
Dia tidak selalu berbuat romantis, dia punya cara tersendiri, buat romantis , dari sisi penglihatan ku sebagai isterinya.
Tidak seperti pria romantis, memberi buket bunga, bernyanyi dengan bermain gitar, piano atau lainnya.Walau dia mampu bermain gitar dan piano, serta bisa memainkan biola, namun waktu nya lebih berharga dari itu semua, tanggung jawab yang dia emban sangat tinggi .
Dia romantis ketika menatapku, dengan pandangan nya sendiri, dan dia membuat jantungku berhenti berdetak, seakan jam dan waktupun berhenti.Dengan pakaian dinas nya, terkadang dengan memakai jas , dia seperti dua orang yang berbeda, namun hanya dia yang punya sisi yang berbeda di hatiku .
Aku bisa merasakan kehangatannya,meski dia keras kepala, namun berhati lembut, hTidak pernah melewatkan dan menyesali, atiku merasa terisi, dan ditemani setiap hari, semua yang terkait denganmu, menghabiskan seluruh waktu bersama, menyukai kesukaanmu, dan kepekaan mu dalam dan sangat detail.
Aku merasa nyaman saat berada di dekatmu.Jadi sekarang aku berpikir, ada sesuatu yang selalu kukatakan, dunia ini ketat dengan keunggulan, dan toleran akan berubah menjadi biasa - biasa saja, aku tahu dia perfeksionis ekstrim.Namun bertemu orang yang di cintai, dan juga mencintai dirimu juga, sangatlah sulit, dan bukan hal mudah kembali membuka lembaran baru, buat seseorang, karena aku pernah menyesal , saat aku mengalaminkehilangan.
Kamu menjadi warna pelindung bagiku, Ku tidak bisa meniadakan warna pelindung mu, hidup akan menjadi nyaman dan bebas.
Aku telah melihat orang nanyak membeli bunga, es cream, perhiasan sebagai hadiah, buat orang yang dia cintai, dan dia memberiku pertama kali hadiah, sebuah syal, dia cukup cerdik memikirkan, aku selalu melalui shif malam bertugas, syalnya sangat menghangatkan.Dia mengatakan, bunga akan layu, es akan meleleh.
" Di dunia ini, kita harus menunggu, yang akan ditakdirkan, kemudian kita akan mengerti, kenapa kita mendapatkannya, apakah orang yang benar atau salah."
Renata memandang kepala IT.
" Wanita ini benar- benar beracun," ujar Renata dalam hati.
__ADS_1
Sementara di sebuah sudut, Pandawa menertawakan Yudha.
" Hai jenderal, sepertinya kamu remaja, yang lagi jatuh cinta".
" Aku memang remaja, yang akan menjaga wanitaku, kamu jangan iri, " ujar Yudha tersenyum.
" Lihat Jenderal, wanitamu sedang di taksir atasan nya, kenakaran jenggot gak Jen?".
" Dia hanya berperan dalam tugasnya, ujar Yudha menahan cemburunya."
" Ketika memilih tugas dan pribadi, sulit Jen, dalam pengorbanan nya," ujar Pandawa tertawa .
" Bisa jadi, pertarungan selalu, mendominasi menang dan kalah, dia bukan gadis semanja dulu, fisiknya lebih ber otot dan kekar , bukan lagi ketika berlari harus bareng kamu Yud, dia sudah di asah orang yang terdahulu, sangat banyak perubahannya, bahkan membantingmu, aku rasa di ranjang ,dia mampu, " ujar Pandawa tertawa.
" Soal siapa menahlukkan siapa, pasti lebih banyak aku," ujar Yudha .
" Tetapi ada saatnya ketika dia memimpin, maka ada sensai tersendiri.Dan kamu akan mempelajarinya ketika tidak bermain solo lagi, makanya cepat nikah," ujar Yudha tertawa.
" Bima saja kecantol,sama sepupumu Yud, ada stok lagi gak?".
__ADS_1
" Awalnya ,aku, Adam, Teungku, dan Bimas, menaruh persingan ketat buat Renata, namun ketika kalian pacaran, putus, dan dia study, jarak membuat kami tidak bertemu.Kamu lihat, di penyamaran isterimu, tidak terdapat cin cin pernikahan, maka siap - siaplah kamu bersaing ketat dengan para pembisnis, terutama Pria itu, anaknya presdir," ujar Pandawa.
" Usaha dong Jen, pertarungan harus menghasilkan bibit junior, agar hubungan kalian ada hasilnya."
" Doakan saja Wa, lagian dia juga mau ujian kenaikan pangkat, dan masih banyak tugas yang dia emban."
" Tugas gak akan habis, jabatan ada batasan buat wanita, dan ingat, jika pria itu lebih high quality, hati - hati. bisa jadi kebersamaan mereka menimbulkan percikan, kamu bakalan sulit memadamkan nya, hargai man....., romantis, jangan kaku, walau kamu keliatan norak, gak seperti dirimu sendiri, kamu pasti ada caranya buat menunjukkan dia penting dalam hidup mu, jangan sampai terlambat, " ujar Pandawa tersenyum.
Yudha mengangguk.
π₯°ππ₯°ππ₯°ππ₯°ππ₯°
Jangan lupa
Like
Vote
Koment
__ADS_1