
" Mas akan memilih keluar, dan meneruskan bisnis pkeluarga, sudah saatnya mas membantu papi dan mbak pertama ," ujar Yudha memutuskan .
" Apa mas sudah pikirkan ?", tanya Renata.
" Sudah, " ujar Yudha dengan tegas.
" Baiklah, " ujar Renata berbalik memunggungi Yudha.
Air mata Renata mengalir tanpa bisa dia cegah,dia kecewa dengan keputusan Yudha, namun apapun itu dia harus menerimanya, karena itu keputusan Yudha, dia sudah berusaha menahan Yudha dalam pengabdian pada negara, namun jika Yudha melepaskan jabatan dan karir nya di kepolisian, Renata tidak bisa mengatakan apapun.
Menurut Renata , mau pekerjaan apapun pasti ada resiko yang harus di emban.
Tugas negara tugas mulia, tetapi mungkin pemikiran setiap orang beda, menomorsatukan keluarga dari profesi, sah sah saja, namun perjuangan selama ini, rasanya sia sia.
Renata memegang dadanya, terasa perih.
" Bagaimana dengan kamu Ta?", tanya Yudha.
" Saya tetap dalam profesi saya," ujar Renata .
Renata merasa sedih, kemampuan Yudha memegang dan memimpin setiap misi ,tidak di ragukan lagi, Jenderal muda terbaik .
" Mami pernah ngomong ,hati seseorang gampang berubah,kamu boleh sayang tapi jangan terlalu sayang,dan itu semua benar dan aku sedang mengalaminya, dia berubah, dari sekian tahun ,bisa memutuskan begitu saja, aku merasakan kekecewaan."
__ADS_1
"Menaruh harapan pada manusia adalah seni paling sederhana dalam menderita.Aku Butuh Seseorang Yang Menganggapku Penting.Dengar ya, berjuang itu lelah, berjuang itu tidak mudah, aku berjuang tidak meminta upah, tapi cukup hargailah.Jika uaahamu saja tak bisa di hargai, bagaimana biaa menghargai lainnya?", ujar Renata.
"Tidak akan ada kekecewaan yang mendalam jika tidak ada cinta yang dalamnya."
" Awalnya terasa begitu asik ya, tapi takdir membawa banyak kenyataan.
Jikapun memilih untuk berteman kembali, saya yakin kita tidak akan pernah siap.Sibuk dengan perbedaan dan ego, cara pandang yang berbeda.
Sudah lama kita menjalani hari-hari bersama, terhitung pada saat saya bertemu kau di suatu taman.
Saya tidak menyangka, pada akhirnya pertemuan ini hanya mendatangkan luka saja, " ujar Renata.
" Saya juga gak bisa buat nahan kamu untuk tetap tinggal, saya tak mau jadi pemaksa.
Sekiranya kalau memang ini sudah jalannya, saya bisa apa?
Mungkin benar, Tuhan menciptakan kita untuk sebuah pertemuan bukan kesatuan.
Saya harap kamu memilih apa yang kamu yakini, dan kita kini berjalan di dua arah yang berbeda, " ujar Renata dalam pandangan sendu .
" Kita harus mengadakan pertemuan, meredam pertengkaran ini dengan pelukan, sama seperti biasa, " ujar Yudha.
" Kamu tidak bisa berpegang pada sesuatu yang ingin lepas darimu. Kamu hanya bisa mencintai apa yang kamu miliki, saat kamu memiliknya, " ujar Yudha.
__ADS_1
" Sebelum kamu meninggalkan, tolong pikirkan hari dimana kamu menginginkannya," ujar Renata.
" Kamu boleh mengeluh,kamu boleh marah dengan keadaan,kamu boleh bersedih karna tak semua hal berjalan sesuai harapan nya, kamu jangan hanya pura pura baik saja, karena perasaan diciptakan untuk membuat hidup lebih berwarna, lalu buat apa kamu hanya diam seakan tak merasakan apa apa? Jika kamu bisa tertawa saat bahagia, maka kamu berhak menangis saat bersedih, kamu manusia maka bersikapla selayaknya manusia,jangan pura pura bahagia lagi,kasihan hatimu, " ujar Yudha.
" Milik orang lain memang indah, tapi dia lupa bahwa miliknya lebih indah bila dilihat orang lain.
Terkadang profesinlain terlihat nyaman, tetapi jika menjalaninya akan sama saja, Untuk bisa menjadi obat bagi orang lain, pastikan dulu dirimu sendiri sedang tidak dalam kondisi sakit," ujar Renata.
" Aku rindu kamu yang dulu, bukanβ bukan aku menuntutmu untuk menjadi seseorang yang seperti dulu, hanya saja aku rindu.
Teringat dikala itu kau lebih sering menghabiskan waktu bersamaku, dalam semua misi, tawa yang kau cipta untuk hiasi hariku, aku hanya rindu itu, ketika kamu melepas segalanya, semua tidak akan sama lagi, dan akan berbeda," ujar Renata.
" Aku menghormati keputusan mu mas, dan aku juga berhak dalam keputusanku, aku tidak tahu, keputusanku adalah sebuah ke egoisan, namun aku masih belum bisa menyerah , pada apa yang sudah ku perjuangkan selama ini, bukan hal mudah aku menyerah dalam pengabdian bagi negara," ujar Renata.
ππππππππ
Jangan Lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1