
" Kenapa makannya dikit yaaang?".
" Pengen tidur, capek mas".
Renata tertidur telungkup.
Yudha mencium pipi Renata, mengusapnya.
Yudha menyusuri sosok Gustavo Alfaro.
" Yudha melihat sosok pria Turki, sangat tampan, tidak se oriental wajah Yudha.
Dan benar saja , pria itu begitu tampan, berkarakter, namun telihat lebih sangar ."
" Mas takut kehilangan kamu Ta, mas gak bisa tanpa kamu, sudah cukup kita terpisah karena kebodohan mas, kamu menerima William, bahkan mencintainya juga, jika William ada ,pasti kamu udah menikah dengannya. Kenapa Gustavo mencari sekretaris nya ?".
Hati Yudha tidak tentram .
Yudha memeluk pinggang Renata.
" Mas berharap, kamu cepat isi yaaang, ikatan kita lebih kuat, mas tahu, kamu sudah kembali mencintai mas kembali, belajar kembali membuka hatimu, akan hanya ada kita sayaaang, tidak ada lainnya, benar kan yaaaaang, hanya ada kamu dan aku. Tidak buat lainnya. Hati mas percaya, kamu memilih mas, pasti ada pertimbangan ".
Yudha mendekap tubuh Renata, mereka pun tertidur.
" Mas, bekas drakula mas rame, lihat nihhh, mas kenapa semakin buas?".
" Biar semakin cepat jadinya yaaang," ujar Yudha tertawa terkikik.
" Mandi hujannya enak, lain kali kita mandi hujan lagi ya mas, kalau di lapangan hijau lebih enak deh mas".
" Parahnya ada petir, di sambar, langsung gosong yaaang," ujar Yudha tertawa.
" Iya juga hahahhaha".
" Mandi sama yuk yaaang," ujar Yudha.
" Ihhhh, pasti akal akalan nya mas, Renata menyipitkan matanya, menelusuri modus sang suami."
__ADS_1
" Nanti malam," ujar Yudha mengedipkan matanya.
Renata bergelayut manja .
" Gendong belakang yaaang".
" Siap tuan puteri, " ujar Yudha terkekeh tertawa
Renata bergelayut manja kembali.
" Makanan tadi apa enak yaaang".
" Rasanya special, gak pernah di temui dimanapun. Pasti pengen datang ke sini lagi. Mas pandai mengelola bisnis, " ujar renata dengan tulus.
Yudha hanya tersenyum.
Beberapa ciuman panjang, tetap Yudha lakukan, walau tidak dengan hal yang lebih. Yudha mengeringkan Rambut Renata, membalur tubuh Renata dengan minyak jaitun .
" Apa masih pegal yaaang?".
" Terbayar sama hasilnya mas".
" Hmmm, salah satu pondasi ,keterikatan fisik, " ujar Yudha menahan senyum.
" Namanya 2 jadi 1 mas, apa yang di persatukan Tuhan , tidak bisa di pisahkan manusia."
" Aminnn."
" Besok kita akan berlayar di kapal phinisi 1. Hanya kita berdua yaaang."
" Indonesia itu, alamnya sangat indah, dan unik mas, ku suka semua apapun menyangkut alam."
" Mas akan bawa keliling, kita liat sunset dan liat bintang di suatu tempat, mau kan yaaang?".
Renata mengangguk .
" Hari ini masa suburmu yaaang".
__ADS_1
" Ya mas".
Renata dan Yudha kembali ke hotel, dan Yudha meminjam mobil wakilnya.
Yudha membawa Renata menyusuri pelabuhan, melihat sunset di sebuah tempat yang sangat indah .
Disana ada beberapa pasangan, baik bule ataupun wisatawan domestik .
Mereka melihat bintang, dan pulang kembali ke hotel pukul 9 malam. Renata takjub, saat melihat beraneka makanan sudah tersaji di bawah sebuah pohon, Yudha memberi Renata se ikat buket bunga mawar, Renata sangat terkejut.
" Bisa juga mas Jenderal romantis gini, sejak mengenal mas, mana pernah mas se romantis ini," ujar Renata.
" Apa kejutannya belajar dari mbah google mas?".
" Gak yaaang, beneran".
Renata memeluk Yudha , menggantung ke di tubuh Yudha.
Renata dan Yudha pun makan malam, di temani bintang dan alunan gitar dan biola.
Renata menelepon mami dan papi nya, Renata di ledekin kedua orangtuanya. Sedangkan ketika Yudha menelepon kedua orangtuanya, maka semua anggota keluarga berebut meledek in Yudha dan Renata.
Malam itu , kembali mereka melebur menjadi satu, dan menikmati indahnya penyatuan , yang menjadi candu dan kegiatan yang menyenangkan.
" Nanti mas akan bosan dengan semua yang kita lakukan".
" Gak yaaang, "
" Tulussss," ujar Yudha.
πππππππππππ
Jangan Lupa
Like
Vote
__ADS_1
Koment