Gak gampang melupakannya ya bos?".


" Hmmmm....".


" Kalian ber 4 , push up 50, " ujar Yudha.


Renata dan lainnya pun melakukan push up.


Mereka juga di latih lari dengan berbagai papan rintangan. Dan ketika pelatihan selesai , Renata menyandang Ranselnya.


Renata dan lainnya beristirahat.


" Kita akan latihan gabungan lagi 3 hari ke depan di Jakarta, mulai dari besok dan lusa ,wajib lari dan latihan fisik pribadi."


" Siap pakkk, " ujar mereka serempak.


Renata perlahan menuju ke kamar mandi, Renata merasa perutnya sakit, dan benar dia sedang datang tamu bulanan.


" Untung ada pembalut, " ujar Renata.


Sesudah mandi , Renata kembali ke ruangannya


" Setiap haid ,perut ini sakit banget, ampun deh, gerutu Renata.


Renata melihat anggotanya,


Bima , Dion dan Taka , mendapat kan pengujian dari beberapa pimpinan .


Renata mengambil air hangat, dan perlahan meminum airnya.


🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2