Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Jangan Main Main


__ADS_3

Ingat , kita pisah kamar tidur, aku gak mau mas manfaatin diri aku, mungkin juga mas gak mau aama Liana ,apa karena bekas pemilik bar? apa iya gitu?".


" Gakkk, mas gak mau pisah kamar".


" Hukuman buat kamu intropeksi diri, agar lebih dewasa kadi pria yang sudah beristreri".


Renata memesan kamar presiden suits.


" Kapan lagi aku menikmati kelas atas, mas bisa lebih sama mantan, aku juga bisa lebih , ingat , tagihan di anda tuan".


Renata berjalan berlenggak lenggok  , sedanhkan Yudha mengikuti nya.


" Jangan coba - coba ," ujar Renata mendahului ,ketika pintu lift terbuka.


" Hotel ini milik papi yaaang".


" Gak peduli, menutup keras pintu kamarnya."


Yudha gak kehabisan akal, percuma dia di kemiliteran.


Yudha memasuki kamar tepat di samping kamar president suits .


Langsung menuju balkon.


" Tuan , jangan," ujar Ucok.


" Jangan ribut cok, nyonya lagi marah, namanya perjuangan," ujar Yudha.


" Yah tuan, makanya, jangan buat nyonya marah, punya wanita itu di baekin, di puji, di sanjung, apalagi secantik nyonya. Nyesal kan, gak dapat jatah....", ujar Ucok.


" Husss, nama aja ucok, umur cukup, otak kurang, ejek Yudha".


" Yahhh, itu hanya nama tuan, dan kepanjangan, kalau yang aneh itu yah tuan, mau manjat balkon, kalau nyonya besar tahu, tuan bakalan nyahokkkk," ujar Ucok tertawa terkekeh.


" Pakai kunci aja deh tuan," ujar Butet.


" Lebih aman tuan muda...".


" Malah nanti tambah marah. udah deh ," ujar Yudha menggaruk kepalanya.


" Kalau kamu ngambek Tet, Ucok rayu kamu gimana? biar baikan."


" Yahhhh, saya kan suka bunga tuan, Ucok ambil mawar ,tuhhh di taman, kasi satu tangkai, saya udah klepek klepek tuan, di tambah ucok berpuisi".


" Mawarnya ide bagus, puisi nya gak yakin aku, Ucok bisa juga se norak itu, " ujar Yudha.


" Tu ..tuan juga norak, pakai mau panjat balkon," ujar Ucok.


" Kamu gak tahu Cok, di film action, yah anak mudanya macho, rayunya gini."


" Basi tuan, niru nya gampang, tuan bakalan di jewer, liat aja".


" Di jewer malah bagus Cok, biar marahannya reda".


Ucok dan Betty menepuk jidat  nya .


" Sekarang, tugas kamu, pesan 1 buket bunga mawar merah, cepetan ".


" Tenang tuan. di seberang baru buka toko bunga. saay menuju kesana."


Yudha memberikan uang beberapa ratus ribu .


Ucok pun bergegas, tidak lama kemudian, 10 menitan, ucok sudah berada di depan Yudha.


" Cepat kan tuan?".


" Cepat apanya cok".


" Tuan. ini kembaliannya".


" Ambil sama kamu aja Cok".


Butet langsung menarik.uang kembalian dan mengambilnya.


" Uang suami yah uang isteri kan bang, "


" Ya...yaa...," ujar Ucok lesu.

__ADS_1


" Yahhh cok, kamu suami - suami takut isteri, " ujar Yudha ngakak.


Ucok hanya menunduk .


" Ya udah, kalian kembali kerja, jangan ada yang ngintip saya merayu nona muda, " ujar Yudha.


Yudha tidak mau berlama lama lagi, Yudha melompat dan berhasil ke teras depan kamar Tata.


Yudha perlahan membuka pintu balkon dan lega, gak dikunci Tata.


Yudha mendengar dari kamar mandi, ada suara musik dan senandung kecil dari Tata.Yudha tersenyum , Yudha menanggalkan kemejanya, laku memasukin kamar mandi ,disana Renata sedang memejamkann matanya.


Yudha mengusap wajah Renata.Kedua mata Renata melotot dan terkejut .


" M...mas dari mana masuk nya?".


" Rahasia".


Yudha mengambil buket mawarnya, memberikannya pada Renata.


" Mau maafkan mas kan yaaang".


" Gakkk," ujar Renata memukul mawar tersebut ke badan Yudha.


" Sakittt yaaang, berduri, "ujar Yudha dengan akal akalannya.


Setiap buket mawar, di tata kan durinya sudah di potong terlebih dahulu.


" Apa sakit?"  tanya Renata memeriksa badan Yudha.


" Sakit...".


" Tata kesal sma massss".


" Yaaaaang maafkan mas yaaa, mau kan...".


" Gakkk, " ujar Renata.


Yudha membuka celananya.


" Mas mau ngapain?".


" Mas....".


Yudha meraihntengkuk Renata menyusuri nya dengan lidah, kemudian Yudha mencium dan ******* bibir Renata.


" Apa kamu merindukan sentuhan mas yaaang?".


Renata menatap Yudha .


" Bisakah mas mengetahui kekecewaan Tata sama mas seperti apa?".


" Maaf yaaang, kita baikan yaaa."


" Gak...".


" Apa solusi mas soal Liana?".


" Pimpinan sudah setuju, dia sudha dinpindahkan ke Padang, begitu kita pulang, serah jabatannya "


" Kamu bicara sama dia di depan aku maz, biar dia jangan ke geeran sama suami orang".


" Baik yaaang".


" Harusnya jangan nunggu aku marah , baru mas bisa ngerti ".


" Iya....".


" Kalau ada maunya, sepertj kerbau di cucuk hidungnya".


" Mas 2 hari puasa yaaang, " ujar Yudha memelas.


" Mas merusak honeymoon kita ," ujar Renata.


" Maaf yaang, akan lebih banyak honeymoon kita lakukan."


Yudha kembali melakukan serangan, dan gencatan senjata.

__ADS_1


Leguhan desahan, pun terdengar, di bawah shower Yudha kembali menahlukkan sang isteri.


Yudha kembali mengangkat tubuh Renata dan membaringkannya di ranjang.


" Mas , ranjang basah....".


" Hmmmmm..., "ujar Yudha terus melancarkan serangannya.


Kembali mereka dalam pertarungan panas. Hingga tergolek karena sudah terlampiaskan.


" Makasihhhhh yaaang".


Yudha kembali mengangkat Renata, mereka pun mandi di bawah guyuran shower.


" Liat yaang, aksi kita , " ujar Yudha tertawa terkikik.


Ruangan ini sudah seperti kapal pecah.


" Mas akan suruh Ucok dan Butet bersihkan.".


" Mereka anak medan ya mas, nama nya  Ucok dan Butet", ujar Renata.


" Iya yaaang. mereka paling bisa di andalkan, jujur , dedikasi tinggi, hotel ini rapi, pekerja patuh, maklum suara orang medan gedek, kalau matah di depan gak di belakang".


" Tata lapar mas".


" Mau makan apa yaang, telepon aja room service.Mas mau steak dan jus jeruk".


Renata pun mengangguk, memesan beberap menu.


Renata memakai pakaiannya.


" Untung hanya sepreinya basah , " ujar Renata tertawa terkikik.


Yudha dan Renata duduk di teras, Ucok dan Butet sedang membersihkan kekacauan yang Yudha buat.


" Kalian sudah punya anak?"  tanya Renata.


" Sudah nona muda, kami nikah muda, anak kami sudah 2, sepasang,"  ujar Ucok.


" Usianya ?"  tanya Betty.


" Satu kelas 4 Sd, satunya lagi kelas 3 SD nona muda."


" Mau nambah lagi? " tanya Renata.


" Gak non, 2 aja, kami udah sangat bersyukur ,tempat tinggal gratis, bisa besarkan anak, dan kami banyak dibantu tuan muda."


" Anak kami bahkan sudah bisa nolongin kami, mereka bisa merapikan taman, bisa ngatur parkiran. "


Renata mengangguk.


" Asli dari medan pak?".


" Iya non, kami dari medan, merantau sampai ke Bali, di Bali  kehabisan uang, saat itu tuan muda nolongin, sampai sekarang ," ujar Butet


" Tuan ke Bali , pernah bawa cewek Tet?".


" Gak pernah non, tuan itu selalu cerita, pacar nya pertama , sudah pisah, trus pacarnya kedua juga pisah, karena kebodohan nya."


" Tuan sering kesini?".


" Hanya beberapa bulan sekali non, gak rutin."


" Kami pamit ya non, " ujar Ucok dan Betty berbarengan.


Rebata mengangguk .


Yudha langsung memeluk tubuh Renata , mereka pun makan bersama.


" Segala urusan diselesaikan di ranjang, maklum lagi hangat hangatnya🤭🤭🤭🤭🤭".


Jangan Lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2