Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Mengajak Ke Kantor 2


__ADS_3

Selepas menonton, mereka berkeliling . Bima melihat sang Jenderal di sebuah restoran .


" Bos lihat jarum jam angka pukul 3 , disana Jenderal duduk bareng wanita, cakep, " ujar Bima.


Renata melihat Yudha disana , sedang duduk nyantai.


" Terkadang kehidupan tidak selalu sejalan dengan apa yang di ingkan, Yudha sangat jarang dan hampir gak pernah bawa Renata pergi ke resto sebesar ini, Renata hanya tersenyum."


" Jangan berharap romantis, tiap orang beda. Kalau William terlampau romantis, sampai makan selalu berdua di kantin kampus, nonton pertandingan bola, nonton pertandingan baseball, bahkan melamar juga sangat romantis, bukan mau membandingkan, namun pembawaan manusia memang beda beda. Ada yang pingin di manjakan pasangan, ada yang pingin di romantiskan pasangan.


Keromantisan Yudha terletak pada , setiap pagi , membuat sarapan mereka berdua, setiap weekend selalu mendekap Renata sampai matahari di ketinggian."


" Beli Xie boba yukk, " ujar Renata.


Semua pun berjalan bersama.


" Bos marah, gak labrak jenderal?".


" Di tempat umum, masih normal, jadi ku gak mikir apa - apa," ujar Renata.


Renata melihat aneka keripik, Renata pun mencoba beberapa varian.


" Bu ..., saya mau yang ini ,ini , ini dan ini, "ujar Renata.


" Bos lagi demen nihhhh?".


" Sering lapar ," ujar Renata.


" Hanya pengen ngemil sihhhh".


" Balik yukkk," ujar Renata.


semua pun mengangguk.


Renata sengaja menghindar dan mencari jalan lain, tidak lewat dari resto dimana Yudha disana.


Anggota Tim melirik Renata.


" Singgah ke abang rujak biasa ya Sam, ".


" Beres bu, " ujar Sam.


Sesampai di kantir, Samuel membawa belanjaan keripik Renata.Tepatnya 2 pelastik besar.


Dan Renata terkejut ketika tidak lama kemudian, ada 2 kotak kiriman oleh - oleh dari mami William.


Renata menyuruh Bima menaruh di mobilnya.


" Makasih paketnya udah sampai ya mi," ujar Renata di pesan suara.

__ADS_1


" Sama - sama sayaang, sehat selalu ya Ta , mami merindukanmu Ta."


" Tata juga merindukan mami, mami juga sehat ya".


" Ya Ta...".


" Mami William , masih bersilahrurahmi sama bos".


" Yup, beliau sangat menyayangi saya, " ujar Renata.


" Apa pak bos dan keluarga nya gak komplain?".


" Entahla , tetapi harusnya kan gak, karena hubungan kami, sudah lama seperti ini," ujar Renata.


Renata pun kembali, sesudah jam kerjanya. Renata menyuruh pak Iwan mengangkat 2kotak besar paket dari mami William.


Ranata terharu, melihatnperhatian mami William, pakaian hamil berpergian, tas, sepatu, baju piyama, begitu banyak .


Satu kotak lagi cemilan asal medan, keripik, kue bolu meranti, bika ambon, lapis legit, aneka manisan ,sangat beragam .




Renata ttersentuh dengan perhatian mami William, walau Wiliam sudah tiada, beliau tetap menyayangi Renata.


Kebaikan sesorang selalu kuta ingat .


Renata masih ingat, William selalu bilang sama maminya, jagain Renata, perlakukan Renata dengan baik.William selalu mengulang kata- kata itu .


Renata terenyuh .Renata hanya bengong melihat kiriman itu, mau di kasi ke mertua ,takut gak enakan.


Mbak kedua datang ke rumah Renata dan terkejut melihat Renata duduk di sudut lemari , dan duduk di lantai .


" Kamu kenapa Ta?".


" Hehhhh..., Renata hanya bengong".


" Banyak gini dari siapa Ta?".


" Mami William mbak", Renata mengangguk.


" Mereka sangat menyayangimu, beda dengan orangtua mantan mbak, bukan menyayangi, malahan penebar gosip yang engak- enggak, sampai mertua mbak gerah dan saling serang."


" Kamu kenapa ling lung gitu Ta?".


" Liat gini banyak, nanti gak ebakan sama mami mbak".


" Udah jangan mikir kejauhan, ini enak Ta, kita makan yukkk, " ujar mbak kedua.

__ADS_1


Renata mengangguk.


Mereka pun mebawa lapis legit dan bolu gulung keju ke dapur.


" Kisah percintaan kamu dan ko William termasuk tragis ya Ta, " ujar Mbak kedua.


" Sehari sesudah tunangan mbak, aku kehangan dia, untuk selama - lamanya, " ujar Renata menahan air matanya.


" Mbak gak sekuat kamu Ta, melupakan sangat sulit."


" Dia terluka di depanku mbak, entahlah, aku kadang berpikir, kami gak berjodoh."


" Menyesal gak , menikah dengan Yudha, atau sebagai pelarian saja?".


" Gak pelarian, mas Yudha cinta pertamaku mbak, mas Yudha menguatkan aku melalui hari - hariku, "


" Dia gak romantisan, kasar, pemarah, kamu betah , gak niat ganti suami Ta?" tanya mbak kedua.


" Gak niat mbak, mau sebaik apapun , sesempurna apapun, Tata tetap milih mas Yudha, kecuali mas Yudha nya yang mau membuang Tata, Tata baru pasrah, " ujar Renata.


Renata memotong bolu gulung keju, duduk melahapnya.


" Mbak, di sofa aja yukkk, gak ensk makan disini," ujar Renata.


Mbak kedua dan Renata pun melahap kue di hadapan mereka .


" Walau Yudha pemarsh ,kamu kok betah Ta".


" Aku juga bandel mbak," ujar Renata tertawa.


" Semakin di marah, semakin di buat, " ujar Rneata menutup wajahnya dengan bantalan kursi.


" Gak se rkmantis William pastinya kan Ta".


" Ya, sangat jauhhh, jangankan buket bunga, tuh baru satu kali dapat buket bunga, itu juga pas wisudaan di beri mas Yudha, " Renata dan mbak kedua tertawa ngakak.


" Mas Yudha , romantis nya , gendongin Tata ke lantai bawah, mandi sama, masakin sarapan, yang gituan mbak, beda versi," ujar Renata.


Renata berbaring di ambal, menatap langit- langit ruangan keluarga.


πŸ‘¨β€πŸ’ΌπŸ‘©β€πŸ’ΌπŸ‘¨β€πŸ’ΌπŸ‘©β€πŸ’ΌπŸ‘¨β€πŸ’ΌπŸ‘©β€πŸ’ΌπŸ‘¨β€πŸ’ΌπŸ‘©β€πŸ’ΌπŸ‘¨β€πŸ’ΌπŸ‘©β€πŸ’Ό


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2