
Dalam hidup ini,terkadang terasa aneh, tidak pernah menyeberangi lamou merah, selalu patuh, namun saat ke inginan terberat melanda, seuma tidak di pungkiri, saat nakal, bandel mau melihat udara di luar, juga di batasi, Renata pun membohongi anggotanya. Bersandiwara pakai nangis, agar di ijinkan.
Senyuman Renata merekah.
" Udara luar, sagat sejuk, imun tubuh terbentuk, pening kalau di kurung di kamar, gak di ijinkan pulang, kenapa segini banget sihhh, pusing hanya sedikit, namanya dsrah keluar banyak".
" Dunia tidak akan menarik lagi, seperti lampu ajaib tanpa lilin,lampu ajaib ada, anda tinggal mengidupkan lilin,dunia selalu memiliki pelangi,bahkan jika itu hanya ilusi yang memudar,setiap orang akan menikmatinya, " ujar Renata.
" Bos sangat puitis," ujar Bian.
" Lagi membaca buku puisi, aku suka, karena makna nya bias, mengatasi kebosanan, sampai kapan di tawan di sini".
Senyuman Renata sumringah ketika melihat sang suami datang dengan beberapa lembar kertas. Akhirnya bisanpulang, dalam hati Renata.
" Mas sudsh urus kepulangan Tata? sudah bisa pulang kan mas?".
" Hmmm, akan ada pening , tetapi efek dari benturan, jika sangat mengganggu harus balik ke rumah sakit yaaang".
Renata mengangguk.
Di sepanjang perjalanan , Yudha tidak melepaskan genggaman tangannya.
" Ketika kita mengenal cinta, dan pada saat lalu tidak mengenal apa itu cinta, karena mungkin tidak pernah bertemu dengannya.Pada waktu itu, mas menghina teori itu,berpikir itu konyol, apa benar - benar ada orang di dunia, siapa yang ingin memberikan hatinya satu sama yang lain? apakah ke inginan uang atau materi?"
" Tetapi saat mas bertemu dengan mu,mas akhirnya mengerti, cinta itu ada,beginilah rasanya mencintai seseorang,di dunia ini.Mudah menciptakan hubungan antarborang- orang,tetapi sulit untuk menciptakan perasaan,karena sangat sulit untuk, menemukan seseorang yang dekat dengan hati kita, terutama antara pria dna wanita,itu sangat rumit".
" Cinta sekali di mulai,tidak akan pernah berakhir.Kita akan memperlakukannya dengan baik,ini sepertinya masuk akal,ini hanya perbedaan antara pria dan wanita,seorang wanita selalu bertanya mengapa?Jatuh cinta pada wanita,tidak ada alasan nya.Pria dan wanita berbeda ,lalu apa?terlepas dari pria dan wanita,jujur Ta .....,kita selalu memiliki prasangka dan awalnya banyak kesalah pahaman. Kita sudah saling mengenal dari awal, mas sudah terbiasa dengan kehadiran mu,mas sedih karena kamu sedih, mas senang saat kamu bahagia,ingin merawat dan memanjakan mu, ingin melakukan apa yang belum mas lakukan untuk mu."
__ADS_1
" Apakah kamu mempercayai mas Ta?".
Renata menatap Yudha , perlahan mengangguk.
Papi dan mami Yudha sudah lama menunggu Renata. Papi Yudha demam. sehingga mereka tidak diijinkan Yudha , menjemput Renata di rumah sakit.
Perlahan Yudha memapah Renata, mami Yudha terlihat bolak balik di teras, begitu Yudha dan Renata sampai, sang mami langsung menghampiri mantunya. Mbak kedua dan mbak pertama dengan mobil berbeda , turut menjemput Renata kembali ke rumah.
Wajah Renata masih sedikit pucat, Yudha langsung membawa Renata ke kamar tidurnya, sang mami menyuruh mereka sementara tinggal di ekdiaman mereka. Sejak penyerbuan kediaman mereka, mereka kembali ke rumah mereka , dan keamanan semakin di perketat.
Renata berbaring, setelah meminum jus buah bit di campur apel dari sang mami Yuhda.
" Istirahatlah yaaang".
Renata mengangguk.
Yudha pamit, meninggalkan Renata pada pengawasan orang rumahnya dan mbok Siti serta mbok Tami stay di kamar.Pekerjaan Yudha menumpuk karena beberapa hari tidak masuk kerja.
" Non mau makan apa? biar mbok masak".
" Gak mau apa - apa mbok, hanya pengen makan buah jambu air".
" Mbok suruh pak Iwan nyari di halaman ya non, biasa selalu banyak buahnya non."
" Tata boleh metik sendiri mbok ,pengen."
" Boleh nak, yukkk, biar dapat udara segar, gak gitu panas, biar gak bosan, beberapa hari di rumah sakit," ujar mami Yudha.
__ADS_1
" Mbok akan bawa sambel rujaknya ya non, sejak non hamil, selalu mbok buatin, soalnya non suka ngerujak, " ujar mbok Tami.
" Iya mbok ,makasih...".
" Yudha semakin bisa mengendalikan emosinya, namun ketika dia berhadapan dengan orang yang menyakiti isteri dan keluarganya, tidak ada tawar menawar, " ujar sang mami.
" Perut kamu gerak nak, twins sangat aktif, pantasan sering meringis karena tendangan mereka, " ujar sang mertua.
" Iya mi, kadang nyesak, duduk salah, diri juga salah."
" Mami bahagia, kalian semakin mengerti satu sama lain, walau awalnya sering berperang, namanya penyesuaian," ujar sang mami tertawa.
" Kedua mbak kembali kerja ya mi?".
" Iya nak, mami biasanya sendirian , yah semua sibuk.Tetapi ada mbok Tami, mbok Siti teman ngobrol, sambil buat kain dan mengait kain buat twins.Ini liat nak, ada mami kait sepatu, sweater , mbok juga handal".
" Makasih mi, makasih mbok, Renata sangat suka melihat buatan home made."
" Di Italy, ini sangat mahal di jual mi, mbok, "
Mami dan para mbok tersenyum mendengar ocehan Renata.
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment