Cinta Sang Jenderal

Cinta Sang Jenderal
Kamu Alasanku


__ADS_3

William memeluk Renata. Perasaanya begitu damai bersama kekasihnya .


Renata sudah memakai baju piyamanya .


" Tidur disini yaaang, " ujar William.


Renata tersenyum melihat William mengembangkan matras di bagian bawah tempat tidur.


" Ngungsi dulu ahhhh, " ujar Renata.


Renata tertawa .


" Kalau hansip ada , kita udah di gerebek deh," ujar Renata.


" Gak apa - apa dek, koko udah siap lahir batin".


Renata tertawa menepuk bahu William.


" Serius , beneran, " ujar William mengangkat tubuh Renata ke atas tubuhnya.


" Mancing besar atau kecil nih?" ledek Renata.


" Mancing besar aja yaaang".


" Ihhhh, serius?".


" Serius," ujar William tertawa .


" Baiklah, siap- siap yaaang, koko akan mancing besar."


" Serius?".


" Serius lah..., " ujar Wulliam menahan tawa.


" Kalau begitu, ayolahhhhhh.....".


William membenamkan wajahnya , mengulum bibir merah Renata.


" Koko selalu menjagamu yaaang, koko gak seperti pria lainnya, DP dulu , baru menikah, walau orang bilang banyakan jaman sekarang gitu, gak...,koko normal, sangat normal, hanya kamu sangat berarti sayaaang, sangat.....Gadis baik baik, akan mendapatkan moment yang terbaik, karena koko memang mabuk iya, drugs juga pernah, namun buat menyeret wanita ke ranjang, gak Ta, gak pernah. Koko menyayangi kamu, akan menjaga kamu sebaik -baiknya, sampai maut memisahkan."


" Makasih yaaang, makasihhhhh".


"Tata mempercayai koko, kalau mau macam- macam, dari dulu udah koko lakukan."


" Lagian , kalau Tata menikah, masih dalam jabatan seperti saat ini, kan banyak test".


" Yup...".


" Makan ramen yuk yaaang, lapar, " ujar Renata.


" Jalan aja yok yaaang, naik sepeda motor sport".


" Boleh...., " ujar Renata.


Renata menggendong William, menggendong belakang William.


" Nih badak bercula satu atau badak bercula 2 ?".


" Bercula 2, mirip replika kelinci," ujar Renata tertawa.


" Kamu kuat yaaang, mampu gendong koko".


" Mampulah, kan di kesatuan gotu, bolak balik PP gendong teman ko".


" Sudah, sini koko aja yang gendong, " ujar William.


" Baiklah koooo, " ujar Renata.


Satu persatu langkah William menggendong Renata.


" Makan agak banyak yaaang, terlalu kurus".


" Kurus bertenaga banggggg, " ujar Renata meledek William.


" Jangan panggil abang, jadi lucu banget deh, mirip abang di pajak sambu medan yaaang".


" Iya , teman koko," ujar Renata tertawa ngakak.


William memasang helem pada kepala Renata, dan dia juga memakainya .


William melajukan keretanya, mereka menyusuri jalan.


" Bang ...., adek nyanyi yaaaaa".

__ADS_1


" Nyanyilah dek ,nyanyi yang kuat ya....".


" Adek nyanyi To the Born by Pamungkas"


" Lagu kesukaan kita".


Renata mengecup pipi William.


Have I ever told you


Pernahkah aku memberitahumu


I want you to the bone


Aku menginginkanmu


Have I ever called you


Pernahkah aku memanggilmu


When you are all alone


Ketika kau sendirian


And if I ever forget


Dan jika aku lupa


To tell you how I feel


Memberitahumu bagaimana perasaanku


Listen to me now, babe


Dengarkan aku, sayang


I want you to the bone


Aku menginginkanmu


I want you to the bone


Aku menginginkanmu


I want you to the bone


Aku menginginkanmu


Take me home, I'm fallin'


Bawa aku pulang, aku jatuh cinta


Love me long, I'm rollin'


Cintaiku lama, aku bahagia


Losing control, body and soul


Hilang kendali, raga, dan jiwa


Mind too for sure, I'm already yours


Pikiran pun pasti, aku sudah milikmu


Walk you down, I'm all in


Menuntunmu, aku bersungguh-sungguh


Hold you tight, you call and


Menggenggamu erat, kau memanggil dan


I'll take control, body and soul


Aku pegang kendali, raga dan jiwa


Mind too for sure, I'm already yours


Pikiran pun pasti, aku sudah milikmu


Would that be alright?


Apakah itu tak apa?

__ADS_1


Hey, would that be alright?


Apakah itu tak apa?


I want you to the bone


Aku menginginkanmu


So bad I can't breathe


Sangat ingin hingga aku tak bisa bernapas


I want you to the bone


Aku menginginkanmu.


Renata dan william tertawa .


Renata menatap bintang, memeluk pinggang William.


William menggenggam tangan Renata, mengusap tangan Renata. Mereka memandang pemandnagan malam.


" Yaaang, Jenderal sangat mencintaimu".


" Ngapain ngomongin Jenderal sih mas?".


" Boleh minta nomornya ?".


" Bolehhhh, " ujar Renata.


Renata memberi nomor Yudha.


" Ini nomor Bima Nusantara ko".


" Kenapa koko minta nomor Jenderal?".


" Kalau penting, koko bisa nanya dia, kalau handphone kamu gak aktif".


" Ohhhhh".


Renata mengunyah kentang goreng. Menyuapi William .


" Sejak bersama kamu, koko jadi manusia baru, utuh , dan lebih baik".


" Tetap jadi yang terbaik ko".


" Pastiiii. "


" Di dunia ini, selain mami, papi, ada kamu yang koko sayangi".


Renata memeluk William.


Malam itu mereka lewatkan, begitu romantis, William menyanyikan beberapa lagu my all, dan beberapa lagu Korea. Sangat romantis .


Sambil memandang bintang, mereka pun kembali ke apartemen .


William memeluk Renata, entah mengapa Renata merasa sangat baper malam ini .


Ketika pagi tiba, William mengantarkan Renata ke bandara.


William memeluk erat Renata.


" Hati - Hati ya yaaang, koko sangat merindukan kamu, jaga diri buat koko".


Renata mencium William dengan lembut .


" Aku akan kembali sayaaang, janji".


Wiliam mengangguk.


" Hati - hati".


Renata mengangguk.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Jangan Lupa


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2