Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Hampir Kehilangan


__ADS_3

Ketika malam tiba, Renata kembali mengalami demam. Yudha melihat Renata sangat gelisah, dan meringis kesakitan, kedua mata Renata terpejam .


Kalau sudah sehat, bakalan bisa menjawab, itu lebih baik, dari pada melihat Renata saat ini.


" Tolong dok, isteri saya kenapa," ujar Yudha panik.


" Bapak tenang, kami akan memeriksanya, "ujar sang dokter.


" Dia sangat panas dok, dia kenapa?".


" Anda tenang, saya bekerja, kalau anda seperti ini, baiknya anda di luar, ands menghambat pekerjaan saya, " ujar sang dokter menatap tajam Yudha.


Dokter jaga dan perawat sibuk menangani Renata.


Jantung Yudha untuk kedua kalinya serasa berhenti.Ketika Rebata kolep dan saat ini. Panas Renata 40, dia mengigau, meringis dan kembali tenang ketika dokter menyuntikkan obat ke infus nya.


" Pasien jangan tertekan, dia belum pulih, toling di jaga psikis nya," ujar sang dokter.


" Dia tidak apa - apa, sangat wajar ketika ada luka, penanganan tidak tepat, bisa seperti ini. "


" Tolong perhatikan suhu tubuhnya suster, " ujar sang dokter.


" Baik dok".


Dokter tersebut pamit .


Yudha melihat Renata berkeringat, Yudha perlahan di bantu perawat , menukar pakaian Renata.


Teman Renata sudah kembali ke hotel.


Pagi itu, Renata masih tertidur, dan sedikit terusik ketika mendengar suara Yudha bersoal dengan seseorang. Renata membuka matanya, dan melihat Mark dan Yudha saling bersoal .


" Kenapa anda bisa tahu , isteri saya dirawat disini? tanya Yudha".


" Sa...saya yang beritahu , karena kami gak bisa meninggalkan Renata disini."

__ADS_1


" Saya dan orantua Renata sudah ada, kalian kembalilah, " ujar Yudha menahan amarahnya.


" Kamu terlalu kasar pada isterimu, harusnya ego mu tidak merusak hubungan kalian. Dan saya tidak membiarkan kamu kasar pada Renata, "ujar Mark .


" Kamu siapa? mantan bos? hubungan aku dan isteriku, bukan urusan kalian, " ujar Yudha dengan tegas.


" Perlahan tapi pasti, jurang kalian , semakin terbentang, dan ingat Yud, kamu sudah kehilangannya dulu, dan jangan menyalahkan dirimu kembali, atas ke egoisan mu, karena aku tak akan tinggal diam ketika Renata menjadi korban kekasaran kamu, darah militermu , tidak menyelesaikan sebuah persoalan. Renata tidak selamanya keras, sisi lembutnya sebagai wanita selalu ada, kamu tidak peka. Dia ingin kamu perhatikan, ingin kamu manja . Kalau Renata meng iyakan aku, aju akan memperjuangkannya," ujar Mark.


" Renata sedang mengandung anakku, " ujar Yudha.


" Aku gak peduli, aku akan menerimanya apa adanya. Dan akan membahagiakan dan menghargainya".


Yudha menarik kerah kemeja Mark .


" Jangan coba - coba, isteriku, akan selalu menjadi isteriku, karena dia dan aku bersama, kami banyak salah, namun jangan berharap lebih, semakin ada persoalan, semakin menguatkan hubungan kami, dan ingat, tidak semua manusia sempurna , selama masih ada cinta , masih ada harapan, hanya kami berdua yang tahu bagaimana cara kami bertengkar, cara kami menyelesaikan, dan kamu hanya penonton, cam kan itu, "ujar Yudha mendorong tubuh Mark.


Dara, Siska, Meta, bengong.


" Macho, dan berkelas,," ujar Desy.


" Ada apa ini ?" tanya mami Renata.


" Kamu siapa,?"


" Teman Renata Tante, " ujar Mark.


" Teman yang mana , anak saya tidak mudah bergaul, rada aneh, teman cowok semua dan gak ada pria bule seperti anda, dia sangat terbuka, bahkan kalian ber 4 ,saya tahu teman anak saya," ujar mami Renata.


" Saya mantan bos nya, " ujar Mark.


" Anda dari Solo ke Medan? luar biasa ," ujar mami Renata.


" Sudahlah mi, "ujar Renata .


" Dia teman aku mi, mantan bos aku".

__ADS_1


" Makasih pak sudah datang, " ujar Renata.


" Kalian pulang aja, lusa sudah kerja, maaf liburan kita , aku jadi lembuat kekacauan, jangan kapok unyuk trip selanjutnya, " ujar Renata tersenyum manis.


" Kami jantungan Ta, jangan pingsan lagi, dan ingat jaga kesehatan dan baby twins kamu, kabari kalau udah balik ke Solo" ujar Meta.


" Pasti, makasih semuanya."


" Koper kamu sudah kami bawa".


" Makasih ," ujar Renata memeluk sahabatnya satu persatu.


" Suami kamu keren Ta, pantasan di puja banyak orang, macho, yampan, beribawa dan berkarisma, jangan bandel, ngalah jadinisteri gak rugi," ujar Desy.


Renata mengangguk.


" Pernikahan bukan ajang uji coba, satu se umur hidup , dan saya tegaskan, selain Yudha, tidak akan ada pria manapun dalam hidup anak saya, jadi posisi siapapun hanya teman, dan tidak lebih, " ujar mami Renata menatap Mark .


" Mi, sudahlah, mami gak capek? tuan Mark hanya mengunjungi, mami pikir anak mami janda ada yang mau? badan gak semulus porselin, banyak bekas luka, jangan mengangap semua suka mi, gak mi."


" Saya memang menyukaimu Ta, saya mencintai kamu, sejak kamu bekerja, saya sudah memeriksa kamu siapa, dan saya mengagumi kamu, apapun kamu, saya bisa terima, jika kamu tidak bahagia, aku ada , selalu ada buat kamu".


" Pak....," ujar Renata bingung


Perang kembali datang, Renata terpaku.


🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰


Jangan lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2