
NB: saya gak akan buat novel yang vulgar, karena saya gak suka, like hanya krn adegan dewasa.
Selain itu, novel yang ada adegan dewasa, biasa gak lulus kontrak dr pihak noveltoon. Kaku atau enggak, tergantung penilaian seseorang. Setiap karya , memiliki standart dan kebebasan memilih.Saya mau like nya krn memang berhak mendapatkan karya sastra yang bagus. Karena miris ,novel banyakan adegan dewasa, banyak like, pdhal sebagai penulis, ada tanggung jawab moral di dalam setiap ketikan kita.
Saya sih suka memberi pandangan, memberi nasehat, bukan sok suci atau bla bla segala ,gak.
Hanya , apa yang kita perbuat di dunia, semua ada pertanggung jawaban nya kelak. Hanya ingin pesan moral, nasehat tersampaikan.Karena kita sama - sama belajar, belajar menjadi manusia yang lebih baik lagi.
Hidup hanya sementara, jadi berkat itu indah, bukan jadi perusak.π₯°
Makasih like, vote, koment nya.Salam hangat dari sayaβ€.
Yudha Prayoga Kurniawan POV
Bertemu denganmu adalah suatu keberuntungan.
Hembusan angin , menghapus tumpukan debu.
Waktu berubah cepat, mengubah segalanya.
Berubah drastis perlahan bersama rasa sepi.
Mèihat bintang bersamamu, menikmati bau keringat, perjuangan dan aku selalu mengingat Canda tawa kita.
Dalam mimpiku, aku melihatmu menangis sedih.
Sungguh kelam, ku merasa mengembara , hingga ujung dunia. Aku tidak bisa , tidak melihatmu.
Setiap melihatmu, keluar semua perasaan senang dan gembiraku.
Walau setiap langkahku di iringi rasa sakit yang mendalam.
__ADS_1
Kamu seakan jauh melangkah, meninggalkan tempat ini.
Sekali berbalik, kamu sudah jauh tanpa batas.
Ku tak ingin kamu hilang dari pandanganku.
Bagaimana aku harus menyebut namamu?
Berusaha untuk takdirku sendiri.
Orang penuh kebenaran, akan mendapat bantuan.
Orang melanggar kebenaran akan jatuh tak berdaya.
Jika bertekad dan tangguh, maka kebenaran itu akan nyata.
Apapun yang disuka, harus disimpan dengan baik
Menghargai perasaan dan rasa yang tercipta.
Melihatmu hidup hingga tua, dan penuh bahagia.
Berapa banyak bunga sakura yang berguguran
Dan berapa banyak bemekaran di hati,
Hingga tak sempat memberi saran untuk negara.
Menari hingga mentari tenggelam.
Perih terasa saat melihat mu , memakai cin cin lamaran dari nya. Tapi aku cukup mendoakanmu, dan masih menjadi manusia bodoh, menatapmu di pagi ini, menatapmu mendampinginya wisuda.
__ADS_1
Ada satu sisi aku berdoa, agar kelak aku juga bisa bahagia.Tapi bahagiaku itu kamu Ta.
Semakin kamu dewasa, semakin kamu paham untuk mempertahankan seseorang yang seperti apa
Yang kamu pikir memikirkanmu ternyata tidak pernah menempatkanmu dalam pikirannya
Semakin kau berusaha menjauh, Maka kamu akan menjadi pembohong yang luar biasa, kamu beranggapan sudah baik-baik saja padahal setiap waktu yang berjalan, Masih saja dia yang kau harapkan.
Kita dihadapkan dengan kondisi-kondisi yang instan, namun tidak dengan melupakan. Melupakan adalah sebuah maraton panjang.
Kangen sekali dengan obrolan panjang yang dulu sering kita lakukan, hingga kita lupa waktu.
Aku berharap untuk bisa melupakan
Sosoknya. Tapi disisi lain aku juga mengharapkan dia kembali.
Aku yang menunggumu. tapi, bukan aku yang bersamamu
Berat memang bicara soal 'ikhlas' karena apa yang sempat tak terselesaikan dengan jelas akan jadi pertanyaan difikiran yang membekas."
Kemarin seakan kau sangat menginginkan aku, namun sekarang, kau seolah lupa bahwa kau pernah seberjuang itu.
Kadang aku lupa bagaimana cara kita bertemu, tapi aku selalu ingat apa yang membuat kita berpisah.
Yang paling aku takutkan ketika aku sudah lama berjuang, tapi aku bukan jadi pemenang.
π¨βπΌπ©βπΌπ¨βπΌπ©βπΌπ¨βπΌπ©βπΌπ¨βπΌπ©βπΌπ¨βπΌπ©βπΌ
Jangan Lupa
Like
__ADS_1
Vote
Koment