Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Lebih Dari Nyawaku 2


__ADS_3

Yudha memegang erat tangan Renata , Renata bersandar di dada Yudha , sambil merintih kesakitan, cengkeraman tangan Renata begitu kuat.


" Mas mau minum, " ujar Renata.


Yudha bergegas memberi kan segelas air pada Renata.


Belum meminumnya kembali Renata merintih kesakitan.


" Minum yaaang."


Tangan Renata gemetaran memegang gelas, perlahan meneguk habis air minum tersebut.


" Ta....," ujar mbak kedua.


Mbak kedua langsung memeriksa Renata.


" Kenapa gak ke rumah mami, ke ruang pemeriksaan, malah hanya di kamar nunggu mbak dek".


" Maaf mbak".


" Angkat Tata, kita periksa di rumah mami,"


Mbak kedua sigap berlari mencari mbok Tami dan memanggil pak Iwan menyiapkan mobil.


Renata Yudha baringkan di ruang kesehatan di rumah mami, langkah mami, papi dan anggota keluarga pun terdengar.


" Tata kenapa?".


" Tata mengalami Abruptio plasenta adalah lepasnya plasenta sebelum waktunya, bisik Mbak kedua pada sang mami."


" Dek, kita ke rumah sakit, mbak akan menstabilkan tekanan darah dan mempertahankan jumlah urin yang keluar."

__ADS_1


" Mbak cek, tidak ada pendarahan".


" Mix tolong ambil pakaian Tata dan Yudha, pakaian perlengkapan bayi juga. kita tidak tahu, apakah twins prematur atau tidak ."


" Ya nak, bergegaslah, hati - hati. Mami dan papi akan menyusul".


" Mas, antarin kami yah," ujar mbak kedua pada suaminya.


" Ya yaaaang".


Yudha menggendong Renata. Selang infus dan suntikan sudah Renata dapatkan, beberapa suntikan , untuk mengatasi Abruptio plasenta.


Renata tergolek lemas dalam dekapan Yudha.


Yudha mendekap Renata.


" Kenapa Tata bisa mengalami ini semua mbak, padahal rutin kontrol".


" Renata sangat kesakitan mbak, lengan Yudha sampai sangat kuat dia tekan".


" Ya dek, sangat sakit, kamu harus tahu ,Badan manusia hanya mampu menanggung rasa sakit hingga 45 Del. Tetapi selama bersalin ibu akan mengalami hingga 57 Del, sama dengan rasa sakit akibat 20 tulang yang patah bersamaan. Sangat luar biasa bagaimana perjuangan Mama saat melahirkan."


" Makanya kalau ada suami mukul isteri lagi hamil, atau dia bisa selingkuh, rasanya mbak terenyuh, berapa pasien melahirkan normal atau operasi cesar mengalami kesakitan, mereka berjuang demi sebuah kehidupan, malahan mahluk yang lemah mampu melahirkan manusia baru, kenapa gak pria yang kuat melahirkan? itulah letak wanita istimewa, darinkelemahannya, mempunyai tugas mulia, merawat anak nya dari dalam rahim hingga dewasa."


Yudha meletakkan Renata di brankar, Mbak kedua kembali mengecek keadaan Renata.


Mami Yudha dan semua anggota keluarga mendoakan Tata dan keselamatan bayi mereka. Ketika pagi datang, ponakan Yudha di antar papi mereka. Mereka di urus para pelayan di rumah.


Yudha mengusap perut Renata.


Yudha kembali membuka laptopnya, Yudha sangat susah tidur, matanya hanya beberapa jam tertidur, kembali terbangun, Yudha sangat cemas .

__ADS_1


Yudha membalas semua email, mengecek laporan keuangan, dan ketika semua nya selesai, ada perasaan lega dalam hati Yudha.


Hari sudah siang, perlahan Renata membuka matanya, kepalanya terasa pening .


Yudha mendekap Renata ketika oleng dalam posisi duduk .


" Mas...lapar...," ujar Renata.


" Hmmm lapar ya nak, nih mami bawa bubur kesukaan kamu, mami juga masak sup obat, biar jangan lemas".


" Biar mami suap ya Yud, isteri mu sudah berjuang buat cucu mami, maaf ya nak, kamu begini sakit nya hamil twins, kita gembira, pengen bayi kembar, namun lihat kamu mengalami kesakitan, mami sedih, mami Yudha terisak."


" Dulu mami juga berjuang lahirkan mbak pertama sangat kesulitan, anak pertama , ada aja masalah, mami pingsan tiba- tiba, jatuh, mertua mami sangat baik, masakin apa aja buat mami, hingga sehat.Mami teringat apa aja dia masakin, semoga kamu juga sehat ya Ta".


Renata mengangguk terharu, menghapus air matanya yang mengalir di pipinya.


" Jangan nangis, makanlah nak. "


Renata perlahan menelam bubur pemberian sang mertua.


Yudha menatap wajah sang isteri.Membelai rambut Renata.


" Jangan takut ya yaaaang, kami disini ,kami ada buat kuatkan kamu, "ujar Yudha mengecup telapak tangan Renata.


😍😍😍😍😍😍😍


Jangan lupa


Like


Vote

__ADS_1


Koment


__ADS_2